Pemkab Jepara Bekali Perajin Mebel Strategi Pemasaran Digital untuk Perluas Pasar
JEPARA – Para perajin furnitur diharapkan mampu memasarkan produknya secara mandiri melalui internet, baik ke berbagai daerah di Indonesia maupun pasar internasional.
Hal itu disampaikan praktisi media sosial dan e-commerce dari Semarang, Randy Rahman Hussen, pada pelatihan pemasaran digital (digital marketing) bagi pelaku usaha mebel dan furniture, di Rumah Produksi Bapak Sholekan, Sentra Industri Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, Selasa (3/11/2026). Menurutnya, dengan memasarkan produknya sendiri, mereka tidak lagi sepenuhnya bergantung pada perantara atau broker, sehingga peluang memperoleh keuntungan yang lebih besar semakin terbuka.
Disampaikan, persaingan di pasar digital semakin ketat. Calon pembeli kini dapat dengan mudah membandingkan harga dan kualitas produk dari beberapa toko, hanya dalam hitungan menit. Karena itu, perajin juga perlu memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan calon pembeli.
Menurutnya, proses pembelian mebel biasanya berlangsung melalui beberapa tahapan. Calon pelanggan terlebih dahulu melihat produk melalui TikTok atau Instagram, kemudian membandingkan ulasan sebelum akhirnya menghubungi penjual melalui WhatsApp.
“Ada tiga hal penting dalam pemasaran digital, yakni bagaimana usaha kita mudah ditemukan, produk kita dipercaya melalui bukti nyata seperti video proses produksi, serta bagaimana transaksi dapat dilakukan dengan aman dan mudah,” jelas Randy.
Ia juga menyampaikan, furnitur premium Jepara memiliki peluang untuk menembus pasar internasional melalui platform seperti Etsy dan Amazon. Namun, perajin perlu memahami kata kunci yang biasa digunakan pembeli luar negeri, serta menjaga kualitas produk dan tampilan toko agar mampu bersaing.
Dalam pelatihan tersebut, Randy juga memberikan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan berbagai platform digital. Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan peluang pemasaran melalui platform perdagangan internasional.
“Instagram dapat digunakan untuk menampilkan foto produk, TikTok untuk memperkenalkan proses pembuatan mebel, sedangkan WhatsApp Business dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dan merespons pertanyaan pelanggan,” ungkapnya.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Isnan Haryoko menyampaikan, keberhasilan pemasaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga kualitas barang dan hubungan baik dengan pelanggan. Menurutnya, kepuasan pembeli dapat mendorong pembelian ulang (repeat order), sekaligus menjadi sarana promosi melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Mebel Jepara yang dipajang di ruang tamu merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Jika kualitas produk bagus dan memuaskan, pembeli tentu akan dengan senang hati menceritakannya kepada orang lain. Dengan begitu, pelanggan yang puas secara tidak langsung menjadi agen pemasaran bagi usaha kita,” ujarnya.
Dia berharap, pelatihan pemasaran digital maupun pelatihan ekspor yang telah diberikan dapat dimanfaatkan oleh para perajin untuk mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, dan memperluas pasar produk mebel Jepara.
“Harapan kami, melalui pelatihan ekspor dan digital marketing ini, ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pengembangan usaha panjenengan semua,” pungkasnya.
Penulis: Diskominfo Jepara/FR
editor: Di, Diskomdigi Jateng
04 November 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
04 November 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
04 November 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
04 November 2026 - Yandip Jateng Prov (3)
04 November 2026 - Yandip Prov Jateng (2)



