Siswa SMANKO Jateng Ini Teteskan Air Mata, Akhirnya Mampu Persembahkan Emas di Porprov bagi Mendiang Ayahnya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:56 WIB
Siswa SMANKO Jateng Ini Teteskan Air Mata, Akhirnya Mampu Persembahkan Emas di Porprov bagi Mendiang Ayahnya

SEMARANG – Air mata Fardania Malikha tak terbendung ketika mengenang sosok ayah yang mengenalkannya pada sepak takraw. Sukamto, sang ayah, bukan sekadar orang tua bagi atlet asal Desa Gidangelo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, itu. Dia adalah sosok yang pertama kali mengajarinya bermain sepak takraw sekaligus menanamkan semangat agar tidak mudah menyerah.

Kini, setelah bertahun-tahun menekuni olahraga tersebut, Fardania berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Prestasi itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya, sekaligus pencapaian yang ingin dipersembahkan untuk mendiang ayahnya yang meninggal ketika dirinya masih duduk di bangku SMP.

Perjalanan Fardania sebagai atlet takraw bermula sejak sekolah dasar. Saat itu, Sukamto yang juga seorang atlet sepak takraw sekaligus pelatih di sekolahnya, mengajarkan olahraga tersebut secara langsung kepada putrinya.

Dari sang ayah, Fardania mulai mengenal teknik dasar sepak takraw. Latihan demi latihan dijalaninya, meski proses untuk menguasai permainan itu tidak selalu mudah. Ada kalanya ia merasa kesulitan, bosan, bahkan ingin menyerah. Namun, Sukamto selalu memberikan semangat agar putrinya terus berlatih dan tidak mudah jenuh.

“Bapak bilang latihan terus, semangat terus kalau latihan, jangan bosan-bosan,” kenang Fardania, baru-baru ini.

Nasihat sederhana itu terus melekat dalam ingatannya. Sayangnya, ketika Fardania masih berada di bangku kelas IX SMP, sang ayah meninggal dunia. Sosok yang selama ini mendampingi dan membimbingnya berlatih takraw itu pun, tak lagi berada di sisinya.

Kehilangan tersebut menjadi bagian berat dalam perjalanan hidupnya. Namun, Fardania tidak berhenti bermain sepak takraw. Dia memilih melanjutkan olahraga yang telah dikenalkannya sejak kecil, terlebih setelah mendapat dorongan dari sang kakak untuk meneruskan cita-cita ayahnya.

Keputusan itu membawanya melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah, yang diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi. Di sekolah tersebut, Fardania kembali mengasah kemampuannya, melalui pembinaan olahraga yang lebih terarah dan intensif.

“Di SMANKO menjadi tempat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan sebagai atlet. Selain mendapatkan pendidikan akademis, saya juga memperoleh kesempatan berlatih secara khusus, untuk mengembangkan potensinya di cabang sepak takraw,” ungkapnya.

Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Pada Porprov Jawa Tengah 2026, Fardania berhasil mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Jepara. Dia meraih emas pada nomor tim regu dan tim double event. Namun, di balik prestasi tersebut, ada sosok yang selalu diingat. Sosok yang pertama kali mengajarinya menimang bola takraw, mendampinginya berlatih, dan menyemangatinya ketika mulai merasa bosan.

Ketika ditanya apa yang ingin disampaikannya kepada sang ayah jika masih bisa bertemu, Fardania tak kuasa menahan tangis. Dia ingin mengucapkan terima kasih atas pendidikan dan bimbingan yang diberikan sejak kecil.

“Saya mau berterima kasih sama Bapak karena sudah dididik dari kecil,” ucapnya sambil menyeka air matanya.

Bagi Fardania, dua medali emas yang diraihnya bukan sekadar hasil pertandingan. Ada kenangan tentang perjuangan bersama ayah yang menyertainya, juga tekad untuk meneruskan cita-cita sang ayah melalui sepak takraw.

Kini, langkahnya sebagai atlet masih panjang. Dengan bekal pembinaan di SMANKO Jawa Tengah dan semangat yang diwariskan Sukamto, Fardania bertekad terus mengembangkan kemampuannya. Medali emas itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanannya. Sebuah persembahan bagi ayah yang telah mengenalkannya pada sepak takraw, mengajarinya bertahan ketika kesulitan, dan menanamkan semangat untuk terus berlatih.

“Saya ingin berterima kasih kepada ayah saya,” pungkasnya dengan bibir bergetar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, SMANKO Jateng merupakan sekolah khusus atlet yang terintegrasi dengan pendidikan formal. Siswa yang diterima di SMANKO Jateng merupakan atlet-atlet berprestasi olahraga, dan diterima di Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng.

Ditambahkan, atlet potensial yang masuk ke sana tidak hanya digembleng dari sisi prestasi olahraga, tetapi juga mendapatkan pendidikan formal sebagai penunjang masa depan. SMANKO Jateng akan menjadi andalan Provinsi Jawa Tengah dalam mencetak atlet berprestas, karena dapat menunjang peningkatan prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya imbau kepada anak-anak didik kita untuk selalu mengangkat prestasi di tempat kita lewat olahraga dengan belajar di sini. Sarana prasarana, kemudian tempat latihan dan asrama kita siapkan, sehingga mereka kita gembleng menjadi atlet masa depan,” tandasnya. (Wk/Ul, Diskomdigi Jateng)

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI