Pala Papua: Dari Komoditas Terlupakan Menjadi Incaran Industri Parfum Dunia Berkat Perempuan Adat
Dalam ritual tersebut, pohon pala bahkan ‘dipakaikan’ kebaya sebagai simbol larangan panen hingga masa matang tiba. Kearifan lokal ini menjadi wujud hubungan spiritual masyarakat adat Papua dengan alam.
WAWASAN.NEWS - Di balik lebatnya hutan tropis Papua Barat, pohon pala yang dulu hanya jadi penopang hidup musiman, kini bersinar sebagai komoditas bernilai tinggi yang diburu industri parfum internasional.
Transformasi luar biasa ini tak lepas dari tangan-tangan terampil para perempuan adat yang, dengan tekad dan inovasi, membawa buah warisan leluhur itu menembus pasar global.



