Ubah Pola Pikir dari Bantuan ke Kemandirian, Kemenko PM Dorong UMKM “Berdaya Finansial” di Kebumen

Melalui pelatihan “Berdaya Finansial” di Kabupaten Kebumen, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengajak para pelaku usaha mikro untuk beralih dari ketergantungan pada bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Kamis, 6 November 2025 - 16:46 WIB
Ubah Pola Pikir dari Bantuan ke Kemandirian, Kemenko PM Dorong UMKM “Berdaya Finansial” di Kebumen

WAWASAN.NEW, KEBUMEN - Pemerintah terus berupaya mengubah cara pandang pembangunan ekonomi masyarakat.

Melalui pelatihan “Berdaya Finansial” di Kabupaten Kebumen, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengajak para pelaku usaha mikro untuk beralih dari ketergantungan pada bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Lebih dari 200 pelaku UMKM hadir di Pendopo Kabumian untuk mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari inisiasi ekosistem pemberdayaan end-to-end.

Tak hanya pelatihan literasi keuangan, peserta juga dibekali kemampuan mengelola bisnis dengan pendekatan digital, strategi pemasaran omnichannel, hingga teknik bertahan di tengah kompetisi ekonomi yang semakin dinamis.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kebumen, INAmikro, dan berbagai mitra strategis, Kemenko PM menghadirkan pelatihan yang berfokus pada peningkatan kapasitas, literasi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM.

UMKM sendiri merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang menyumbang 60% terhadap PDB dan menyerap 97% lapangan kerja. Di Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen menempati posisi ketiga dengan jumlah usaha mikro terbanyak.

Meski potensinya besar, akses terhadap pembiayaan masih menjadi tantangan utama. Data OJK per Februari 2025 menunjukkan rasio kredit macet (NPL) UMKM mencapai 4,15%, lebih tinggi dibandingkan non-UMKM sebesar 1,76%.

Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, menegaskan bahwa Berdaya Finansial merupakan implementasi nyata dari visi baru Presiden untuk mengubah paradigma pembangunan masyarakat.

“Sebelumnya, pengentasan kemiskinan selalu dipandang dari sudut sosial, maka istilahnya adalah bantuan pemerintah atau bantuan sosial. Kini orientasinya berubah: dari ‘memberi’ menjadi ‘memberdayakan’. Melalui program Perintis Berdaya, kami membangun ekosistem yang konkret dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, agar masyarakat bisa belajar langsung dari mentor yang hebat, berjejaring, dan mendapat pendampingan berkelanjutan hingga mandiri,” jelas Leon.

Ia menambahkan, program ini tidak berhenti pada pelatihan dua hari, melainkan berlanjut ke program inkubasi selama 13 minggu.

“Kami ingin UMKM punya akses terhadap teknologi produksi, pembiayaan yang inklusif, pemasaran omnichannel — yaitu memadukan online dan offline — hingga go global dengan produk yang memiliki HAKI dan berstandar dunia. Harapannya, para pelaku usaha bisa lebih konsisten, tahu apa yang mereka jual, tahu bagaimana mempromosikannya, dan menghasilkan produk berkualitas dunia,” tambahnya.

Kemenko PM juga memberikan apresiasi kepada para mitra yang terlibat. Di tempat yang sama, Debbie Sianturi, Founder INAmikro sekaligus mitra utama dalam program pelatihan dan pendampingan berkelanjutan ini, menyambut baik kolaborasi tersebut.

“Melalui kegiatan ini kita belajar bersama, membangun jejaring, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku UMKM. Ketika produk dan jasa UMKM menjadi unggulan, penghasilan akan meningkat. Kita tidak bisa bergerak sendiri, pendampingan yang intensif dan berkelanjutan adalah kunci,” ujarnya.

Pelatihan ini juga menghadirkan materi praktis yang dibawakan oleh DCT Agency, meliputi teknik interaksi dan public speaking sebagai host dalam live shopping, pelatihan kesadaran usaha, pendampingan berkelanjutan bagi UMKM, hingga optimalisasi foto produk menggunakan AI. Selain itu, sesi coaching clinic membantu peserta mengidentifikasi tantangan dan peluang usaha mereka.

Dengan semangat kolaborasi lintas pihak, Berdaya Finansial diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Program ini memiliki keluaran konkret berupa peningkatan omzet, kemampuan pemasaran digital, kesiapan investasi, serta perluasan jejaring usaha bagi pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, mitra strategis, dan pelaku usaha, program Berdaya Finansial diharapkan tidak hanya menjadi momentum peningkatan kapasitas, tetapi juga tonggak perubahan paradigma menuju kemandirian ekonomi masyarakat yang berkelanjutan — di mana setiap pelaku UMKM mampu tumbuh, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

***

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI