Beban Keuangan Turun ke US$13,7 Juta, PGN Tunjukkan Disiplin Finansial di 2026
Subholding gas dari PT Pertamina (Persero) ini berhasil menjaga stabilitas keuangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan kas serta menerapkan strategi pembiayaan yang efisien. Hasilnya, PGN mampu menurunkan beban keuangan menjadi US$ 13,7 juta
WAWASAN.NEWS, JAKARTA - Di tengah tekanan dinamika global yang dipengaruhi fluktuasi nilai tukar dan harga energi, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) tetap menunjukkan ketahanan kinerja melalui pengelolaan keuangan yang disiplin dan strategi likuiditas yang prudent pada Triwulan I 2026.
Subholding gas dari PT Pertamina (Persero) ini berhasil menjaga stabilitas keuangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan kas serta menerapkan strategi pembiayaan yang efisien.
Hasilnya, PGN mampu menurunkan beban keuangan menjadi US$ 13,7 juta.
Selain itu, berbagai rasio keuangan utama juga terjaga pada level yang sehat.
Tercatat, rasio EBITDA terhadap beban bunga mencapai 20,75 kali (x), sementara debt to equity ratio (DER) berada di level 29 persen.
Capaian ini mencerminkan struktur keuangan yang solid sekaligus ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.
Tak hanya itu, PGN juga mencatatkan arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta. Angka ini menunjukkan resiliensi operasional Perseroan sekaligus kemampuan dalam menjaga ketahanan finansial guna mendukung aktivitas operasional dan rencana pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh portofolio bisnis yang seimbang. Dalam situasi volatilitas harga energi global, kontribusi dari segmen hulu menjadi salah satu faktor penting yang menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan.
Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menegaskan bahwa kekuatan model bisnis domestik menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan global.
“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” ujar Catur.
Ke depan, PGN berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan infrastruktur serta meningkatkan fleksibilitas pasokan energi. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan pipa gas bumi serta pengembangan layanan beyond pipeline, seperti Liquefied Natural Gas (LNG) dan Compressed Natural Gas (CNG).
Selain itu, Perseroan juga akan melanjutkan pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) guna memperluas akses energi yang lebih bersih, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Langkah strategis ini sejalan dengan upaya mendorong peran gas bumi sebagai energi transisi dalam mendukung target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah.
Dengan demikian, PGN tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda keberlanjutan energi nasional.
“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur.
Dengan strategi yang terukur dan fondasi keuangan yang kuat, PGN optimistis dapat terus menjaga kinerja yang solid sekaligus memperkuat perannya sebagai tulang punggung distribusi gas bumi nasional di tengah tantangan energi global yang dinamis.
***



