Guru Tailan Tingkatkan Kompetensi Digital Bersama UPGRIS
Tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata UPGRIS dalam mendukung pengembangan Pendidikan Internasional melalui transfer pengetahuan dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
WAWASAN.NEWS, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat Kerja Sama Internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar peningkatan kapasitas guru di Tailan Selatan.
Bertempat di sekolah mitra di bawah naungan Al Hidayah Foundation, Dr. Wawan Priyanto, S.Pd., M.Pd. memberikan pelatihan pembelajaran digital (Digital Teaching) kepada guru-guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik di era transformasi digital.
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program internasional UPGRIS yang mengintegrasikan tridarma perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya memperkuat hubungan antarlembaga, kegiatan ini juga menjadi kontribusi nyata UPGRIS dalam mendukung pengembangan Pendidikan Internasional melalui transfer pengetahuan dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam pelatihan tersebut, para guru memperoleh materi mengenai strategi pembelajaran digital yang efektif, pemanfaatan berbagai platform pembelajaran daring, penyusunan media pembelajaran interaktif, penggunaan aplikasi evaluasi berbasis digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung proses pembelajaran.
Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung sehingga mampu mengembangkan perangkat pembelajaran digital yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan suasana kolaboratif. Para guru aktif berdiskusi mengenai tantangan pembelajaran di era digital sekaligus berbagi pengalaman dalam memanfaatkan teknologi di ruang kelas.
Melalui forum tersebut, terjadi pertukaran gagasan antara dosen UPGRIS dan para pendidik di Tailan Selatan yang memperkaya wawasan kedua belah pihak.
Dr. Wawan Priyanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penguasaan teknologi merupakan kompetensi yang harus terus dikembangkan oleh tenaga pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
"Transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik," jelas Dr. Wawan.
Ketua UPT Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menyampaikan bahwa pengabdian dosen menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat hubungan kemitraan internasional yang berkelanjutan.
"Kerja sama internasional harus menghasilkan manfaat nyata bagi seluruh mitra. Melalui pengabdian dosen seperti ini, UPGRIS tidak hanya berbagi keahlian, tetapi juga membangun hubungan akademik yang saling menguatkan dalam pengembangan pendidikan," ungkapnya.
Salah seorang guru peserta pelatihan mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
"Materi yang diberikan sangat praktis dan sesuai dengan kebutuhan kami. Kami belajar menggunakan berbagai media digital yang membuat pembelajaran menjadi lebih menarik serta meningkatkan partisipasi siswa di kelas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa yang sedang mengikuti PPL Internasional dan KKN Internasional di Tailan Selatan.
Mahasiswa membantu proses pendampingan praktik penggunaan aplikasi pembelajaran serta menjadi fasilitator selama sesi diskusi.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman kolaboratif yang memperkuat implementasi program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) melalui sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra internasional.
Program pengabdian ini sekaligus menjadi implementasi pendekatan IPCSA 5E yang menjadi fondasi internasionalisasi UPGRIS. Aspek Engagement diwujudkan melalui kolaborasi aktif dengan guru dan sekolah mitra, Empower melalui peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik, Experience melalui praktik pembelajaran berbasis teknologi, Excellence melalui penyebarluasan inovasi pendidikan yang berkualitas, serta Expansion melalui penguatan jejaring Kerja Sama Internasional yang berkelanjutan antara UPGRIS dan Al Hidayah Foundation.
Melalui kegiatan ini, UPGRIS semakin mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengirim mahasiswa dalam program PPL Internasional dan KKN Internasional, tetapi juga aktif menghadirkan kontribusi akademik melalui pengabdian dosen.
Kemitraan dengan Al Hidayah Foundation di kawasan Hat Yai, Tailan Selatan, menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional dapat menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Sejalan dengan semangat Pendidikan Internasional, UPGRIS akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang mendukung peningkatan kompetensi pendidik sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tailan.



