Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Reputasi Global, Gandeng Bappenas Wujudkan Kampus Berdampak

Dengan semangat “UNNES Bergerak Berdampak”, universitas ini optimistis mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat, memperkuat daya saing global, dan mewujudkan cita-cita menjadi universitas bereputasi dunia yang tetap berpijak

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB
Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Reputasi Global, Gandeng Bappenas Wujudkan Kampus Berdampak

WAWASAN.NEWS, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (UNNES) menandai perjalanan panjangnya yang ke-61 tahun dengan menegaskan komitmen sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Momentum Dies Natalis ke-61 yang berlangsung di Auditorium Prof. Wuryanto, Kampus Sekaran Gunungpati, Senin (8/6/2026), menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan arah transformasi UNNES menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang berwawasan konservasi.

Mengusung tema “UNNES Bergerak Berdampak”, perayaan tahun ini menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai tamu kehormatan.

Dalam kesempatan tersebut, UNNES memberikan penghargaan tertinggi berupa Dharma Karya Permata Buana atau Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mengawal pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., yang menilai peran Menteri PPN/Kepala Bappenas sangat penting dalam memperkuat posisi Indonesia pada agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Tidak hanya penyerahan penghargaan, peringatan Dies Natalis juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES.

Kerja sama strategis ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan berbagai inovasi yang mampu mendukung pembangunan nasional.

Ratusan Prestasi dan Pengakuan Dunia

Dalam pidatonya, Rektor UNNES memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026.

Hingga saat ini, UNNES memiliki 125 program studi dengan 87 program studi telah memperoleh akreditasi Unggul atau A.

Tak hanya itu, sebanyak 26 program studi juga telah mengantongi akreditasi internasional, terdiri atas 23 program studi berakreditasi AQAS dan tiga program studi berakreditasi ASIIN.

Prestasi mahasiswa turut menunjukkan tren positif.

Selama tahun 2025, mahasiswa UNNES berhasil mengoleksi 739 prestasi, termasuk 116 penghargaan tingkat internasional.

Sejumlah mahasiswa bahkan ikut mengharumkan nama Indonesia di SEA Games 2025 melalui raihan medali emas pada cabang olahraga pencak silat, wushu, dan panahan.

Di bidang penelitian, UNNES semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi dengan produktivitas publikasi ilmiah yang tinggi.

Hingga awal 2026, kampus ini memiliki 17 jurnal yang terindeks Scopus, sementara jumlah publikasi terindeks Scopus sepanjang 2025 mencapai 735 dokumen.

Reputasi Internasional Terus Menguat

Pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan dan penelitian UNNES juga terus meningkat.

Dalam pemeringkatan QS University Rankings Asia, UNNES berhasil masuk kelompok peringkat 901–950 Asia. Sementara pada QS World University Rankings Sustainability, UNNES berada pada kelompok peringkat 1001–1020 dunia.

Untuk bidang Education and Training, UNNES berhasil menembus peringkat 401–450 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject.

Capaian ini semakin melengkapi sejumlah pengakuan internasional lainnya yang diraih kampus konservasi tersebut.

Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE), UNNES masuk kelompok peringkat 301–400 dunia pada bidang hukum, peringkat 601–800 dunia untuk bidang pendidikan, serta peringkat 1001+ pada bidang ilmu sosial.

Tantangan Menuju PTN-BH yang Mandiri

Meski mencatat berbagai pencapaian membanggakan, Rektor UNNES menegaskan bahwa perguruan tinggi masih menghadapi sejumlah tantangan strategis.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan reputasi internasional, percepatan hilirisasi riset dan inovasi, penguatan kualitas pendidikan, hingga kemandirian finansial sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Menurut Prof. Martono, keberhasilan sebuah universitas saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi akademik, melainkan juga dari kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Karena itu, UNNES telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan kerja sama internasional, percepatan pemanfaatan hasil riset, implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang berkelanjutan, hingga peningkatan kontribusi terhadap target pembangunan berkelanjutan.

Luncurkan Dashboard SDGs

Sebagai bagian dari komitmen terhadap agenda keberlanjutan, UNNES juga meluncurkan Aplikasi Dashboard SDGs Universitas Negeri Semarang.

Platform ini diharapkan menjadi instrumen untuk memantau dan memperkuat implementasi target-target pembangunan berkelanjutan di lingkungan kampus.

Kehadiran dashboard tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan UNNES dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta tata kelola institusi yang berkelanjutan.

Menutup rangkaian Dies Natalis ke-61, Rektor UNNES mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis untuk terus memperkuat kolaborasi.

Dengan semangat “UNNES Bergerak Berdampak”, universitas ini optimistis mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat, memperkuat daya saing global, dan mewujudkan cita-cita menjadi universitas bereputasi dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai konservasi.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI