WAWASAN.NEWS, SEMARANG, Upaya penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital terus dilakukan.
Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Guru di Lingkungan PGRI Kota Semarang dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Berbasis Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik” yang diselenggarakan baru-baru ini di kampus 4 UPGRIS.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Seminar Lantai 6 Kampus IV Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan diikuti oleh 215 guru dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan PGRI Kota Semarang.
Turut hadir sebagai tamu undangan Pengurus PGRI Kota Semarang, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ketua Pengabdian, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan aspek sosial emosional peserta didik menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya pengaruh teknologi digital terhadap karakter dan perilaku siswa.
Oleh karena itu, guru perlu dibekali pemahaman dan keterampilan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada ketahanan sosial emosional peserta didik.
Melalui kegiatan ini, para guru memperoleh penyegaran konsep mengenai pentingnya membangun ketahanan sosial emosional peserta didik, seperti kemampuan mengelola emosi, membangun relasi positif, empati, serta tanggung jawab sosial.
Selain itu, guru juga dibimbing untuk mengintegrasikan aspek sosial emosional tersebut ke dalam perangkat pembelajaran yang diterapkan di sekolah masing-masing.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan berbagi praktik baik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran penerapan konkret di lingkungan sekolah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan guru-guru di lingkungan PGRI Kota Semarang mampu mengimplementasikan perangkat pembelajaran berbasis perkembangan sosial emosional secara berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik di era digital.