Amankan Energi Jatim, BPH Migas Usulkan Roadmap FSRU sebagai Penyangga Pasokan Gas Bumi

Upaya ini dipandang krusial untuk menjawab kebutuhan gas yang terus meningkat, khususnya bagi sektor industri, ketenagalistrikan, dan rumah tangga.

Senin, 2 Februari 2026 - 14:45 WIB
Amankan Energi Jatim, BPH Migas Usulkan Roadmap FSRU sebagai Penyangga Pasokan Gas Bumi

WAWASAN.NEWS, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan roadmap pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) sebagai langkah strategis dalam memperkuat keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur.

Upaya ini dipandang krusial untuk menjawab kebutuhan gas yang terus meningkat, khususnya bagi sektor industri, ketenagalistrikan, dan rumah tangga.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa keberadaan FSRU maupun fasilitas regasifikasi lainnya akan menjadi penopang utama pasokan gas berbasis Liquefied Natural Gas (LNG) yang terintegrasi dengan jaringan pipa gas eksisting di Jawa Timur.

“FSRU berperan sebagai sumber pasokan tambahan yang fleksibel untuk meningkatkan reliability penyaluran gas, khususnya di wilayah dengan kebutuhan besar seperti Jawa Timur,” ujar Wahyudi saat kunjungan kerja BPH Migas di Surabaya, Jumat (30/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, BPH Migas tidak hanya membahas strategi penguatan sistem pasokan gas bumi regional, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap penyaluran gas yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Pemantauan ini dilakukan pasca planned shutdown dari pemasok gas yang bertujuan untuk kegiatan perawatan (maintenance), guna memastikan distribusi gas kepada pelanggan tetap berjalan optimal.

Wahyudi menjelaskan bahwa tingkat penyerapan gas bumi di Jawa Timur melalui jaringan transmisi menunjukkan tren kebutuhan yang tinggi dan stabil. Rata-rata penyaluran gas di wilayah ini tercatat mencapai sekitar 413,88 BBTUD, angka yang mencerminkan peran vital gas bumi dalam mendukung aktivitas ekonomi serta menjaga ketahanan energi regional.

“Dengan kebutuhan yang besar dan terus tumbuh, sistem pasokan gas harus diperkuat melalui diversifikasi sumber energi. LNG yang disalurkan melalui FSRU dapat menjadi buffer strategis untuk menjaga kontinuitas penyaluran gas, terutama saat terjadi gangguan pasokan dari sumber utama,” jelasnya.

Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur FSRU juga dinilai sejalan dengan upaya pemerataan energi dan mendukung agenda transisi energi nasional. Integrasi antara jaringan pipa gas dan pasokan LNG diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi gas yang lebih fleksibel, andal, dan merata di seluruh Jawa Timur.

Dengan sistem pasokan yang semakin kuat, sektor industri di Jawa Timur diharapkan dapat berkembang lebih optimal dan berdaya saing tinggi. Selain itu, ekosistem gas bumi yang terbangun juga diyakini mampu memberikan kepastian energi bagi pelaku usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“FSRU bukan hanya soal tambahan pasokan, tetapi bagian dari strategi jangka menengah dan panjang untuk menciptakan sistem energi yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI