Airlangga Hartarto Optimistis Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia pada 2045, Mahasiswa UNNES Diminta Siapkan Diri

Pesan itu disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum dalam acara Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES 2026 di Auditorium Prof. Wuryanto UNNES, Semarang, Jumat (9/10/2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB
Airlangga Hartarto Optimistis Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar Keempat Dunia pada 2045, Mahasiswa UNNES Diminta Siapkan Diri

WAWASAN.NEWS, SEMARANG – Penasehat Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES), Airlangga Hartarto, mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa UNNES, untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan global, perkembangan teknologi, dan tantangan dunia kerja menuju Indonesia Emas 2045.

Airlangga optimistis generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi akan menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi Indonesia.

Bahkan, ia memproyeksikan Indonesia berpeluang menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat dunia ketika para mahasiswa tersebut mulai memasuki dunia kerja dan menempati berbagai posisi strategis.

Pesan itu disampaikan Airlangga saat memberikan kuliah umum dalam acara Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES 2026 di Auditorium Prof. Wuryanto UNNES, Semarang, Jumat (9/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia memperoleh informasi, belajar, dan bekerja.

Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya memberikan pengetahuan yang dapat diperoleh mahasiswa melalui teknologi digital.

Proses pendidikan harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan yang membutuhkan pemahaman mendalam dan tidak mudah digantikan oleh teknologi.

“Para dosen harus betul-betul mengajarkan sesuatu yang tidak hanya bisa dijawab oleh DeepSeek maupun blog. Jadi, harus beyond artificial intelligence,” kata Airlangga.

Ia menilai perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan.

Mahasiswa perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan, tetapi tetap harus memiliki keunggulan yang berasal dari proses pembelajaran, pengalaman, dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Airlangga juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi.

Dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi arah pembangunan dan kebutuhan tenaga kerja.

Dalam kondisi tersebut, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing Indonesia.

Perguruan tinggi pun memiliki peran strategis dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri, mengembangkan inovasi, dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Mahasiswa Perlu Memiliki Kemampuan Lintas Disiplin

Airlangga turut mendorong mahasiswa agar tidak membatasi diri pada satu bidang keilmuan.

Menurutnya, kemampuan memahami berbagai disiplin ilmu akan semakin dibutuhkan seiring dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Ia mencontohkan mahasiswa teknik yang juga dapat mempelajari ekonomi untuk memahami dinamika bisnis, perkembangan industri, hingga peluang usaha.

Sebaliknya, penguasaan satu bidang ilmu tidak seharusnya menjadi alasan bagi mahasiswa untuk berhenti mempelajari pengetahuan lain yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Jangan khawatir kalau belajar mesin bisa belajar ekonomi. Tapi kalau belajar ekonomi, tidak bisa jadi mahasiswa mesin,” ujarnya yang disambut tawa peserta kuliah umum.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan lain tanpa meninggalkan kompetensi utama yang telah dipelajari.

Dengan kemampuan lintas disiplin, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas ketika menghadapi persoalan di dunia kerja.

Mereka tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.

Airlangga juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi secara optimal.

Menurutnya, generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan akan memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan Indonesia pada masa mendatang.

Beasiswa UNNES Tembus Rp3,38 Miliar pada 2026

Selain membahas masa depan ekonomi dan pendidikan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dukungan terhadap akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES.

Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan bahwa program beasiswa tersebut berawal dari inisiatif Airlangga Hartarto yang kemudian menjadi wadah untuk menghimpun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Hingga saat ini, lebih dari 1.300 mahasiswa UNNES telah menerima manfaat dari program beasiswa tersebut.

Martono menjelaskan, jumlah dana yang berhasil dihimpun melalui program itu juga menunjukkan peningkatan setiap tahun.

Pada tahun pertama, dana beasiswa yang terkumpul mencapai sekitar Rp2,4 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp2,8 miliar pada tahun kedua dan mencapai sekitar Rp3,38 miliar pada 2026.

“Berkat beliau sampai hari ini lebih dari 1.300 mahasiswa UNNES telah mendapatkan beasiswa. Kemudian menghimpun teman-teman yang peduli tentang pendidikan dan alhamdulillah setiap tahun selalu meningkat,” ujar Martono.

Menurutnya, peningkatan dana tersebut menunjukkan adanya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa.

Ia berharap semakin banyak pihak yang terlibat sehingga jangkauan penerima beasiswa dapat diperluas.

Perhatian khusus juga diharapkan diberikan kepada mahasiswa yang masuk kategori penerima prioritas agar mereka tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.

Martono menambahkan, besaran bantuan beasiswa juga mengalami peningkatan.

Untuk kategori pertama, mahasiswa menerima bantuan sebesar Rp500 ribu per semester, sedangkan kategori kedua memperoleh Rp1 juta per semester.

“Dari segi jumlah tidak begitu signifikan dibanding tahun lalu, tetapi dari segi angka yang diperoleh cukup signifikan karena kategori penerima beasiswa sudah naik,” katanya.

Dukungan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan motivasi untuk meningkatkan prestasi akademik dan mengembangkan kemampuan diri.

Program beasiswa juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda.

Hilirisasi Jadi Salah Satu Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Dalam kuliah umum tersebut, Airlangga turut memaparkan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Ia menyampaikan sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif.

Dalam paparannya, Airlangga menyebut inflasi berada pada level 3,28 persen, investasi mencapai Rp1.010,6 triliun, sedangkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur berada di level 52,4.

Airlangga juga menyoroti hilirisasi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

.Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui pengembangan industri di dalam negeri.

Ia mencontohkan perkembangan nilai ekspor mineral dan logam Indonesia yang meningkat dari sekitar 1,4 miliar dolar AS pada 2016 menjadi sekitar 35 miliar dolar AS pada 2025.

“Pemerintah terus mendukung mesin pertumbuhan menjadi arahan Bapak Presiden. Hilirisasi adalah salah satu contoh,” ujarnya.

Menurut Airlangga, pengembangan hilirisasi perlu didukung oleh pembangunan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Keberadaan kawasan tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi, membuka peluang investasi, serta memperkuat pertumbuhan di berbagai daerah.

Namun, pengembangan industri tidak dapat berjalan sendiri. Ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting agar peluang pertumbuhan ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pertumbuhan itu adalah kerja bersama. Ini juga memerlukan dukungan sumber daya manusia yang kuat dan salah satunya dari perguruan tinggi. UNNES ini adalah kunci masa depan kita,” kata Airlangga.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri diperlukan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Generasi Muda UNNES Diproyeksikan Menikmati Masa Keemasan Indonesia

Airlangga menegaskan bahwa generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia menuju 2045.

Menurutnya, para mahasiswa tersebut berpeluang memasuki berbagai bidang pekerjaan, mulai dari dunia usaha, penelitian, hingga pemerintahan. Peran mereka akan dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mendorong Indonesia mencapai potensi ekonominya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah menjadi bagian dari kelompok negara dengan perekonomian besar dunia melalui keanggotaannya dalam G20. Ke depan, Airlangga optimistis posisi ekonomi Indonesia dapat meningkat seiring dengan penguatan berbagai sektor produktif dan kualitas sumber daya manusia.

“Hari ini kita menjadi negara nomor 16 di dunia dan negara G20. Tetapi nanti pada saat adik-adik mulai bekerja, mungkin ada yang menjadi entrepreneur, peneliti, maupun pejabat pemerintahan, pada saat itu ekonomi Indonesia menjadi ekonomi nomor empat di dunia,” tuturnya.

Optimisme tersebut menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini. Penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar dinilai menjadi bekal penting menghadapi perubahan dunia.

Airlangga juga mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan pendidikan secara bertanggung jawab. Beasiswa tidak hanya menjadi dukungan finansial, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

Ia berharap bantuan yang diterima mahasiswa dapat mendorong mereka terus berprestasi dan kelak berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“Selamat kepada adik-adik semua,” kata Airlangga.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan sebagai bagian dari persiapan Indonesia menghadapi tantangan dan peluang menuju Indonesia Emas 2045.

Kuliah Umum Dilanjutkan Talkshow Bersama Praktisi Industri

Setelah kuliah umum dan penyerahan beasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi industri.

Narasumber yang hadir meliputi Prof. Heri Yanto, M.B.A., Ph.D., Jessica Pratiwi dari JP Morgan, Ivan Cokro Saputra dari PT Gunanusa Eramandiri Tbk, serta Stefanus Indrayana dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Diskusi tersebut dimoderatori Sandy Arief, S.Pd., M.Sc., Ph.D., CPA (Aust.).

Kehadiran akademisi dan praktisi industri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri, tantangan profesional, serta kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan ekonomi.

Kegiatan Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan UNNES 2026 turut dihadiri Rektor UNNES Prof. Dr. S. Martono, M.Si., jajaran Dewan Penyantun, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Penasehat dan Ketua Dewan Penyantun Pendidikan, serta sivitas akademika UNNES.

Melalui kegiatan tersebut, UNNES menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju 2045.

Ringkas artikel agar lebih tajam

Kurangi pengulangan gagasan utama

Buat judul lebih singkat dan SEO

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI