25 Tahun Jadi Linmas, Semangat Pengabdian Paryanto Tetap Membara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:22 WIB
25 Tahun Jadi Linmas, Semangat Pengabdian Paryanto Tetap Membara

SEMARANG – Ribuan anggota Satuan Pelindung Masyarakat atau Satlinmas dari 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah mengikuti apel akbar menyambut Hari Kesaktian Pancasila di Stadion Pandanaran, Wujil, Rabu (30/9/2026). Meski diterpa panas mentari, semangat para “Hansip” tak kendur. Bagi mereka, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian.

Paryanto, anggota Linmas dari Ungaran Timur, mengaku tetap semangat mengikuti apel. Dia mengungkapkan, sudah 25 tahun menjadi anggota Linmas. Baginya, kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi dengan rekan-rekan Linmas dari seluruh Jawa Tengah.

“Jiwa saya masih semangat. Tidak ada jemunya, senang bisa ketemu dengan teman-teman. Di samping itu, juga terus bisa membantu masyarakat,” ujar kakek 60 tahun itu.

Hal serupa diungkapkan Sukat. Dia berkisah telah menjadi bagian dari Linmas sejak 1972. Dari pengabdiannya itu, Sukat juga sempat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, atas dharma bakti selama lebih dari 30 tahun.

Dalam tugasnya, dia kerap membantu pengamanan saat hajatan hingga ajang pemilihan umum. Dalam menjalankan tugas, Sukat pun pernah mendapat pelatihan keterampilan dari Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.

“Tahun kemarin saya juga diberi penghargaan, karena sudah 35 tahun menjadi Linmas. Dikasih piagam dan sangu,” ungkap anggota Linmas Kecamatan Dawe, Kudus itu.

Kasatpol PP Provinsi Jawa Tengah Tri Harso Widirahmanto mengatakan, jumlah total personel Satlinmas mencapai 243.543 orang. Mereka tersebar di 35 kabupaten/ kota.

Guna menguatkan kapasitas personel Linmas, Satpol PP Jawa Tengah kerap menyelenggarakan pelatihan keterampilan. Mulai dari penguatan kelembagaan terkait ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) Linmas, keterlibatan dalam Posyandu 6 SPM, penguatan forum komunikasi, deteksi dini kebencanaan, hingga berbagai keterampilan lainnya.

Ditambahkan, Satpol PP Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah kabupaten/ kota agar memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan. Selain itu, pemerintah daerah didorong agar memberikan insentif kepada anggota Satlinmas sesuai kemampuan daerah.

Menurutnya, beberapa daerah seperti Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, telah memberikan insentif bagi para anggota Linmas.

Apel Akbar Satlinmas dihadiri Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Tampak pula jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, para bupati, serta pimpinan instansi terkait. Dalam acara tersebut, dilantik pula pengurus Asosiasi Linmas se-Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto menyampaikan, Linmas merupakan relawan yang telah melintasi zaman. Sejak masa kolonial Belanda, dikenal satuan Luchtbeschermingsdienst. Kemudian, pada masa pendudukan Jepang, diperkuat rukun tetangga atau Tonarigumi.

Di masa kemerdekaan, namanya menjadi Pertahanan Sipil atau Hansip dan kini lebih dikenal sebagai Pelindung Masyarakat atau Linmas. Fungsinya kini membantu pemerintah sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan respons cepat, untuk mencegah masalah kecil agar tidak berkembang menjadi besar.

“Linmas membaur dan merakyat serta strategis untuk menjaga keamanan dan persatuan Republik Indonesia. Jangan mudah terprovokasi. Sekarang ini banyak berita yang tidak jelas sumbernya. Hoaks, fitnah, ujaran kebencian, adu domba,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI