Festival Tunas Bahasa Ibu, Taj Yasin Hadiahi Siswa yang Bisa Berbahasa Jawa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:26 WIB
Festival Tunas Bahasa Ibu, Taj Yasin Hadiahi Siswa yang Bisa Berbahasa Jawa

SEMARANG – Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diselenggarakan di Balai Bahasa Jawa Tengah, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026).

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan ratusan siswa serta guru dari kabupaten/kota tersebut, berlangsung meriah.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin memberikan hadiah kepada dua siswa sekolah dasar (SD) yang mampu menghitung dengan berbahasa Jawa dengan benar.

Momen tersebut bermula ketika Taj Yasin menyampaikan, Pemprov Jateng masih menerapkan kebijakan penggunaan bahasa Jawa setiap Kamis. Dia kemudian mengundang dua siswa ke atas panggung, untuk menunjukkan kemampuan mereka berbahasa Jawa.

Kedua siswa tersebut adalah Lintang dari SD Negeri Grogolsari, Kabupaten Pati, dan Mayo dari SD Hj Isriati, Kota Semarang.

“Coba menghitung 1 sampai 25, pakai bahasa Jawa,” kata Taj Yasin, yang hadir mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.

Lintang dan Mayo mengawali hitungan dengan lancar. Namun, ketika melewati angka 20, keduanya keliru menyebut urutan bilangan dengan mengatakan “loro siji”. Kesalahan tersebut sontak mengundang gelak tawa para tamu undangan, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Taj Yasin kemudian membetulkan hitungan mereka sekaligus mengajari keduanya. Setelah itu, dia menawarkan hadiah kepada kedua siswa tersebut.

Lintang meminta sepeda, sedangkan Mayo memilih uang Rp2 juta. Taj Yasin pun meminta ajudannya menindaklanjuti permintaan tersebut.

“Mas, nanti dikasih ya, Mas,” ujar Taj Yasin kepada ajudannya.

Kedua siswa itu menyambut gembira hadiah yang dijanjikan. Lintang mengaku senang, karena bisa mendapatkan sepeda baru untuk jalan-jalan.

“Senang (dapat sepeda), buat jalan-jalan. Makasih karena sudah dikasih sepeda baru,” kata Lintang.

Sementara itu, Mayo mengatakan uang yang dimintanya akan diberikan kepada orang tuanya.

“Uangnya mau buat orang tua, terima kasih sekali,” ujar Mayo.

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang mencuri perhatian dalam pembukaan FTBI Jawa Tengah 2026. Festival itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah, sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahasa ibu.

Sebagai informasi, FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa SD dan SMP, yang merupakan juara pertama dari tingkat kabupaten/kota. Mereka didampingi 70 guru dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Festival berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan kampus Universitas Ngudi Waluyo. Sejumlah cabang yang dilombakan meliputi menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerkak, mendongeng, berpidato, nembang macapat, serta komedi tunggal.(Humas Jateng)*ul

redaksi www.wawasan.news
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI
Baca berita terkini dan terbaru hari ini langsung via smartphone kamu. Pilih saluran Google News dan Ikuti Saluran kami di Whatsapp DISINI