Biliar Kota Semarang Kantongi 3 Perunggu di Porprov Jateng 2026, Peluang Tambah Medali Masih Terbuka

Biliar Kota Semarang meraih tiga medali perunggu di Porprov Jateng 2026. Peluang menambah medali masih terbuka dari nomor snooker, carom, dan 10 ball putri.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:31 WIB
Biliar Kota Semarang Kantongi 3 Perunggu di Porprov Jateng 2026, Peluang Tambah Medali Masih Terbuka
Kontingen biliar KONI Kota Semarang

SEMARANG – Kontingen biliar KONI Kota Semarang masih berjuang menambah perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Hingga 26 Oktober 2026, tim tuan rumah telah mengamankan tiga medali perunggu dan masih memiliki peluang meraih hasil lebih baik dari sejumlah nomor pertandingan yang tersisa.

Pelatih biliar KONI Kota Semarang, Weli Chandra, mengatakan persiapan atlet menghadapi pertandingan lanjutan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menjaga kebugaran fisik, stamina, dan kesiapan mental.

Menurutnya, padatnya jadwal pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Khusus nomor pool, pertandingan dapat berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

Kondisi tersebut membuat atlet harus mampu menjaga konsentrasi dan mengelola energi agar tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir.

“Yang pasti, dari kemarin kami sudah mengingatkan atlet karena kuncinya ada pada stamina dan fisik, termasuk kondisi psikologis. Kalau untuk teknis, mereka sudah punya bekal masing-masing,” ujar Weli saat memantau atlet biliar di Kingdoom, Srondol, Semarang, Selasa (27/10/2026).

Tiga medali perunggu yang telah diraih kontingen biliar Kota Semarang berasal dari sejumlah nomor pertandingan.

Maulana menyumbangkan medali perunggu pada nomor snooker 16 red. Sementara Archiello meraih perunggu di nomor 9 ball U21, disusul Ardan pada nomor junior U21.

Perolehan tersebut menjadi modal bagi tim untuk melanjutkan perjuangan di nomor-nomor pertandingan berikutnya.

Weli menjelaskan, peluang menambah medali masih terbuka melalui sejumlah nomor, di antaranya snooker 6 red, carom, 8 ball, 10 ball, hingga nomor ganda.

Meski demikian, persaingan di setiap nomor diperkirakan tetap berlangsung ketat. Selain memiliki karakter permainan yang berbeda, masing-masing atlet juga menghadapi lawan dengan pengalaman dan jam terbang yang beragam.

Di tengah jadwal pertandingan yang padat, tim pelatih memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik para atlet.

Pemenuhan kebutuhan makan, asupan vitamin, serta camilan untuk menjaga energi menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran selama pertandingan berlangsung.

“Yang kami utamakan sekarang lebih ke fisik dan stamina. Jangan sampai atlet kelelahan karena pertandingan pool berlangsung seharian penuh,” kata Weli.

Ia menilai kemampuan menjaga kondisi tubuh menjadi faktor penting dalam menghadapi pertandingan yang berlangsung berjam-jam.

Sebab, penurunan stamina berpotensi memengaruhi konsentrasi dan ketepatan atlet dalam mengambil keputusan di meja pertandingan.

Pada nomor snooker 6 red, Maulana masih memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Namun, Weli mengakui persaingan di nomor tersebut cukup seimbang.

Menurutnya, atlet dari Grobogan dan Pekalongan menjadi lawan yang patut diwaspadai karena memiliki pengalaman pertandingan yang relatif lebih tinggi.

“Kalau melihat lawan-lawan yang ada, yang cukup berat berasal dari Grobogan dan Pekalongan. Jam terbang kedua atlet itu relatif lebih tinggi,” ungkapnya.

Selain snooker, peluang medali juga diharapkan datang dari nomor carom yang diikuti Hanarto.

Weli menilai pengalaman Hanarto menjadi salah satu modal penting untuk bersaing dengan atlet dari daerah lain.

“Kalau di carom, Pak Narto seharusnya punya peluang cukup tinggi untuk mendapatkan medali karena dari sisi pengalaman dia lebih unggul,” ujarnya.

Peluang lainnya datang dari nomor 10 ball putri. Weli menilai atlet putri Kota Semarang memiliki kesempatan untuk melangkah hingga babak final jika mampu menjaga performa sepanjang pertandingan.

“Untuk nomor 10 ball putri, peluangnya cukup tinggi. Targetnya minimal bisa mencapai final. Pertandingannya dijadwalkan pukul 15.00 WIB,” kata Weli.

Meski demikian, target tersebut tetap bergantung pada hasil pertandingan dan kemampuan atlet menjaga konsistensi permainan.

Tim pelatih berharap seluruh pemain mampu menjalankan strategi dengan baik, menjaga konsentrasi, serta menghindari penurunan stamina akibat jadwal pertandingan yang padat.

Bagi kontingen biliar KONI Kota Semarang, perjuangan di Porprov XVII Jawa Tengah 2026 tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan strategi permainan.

Ketahanan fisik, pengendalian emosi, serta konsistensi selama pertandingan panjang juga menjadi faktor penting dalam persaingan menuju podium.

Dengan tiga medali perunggu yang telah diamankan, tim biliar Kota Semarang kini berupaya memaksimalkan peluang dari nomor-nomor yang tersisa.

Weli berharap seluruh atlet dapat menjaga kondisi tubuh dan mental agar mampu tampil optimal hingga rangkaian pertandingan berakhir.

Fokus tim saat ini bukan sekadar mempertahankan hasil yang telah diraih, melainkan juga membuka peluang menambah medali bagi Kota Semarang di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi di Jawa Tengah tersebut.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI