Nestle Indonesia Cegah Stunting Lewat Program Gizi Harian dan Edukasi, 259 Balita di Kabupaten Batang Jadi Fokus Utama

Tahun ini, Program Pendampingan Gizi dijalankan secara serentak di tiga wilayah utama—Batang (Jawa Tengah), Karawang (Jawa Barat), dan Pasuruan (Jawa Timur)—dengan target menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting.

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:51 WIB
Nestle Indonesia Cegah Stunting Lewat Program Gizi Harian dan Edukasi, 259 Balita di Kabupaten Batang Jadi Fokus Utama

WAWASAN.NEWS, Nestlé Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun masa depan bangsa melalui peluncuran Program Pendampingan Gizi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé for Healthier Kids (Dukung Anak Lebih Sehat), yang mendukung agenda nasional percepatan penurunan dan pencegahan stunting—salah satu tantangan besar pembangunan manusia di Indonesia.

Bertempat di Aula Kecamatan Bandar, kegiatan ini menghadirkan semangat kolaborasi lintas sektor yang melibatkan karyawan Nestlé Indonesia dari Pabrik Bandaraya, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat sekitar, pada Rabu 8 Oktober 2025.

Sebanyak 52 anak penerima manfaat dari 12 desa di Kabupaten Batang turut mengikuti kegiatan perdana yang dikemas dalam format volunteering dan edukasi gizi interaktif.

Bupati Batang Apresiasi Sinergi Pentahelix

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H. hadir secara langsung dan memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Nestlé Indonesia dalam mendukung penurunan angka stunting.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga memerlukan keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat.

“Kolaborasi antara Nestlé Indonesia, BKKBN, dan TP PKK yang telah terjalin sejak 2022 menjadi contoh sinergi pentahelix yang nyata. Dampaknya sudah terasa di Kabupaten Batang, dan kami ingin terus menjaga integrasi program agar hasilnya optimal. Komitmen Nestlé Indonesia ini semoga bisa menginspirasi pihak swasta lain untuk ikut berperan dalam menciptakan generasi sehat dan unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Faiz.

Program Nasional untuk Tiga Kabupaten: Batang, Karawang, dan Pasuruan

Tahun ini, Program Pendampingan Gizi dijalankan secara serentak di tiga wilayah utama—Batang (Jawa Tengah), Karawang (Jawa Barat), dan Pasuruan (Jawa Timur)—dengan target menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting.

Tak hanya anak-anak, program ini juga melibatkan 1.350 orang tua, ibu hamil dan menyusui, serta kader posyandu dari 95 desa.

Fokus utama program ini adalah intervensi dan edukasi gizi anak usia dini melalui pendekatan kolaboratif. Di tingkat rumah tangga, kegiatan diarahkan untuk mengubah perilaku konsumsi dan kebiasaan hidup menjadi lebih sehat serta berkelanjutan.

Nestlé Indonesia: Gizi Seimbang, Fondasi Masa Depan Bangsa

Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu, menegaskan bahwa komitmen Nestlé tidak sebatas pada produk, melainkan juga pada dampak sosial yang dihasilkan.

“Sebagai perusahaan dengan filosofi Good Food, Good Life, kami percaya bahwa gizi baik sejak dini adalah fondasi masa depan bangsa. Melalui Program Pendampingan Gizi, kami menggerakkan karyawan kami di pabrik dan kantor pusat untuk ikut turun tangan mendampingi keluarga dan kader posyandu. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap pencegahan stunting dan pemberdayaan komunitas lokal,” ujar Sufintri.

Ia menambahkan bahwa intervensi gizi yang dilakukan mencakup pemberian satu butir telur dan segelas susu tinggi kalori DANCOW GroPlus setiap hari selama enam bulan, khusus untuk anak usia 1–4 tahun yang berisiko stunting. Selain itu, terdapat edukasi intensif mengenai pola asuh, jajanan sehat, keamanan pangan, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

259 Balita di 50 Desa Batang Jadi Fokus Utama

Factory Manager Pabrik Nestlé Bandaraya, Norman Tri Handono, menuturkan bahwa kegiatan akan berlangsung selama 180 hari penuh.

“Kami melakukan pendampingan intensif, termasuk pemantauan peningkatan status gizi, edukasi keluarga, dan penguatan kapasitas kader. Program ini adalah bentuk nyata kontribusi kami untuk memberdayakan masyarakat, karena kader posyandu dan keluarga adalah garda terdepan dalam pencegahan stunting,” jelas Norman.

Salah satu penerima manfaat, Ika Septiana, ibu dari anak usia tiga tahun di Kecamatan Bandar, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Anak saya kini bisa mendapatkan tambahan gizi setiap hari, yang dulu sulit saya penuhi. Dalam tiga bulan terakhir, berat badan dan nafsu makan anak meningkat. Terima kasih Nestlé, semoga program ini bisa terus berlanjut,” ujarnya dengan mata berbinar.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI