UNNES dan KT Teger 2 Panen Jagung Pulut dari Lahan Eks Bengkok, Wujud Nyata Ketahanan Pangan Lokal

Panen jagung pulut tersebut merupakan hasil dari program cetak lahan pangan eks bengkok seluas satu hektare yang digagas oleh Tim Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa (PUSMADES) UNNES bersama KT Teger 2.

Rabu, 23 Juli 2025 - 16:51 WIB
UNNES dan KT Teger 2 Panen Jagung Pulut dari Lahan Eks Bengkok, Wujud Nyata Ketahanan Pangan Lokal
Panen jagung pulut tersebut merupakan hasil dari program cetak lahan pangan eks bengkok seluas satu hektare yang digagas oleh Tim Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa (PUSMADES) UNNES bersama KT Teger 2.

WAWASAN.NEWS, Upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kelompok Tani (KT) Teger 2, dan Dinas Pertanian Kota Semarang.

Bertempat di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sebanyak 360 kilogram jagung pulut berhasil dipanen dari lahan bekas bengkok yang telah diubah menjadi lahan pertanian produktif.

Panen jagung pulut tersebut merupakan hasil dari program cetak lahan pangan eks bengkok seluas satu hektare yang digagas oleh Tim Pusat Pemberdayaan Masyarakat Desa (PUSMADES) UNNES bersama KT Teger 2.

Program ini bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur melalui budidaya tanaman pangan yang bernilai ekonomi dan gizi tinggi, seperti jagung pulut dan jagung manis.

Jagung pulut atau jagung ketan dipilih sebagai komoditas unggulan karena memiliki karakteristik khusus—baik dari segi rasa, tekstur, hingga nilai ekonomi.

Selain itu, tanaman ini mendukung diversifikasi pangan lokal dan memiliki potensi pasar yang luas, terutama bagi pelaku usaha makanan olahan berbasis jagung.

Panen perdana ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Asta Cita, yang menekankan pada penguatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

 Tak hanya fokus pada proses budidaya, program ini juga mencakup aspek pascapanen yang krusial dalam menentukan mutu dan harga jual produk pertanian.

Kolaborasi Multipihak Dorong Pemberdayaan Petani

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari sinergi antara petani, akademisi, dan pemerintah. KT Teger 2 berperan dalam pengelolaan langsung lahan, mulai dari penanaman hingga proses panen.

 UNNES melalui PUSMADES memberikan dukungan berupa pendampingan, bantuan modal usaha, serta membuka akses pasar hasil panen agar menjangkau konsumen yang lebih luas.

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kota Semarang membantu dalam hal penyediaan bahan baku, alat produksi, serta pembinaan budidaya.

Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., selaku Ketua Koordinator Program, menegaskan pentingnya pengembangan komoditas lokal yang bernilai tinggi seperti jagung pulut.

“Jagung pulut atau jagung ketan ini memang menjadi salah satu komoditas yang kami dorong untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan khusus baik dari segi rasa, tekstur, maupun nilai ekonomis. Kegiatan panen ini bukan hanya sekadar memetik hasil, tetapi bagian dari proses pembelajaran tentang bagaimana petani bisa mengelola pertanian secara berkelanjutan dan berorientasi pada pasar,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari program ini adalah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendorong kesejahteraan petani melalui diversifikasi hasil pertanian yang memiliki daya saing di pasar.

Hal senada juga disampaikan oleh Wahid Akhsin Budi NS, S.Pd., M.Sc., Ketua PUSMADES UNNES.

Menurutnya, program ini selaras dengan misi UNNES dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Tanpa Kelaparan (SDG 2) dan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12).

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya kelompok tani, memiliki akses terhadap pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua KT Teger 2, Mbah Marijo, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen jagung pulut yang menurutnya menjadi langkah awal yang baik untuk kemajuan pertanian lokal.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena panen kali ini berjalan lancar. Harapan kami, ke depan petani di sini bisa terus belajar agar hasil panen makin bagus dan pasar semakin luas. Terima kasih kepada UNNES dan Dinas Pertanian Kota Semarang yang selalu mendampingi kami,” ujarnya.

Model Sinergi untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Program ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat dapat mengubah lahan tidak produktif menjadi aset yang bernilai.

Pendekatan berbasis pendampingan lapangan, pemberdayaan kelompok tani, dan penguatan pascapanen terbukti mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan taraf hidup petani.

Diharapkan, keberhasilan ini menjadi model bagi wilayah lain untuk mengoptimalkan potensi lahan tidur sebagai bagian dari solusi jangka panjang menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI