Bangganya Orang Tua Lihat Anak Dikalungi Medali Emas pada Porprov Jateng
KENDAL – Rasa bangga tak bisa disembunyikan Satriyo Indarto dan istrinya, Sri Ekaningsih saat melihat putra mereka, Daffa Indika Haidar, meraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026, di Stadion Utama Kendal. Bagi pasangan asal Surakarta tersebut, medali itu bukan sekadar penghargaan atas kemenangan, melainkan buah dari kedisiplinan dan perjuangan panjang sang anak dalam menekuni olahraga panahan.
Sebagai orang tua, Satriyo dan Sri menyadari, perjalanan Daffa hingga mencapai prestasi tersebut membutuhkan proses yang tidak singkat. Mereka melihat sendiri bagaimana putranya terus berlatih dan menjaga kedisiplinan, demi meningkatkan kemampuan. Kehadiran Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah pun dinilai memberikan dukungan besar bagi perkembangan Daffa sebagai atlet sekaligus pelajar.
“Alhamdulillah, sejak masuk di PPLOP prestasi anak saya cabang panahan sangat meningkat drastis karena sekarang memang di PPLOP programnya sangat terukur, sangat sistematis, kemudian kurikulum sekolahnya juga menyesuaikan jadwal latihan,” ujar Satriyo, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pengaturan jadwal sekolah yang menyesuaikan kebutuhan latihan menjadi salah satu keunggulan pembinaan di PPLOP. Atlet bisa menjalani pendidikan akademis, sekaligus mendapatkan waktu latihan yang memadai untuk mengembangkan kemampuan.
“Kami bangga menjadi orangtua yang melihat anaknya berprestasi,” tuturnya.
Sri Ekaningsih juga merasakan manfaat dari pola pembinaan tersebut. Menurutnya, kedisiplinan yang telah dibiasakan sejak kecil kini semakin terjaga. Lingkungan PPLOP membantu Daffa berlatih secara maksimal, tanpa harus kesulitan membagi waktu antara sekolah dan olahraga.
“Kalau di luar PPLOP kan latihannya susah karena membagi waktu antara sekolah sama latihan. Kalau di PPLOP bisa maksimal latihannya,” tuturnya.
Kebanggaan kedua orang tua itu semakin bertambah, karena prestasi Daffa tidak hanya terlihat pada Porprov Jateng 2026. Atlet panahan asal Surakarta tersebut juga pernah meraih medali perak dan perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Aceh. Dalam kejuaraan nasional yang diikutinya belum lama ini, dia berhasil menempati peringkat ketiga.
Bagi Sri, prestasi yang diraih putranya juga membuka harapan untuk melangkah lebih jauh. Dia ingin Daffa bisa menembus pemusatan latihan nasional (pelatnas), sehingga memiliki kesempatan untuk mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional.
“Harapan saya anak saya bisa masuk pelatnas,” ungkapnya.
Di balik kebanggaan orang tuanya, perjalanan Daffa menekuni panahan ternyata bermula dari hal sederhana. Dia tertarik setelah melihat teman-temannya berlatih memanah di Solo. Awalnya hanya ingin mencoba, tetapi lama-kelamaan ia justru semakin menyukai olahraga tersebut.
“Awal-awal cuma lihat-lihat teman-teman pada manah, terus habis itu coba-coba manah, lah, terus ketagihan sampai sekarang,” kata Daffa.
Dia mengawali latihan di Lapangan Panahan Jagalan Pedresto, Solo. Setelah itu, saat SMP, Daffa mengikuti pembinaan melalui program sentra olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ketika melanjutkan pendidikan SMA, ia bergabung dengan PPLOP Jawa Tengah, untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
Selama menjalani pembinaan di PPLOP, Daffa mendapatkan dukungan berupa fasilitas latihan, sekolah, tempat tinggal di asrama, hingga kebutuhan makan. Seluruh fasilitas tersebut diberikan secara gratis, sehingga dia dapat lebih fokus menjalani pendidikan dan latihan.
“Cukup membantu. Dari mulai fasilitas yang diberikan, biaya latihan dan tempat tinggal, semuanya gratis,” jelasnya.
Daffa juga mengapresiasi kualitas para pelatih yang mendampinginya. Menurutnya, dukungan pelatih dan fasilitas pembinaan, menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kemampuannya sebagai atlet.
Untuk menjaga performa, Daffa menjalani latihan setiap hari, baik pagi maupun sore. Disiplin tersebut menjadi bagian dari persiapannya menghadapi kompetisi, termasuk Porprov Jateng 2026 yang kembali mengantarkannya meraih medali emas.
Medali emas Porprov bukan menjadi tujuan akhir bagi Daffa. Dia justru memasang target lebih tinggi, yakni menembus tim nasional panahan Indonesia dan tampil di kejuaraan internasional. SEA Games dan Asian Games menjadi bagian dari impiannya. Bahkan, dia ingin suatu hari bisa tampil di Olimpiade, dan meraih medali emas untuk Indonesia.
“Targetnya masuk ke Timnas Panahan Indonesia. Kejuaraan internasional, SEA Games, Asian Games, dan paling tinggi Olimpiade. Medali emas Olimpiade,” tandas Daffa.
Seperti diketahui, PPLOP kemudian dikembangkan bekerja bareng dengan Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan (SMANKO) Jawa Tengah, yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada 2025 lalu. Sekolah tersebut sebagai wadah bagi para atlet muda untuk terus mengasah bakat di bidang olahraga, sekaligus menempuh pendidikan formal. (Wk/Ul, Diskomdigi Jateng)



