Mahasiswa Bersama Warga Bangun Kembali Semangat Belajar

Bersama guru, orang tua, relawan, dan Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya membantu proses pemulihan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kembali semangat belajar para siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan.

Senin, 19 Januari 2026 - 10:24 WIB
Mahasiswa Bersama Warga Bangun Kembali Semangat Belajar

WAWASAN.NEWS, Kehadiran mahasiswa Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) dalam program PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan membawa harapan baru bagi sekolah dan masyarakat yang tengah bangkit setelah terdampak banjir.

Bersama guru, orang tua, relawan, dan Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya membantu proses pemulihan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun kembali semangat belajar para siswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan.

Setelah proses pembersihan sekolah selesai dilakukan, mahasiswa menginisiasi berbagai aktivitas yang mampu mengembalikan suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Beragam permainan edukatif, ice breaking, pembelajaran kreatif, hingga kegiatan literasi dilaksanakan agar siswa kembali merasa nyaman berada di sekolah. Suasana yang semula dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah menjadi penuh tawa dan antusiasme.

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Kerja Sama Internasional antara UPGRIS dan Al Hidayah Foundation yang berorientasi pada penguatan kualitas Pendidikan Internasional sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata bahwa proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun motivasi, kepercayaan diri, dan ketahanan psikologis peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan merupakan wujud nyata implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lingkungan internasional.

Mereka menghadapi tantangan nyata, memahami karakter siswa dari budaya yang berbeda, serta mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan empati dalam situasi yang sesungguhnya.

Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam proses pemulihan masyarakat setelah bencana.

"Sekolah adalah tempat tumbuhnya harapan. Ketika mahasiswa membantu mengembalikan semangat belajar anak-anak, sesungguhnya mereka sedang menanamkan optimisme untuk masa depan. Inilah nilai penting dari program internasional yang dikembangkan UPGRIS," ujarnya.

Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menyampaikan bahwa pengalaman seperti ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa.

"Mahasiswa belajar bahwa menjadi pendidik tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga mampu memberikan motivasi, membangun hubungan emosional dengan peserta didik, dan menghadirkan rasa aman bagi mereka. Kompetensi seperti inilah yang dibutuhkan dalam pendidikan global," jelasnya.

Guru mitra dari sekolah binaan Al Hidayah Foundation mengaku sangat terbantu dengan berbagai kegiatan yang diprakarsai mahasiswa UPGRIS. Menurutnya, siswa kembali menunjukkan antusiasme untuk datang ke sekolah setelah mengikuti aktivitas bersama mahasiswa Indonesia.

"Anak-anak terlihat lebih ceria dan bersemangat. Kehadiran mahasiswa UPGRIS memberikan energi positif bagi sekolah kami. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi kakak yang mampu memotivasi para siswa," ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa peserta program juga mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang sangat bermakna.

"Kami menyadari bahwa senyum dan perhatian sederhana ternyata mampu memberikan dampak besar bagi anak-anak. Pengalaman ini membuat kami semakin memahami bahwa pendidikan adalah tentang membangun harapan dan masa depan, bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran," tuturnya.

Selama menjalankan kegiatan, mahasiswa juga belajar memahami budaya lokal, menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter siswa, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat setempat. Interaksi tersebut menjadi modal penting dalam membentuk lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus kepekaan sosial yang tinggi.

Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan implementasi IPCSA 5E yang menjadi landasan program internasional UPGRIS.

Mahasiswa memperkuat Engagement melalui kedekatan dengan masyarakat dan sekolah, menghadirkan Empowerment dengan membangun kembali motivasi belajar siswa, memperoleh Experience melalui praktik pendidikan lintas budaya, menunjukkan Excellence dalam melaksanakan pengabdian secara profesional, serta menciptakan Expansion melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional yang berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan PPL Internasional dan KKN Internasional di kawasan Hat Yai, Tailan Selatan, UPGRIS terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program MBKM yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Bersama Al Hidayah Foundation, mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan akademik di tingkat global, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kembali optimisme dan semangat belajar sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Pendidikan Internasional yang humanis dan berkelanjutan.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI