Perkuat Pendampingan Bumil, TP PKK Kudus Dorong Kencan Bumil dan Parijata

Selasa, 15 September 2026 - 14:39 WIB
Perkuat Pendampingan Bumil, TP PKK Kudus Dorong Kencan Bumil dan Parijata

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting, melalui program Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil (Kencan Bumil) dan Pantau Risiko Tinggi Ibu Hamil Jaga Jangan Ada Kematian Ibu dan Bayi (Parijata).

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan, upaya menekan risiko kematian ibu dan bayi membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Karena itu, koordinasi antara TP PKK, Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, dan kader perlu terus diperkuat.

“Jalan bareng, koordinasi bersama antara PKK, Dinas Kesehatan, Puskesmas, bidan desa, dan para kader. Kita ingin ibu hamil mendapatkan pendampingan dengan baik, sehingga risiko dapat diketahui lebih awal dan tidak terjadi kasus kematian ibu maupun bayi,” ujarnya, pada pertemuan penguatan program penurunan AKI, AKB, dan stunting, di Balai Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog, Senin (14/9/2026).

Disampaikan, melalui Kencan Bumil, pendampingan diperkuat dengan strategi satu kader mendampingi satu ibu hamil. Kader berperan membantu memantau kondisi ibu hamil, memberikan edukasi, serta memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Sementara itu, lanjutnya, program Parijata secara khusus diarahkan untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggi. Pendampingan dilakukan lebih intensif dengan melibatkan bidan desa sebagai pendamping, sekaligus penanggung jawab pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Untuk ibu hamil risiko tinggi, pendampingannya lebih khusus. Kader bersama bidan desa harus mengetahui kondisi ibu dan melakukan pemantauan, sehingga apabila ada risiko bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Endhah.

Endhah berharap, penguatan kedua program tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi. Pendampingan sejak masa kehamilan diharapkan mampu membantu mendeteksi risiko lebih dini, dan memastikan ibu memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

“Yang paling penting adalah pendampingannya berjalan, koordinasinya kuat, dan tidak ada ibu hamil yang luput dari pemantauan. Dengan begitu, kita bersama-sama berupaya mencegah kematian ibu dan bayi, serta mendukung pencegahan stunting,” pungkasnya.

Penulis: Kontributor Kab Kudus
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

15 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)

15 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)

15 September 2026 - Yandip Jateng Prov (3)

14 September 2026 - Yandip Prov Jateng (2)

14 September 2026 - Yandip Prov Jateng (2)

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI