Gelombang II Pelatihan Kerja Dinperinaker Temanggung, 144 Peserta Lolos Seleksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:57 WIB
Gelombang II Pelatihan Kerja Dinperinaker Temanggung, 144 Peserta Lolos Seleksi

TEMANGGUNG – Sebanyak 144 peserta mengikuti program pelatihan kerja berbasis kompetensi gelombang kedua, yang digelar Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), di Balai Latihan Kerja (BLK) Temanggung, mulai Rabu (28/10/2026). Mereka lolos seleksi ketat dari total 638 pendaftar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung, Hendra Sumaryana, mengapresiasi antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Dia menekankan, para peserta yang terpilih merupakan orang-orang pilihan yang telah berhasil melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga wawancara.

“Kalian ini adalah peserta terpilih dari 638 pendaftar. Melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, akhirnya terpilih 144 orang. Ini kesempatan luar biasa, karena masih banyak warga di luar sana yang belum mendapat akses informasi atau belum berkesempatan lolos,” ujar Hendra, saat membuka acara di BLK Temanggung.

Pada pelatihan gelombang kedua ini, imbuhnya, Dinperinaker menyiapkan sembilan kelas kejuruan spesifik, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan kewirausahaan daerah. Yakni, servis sepeda motor, merias wajah, English for Frontliner, plate welder, pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian dasar, barista kopi, practical office advance, hingga budidaya hidroponik.

Hendra menjelaskan, durasi pelatihan bervariasi, bergantung pada jenis kejuruan, yakni berkisar antara 18 hari, 23 hari, hingga 32 hari. Untuk menjaga fokus dan kualitas pembelajaran, Hendra menerapkan aturan ketat terkait kedisiplinan peserta selama berada di dalam kelas.

“Saya tegaskan kepada para instruktur, selama kelas berlangsung seluruh peserta tidak boleh menggunakan ponsel. Ponsel harus disimpan agar bisa fokus penuh terhadap materi teknis, maupun pembentukan mental kerja dapat diserap secara maksimal,” tegas Hendra.

Program pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah ini bertujuan untuk mengasah keterampilan teknis, serta membentuk etos kerja yang disiplin bagi para pencari kerja di Temanggung.

Melalui pembekalan ini, Pemkab Temanggung berharap, lulusan BLK tidak hanya siap diserap oleh Dunia Usaha dan Industri (DUDI), melainkan juga memiliki keberanian untuk membuka usaha mandiri yang dapat menyerap tenaga kerja baru di sekitarnya.

Peserta pelatihan, Rino (40), mengapresiasi kegiatan itu, karena sangat berguna di tengah dunia kerja yang membutuhkan keahlian khusus. Menurutnya, soft skill saja tidak cukup, tapi harus mempunyai hard skill yang diakui oleh lembaga.

“Terima kasih kepada Pemkab Temanggung dan Dinperinaker atas pelatihan ini. Saya berharap, setelah dari sini, bisa membuka lowongan kerja, minimal bisa bekerja sesuai dengan skill yang didapat melalui pelatihan ini,” tandasnya.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI