<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">

<channel>

<title>Wawasan News &#45; : Edukasi</title>
<link>https://wawasan.news</link>
<description>Wawasan News &#45; : Edukasi</description>

<language>id</language>

<atom:link href="https://wawasan.news/rss/category/edukasi" rel="self" type="application/rss+xml"/>

<lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 19:25:01 +0700</lastBuildDate>

<ttl>5</ttl>

<image>
<title>Wawasan News &#45; : Edukasi</title>
<link>https://wawasan.news</link>
<url>https://wawasan.news/uploads/logo/logo_680648a783e9e7-20956968.png</url>
</image>

<dc:rights>©2025 GALERI MEDIA</dc:rights>



<item>

<title><![CDATA[Dibekali Kompetensi Hadapi Industri Maritim GLOBAL, 191 Perwira PBA Semarang Siap Berlayar di Dunia Kerja]]></title>

<link>https://wawasan.news/dibekali-kompetensi-hadapi-industri-maritim-global-191-perwira-pba-semarang-siap-berlayar-di-dunia-kerja</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dibekali-kompetensi-hadapi-industri-maritim-global-191-perwira-pba-semarang-siap-berlayar-di-dunia-kerja</guid>

<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 16:59:57 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Tak hanya dilepas untuk memasuki dunia kerja, para lulusan tersebut dibekali kompetensi yang disiapkan untuk menghadapi perubahan cepat industri pelayaran, termasuk tuntutan menuju green maritime industry dan penerapan teknologi pintar di sektor kemaritiman.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6ab7976d27178.jpg" length="105362" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6ab7976d27178.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dibekali Kompetensi Hadapi Industri Maritim GLOBAL, 191 Perwira PBA Semarang Siap Berlayar di Dunia Kerja]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6ab7976d27178.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS SEMARANG</strong> – Sebanyak 191 perwira pelayaran niaga lulusan Politeknik Bumi Akpelni (PBA) Semarang resmi dikukuhkan di Auditorium UTC Semarang, Jumat (25/9/2026).</p>
<div>Tak hanya dilepas untuk memasuki dunia kerja, para lulusan tersebut dibekali kompetensi yang disiapkan untuk menghadapi perubahan cepat industri pelayaran, termasuk tuntutan menuju green maritime industry dan penerapan teknologi pintar di sektor kemaritiman.<br><br>Pengukuhan mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Menghasilkan Generasi Maritim Unggul, Berdampak dan Berdaya Saing Global Menuju Era Green and Smart Maritime Industry.”<br><br>Direktur PBA Semarang, Dr Capt Cahya Fajar Budi Hartanto, M.Mar., M.Si., mengatakan tema tersebut mencerminkan kebutuhan akan kolaborasi dalam menyiapkan sumber daya manusia kemaritiman.</div>
<div>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x_6ab7974b01d4e.jpg" alt=""></p>
<p><span>Menurutnya, kampus tidak dapat bekerja sendiri untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Kerja sama dengan pemerintah, perusahaan, alumni hingga media diperlukan agar pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan.</span><br><br><span>“Diperlukan sinergi kuat antara kampus, industri, pemerintah, dan media untuk mencetak lulusan berkualitas,” ujar Cahya.</span><br><br><strong>Lulusan Dituntut Punya Dampak</strong><br><span>Cahya mengatakan PBA tidak hanya menargetkan lulusan yang terserap lapangan pekerjaan. Para perwira juga diharapkan mampu memberikan dampak bagi keluarga, masyarakat hingga negara.</span><br><br><span>Kemampuan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kontribusi ekonomi keluarga setelah bekerja serta peluang menghasilkan devisa ketika para pelaut Indonesia bekerja di kapal-kapal internasional.</span><br><br><span>Sementara itu, daya saing global berarti lulusan harus mampu memenuhi standar dan kebutuhan perusahaan pelayaran internasional yang persaingannya semakin ketat.</span><br><br><span>Tantangan tersebut semakin besar karena industri maritim sedang bergerak menuju konsep Green Port, Green Shipping, Smart Port, serta penggunaan sistem otomasi pada kapal.</span><br><br><span>Perubahan regulasi terkait emisi, pemanfaatan bahan bakar gas dan perkembangan autonomous ship turut mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan penyesuaian.</span><br><br><span>PBA menjalankan kurikulum Kementerian Perhubungan yang mengacu pada standar International Maritime Organization (IMO). Materi pembelajaran juga diperkuat melalui fasilitas praktik yang dibuat semakin mendekati kondisi industri.</span><br><br><strong>Porsi Praktik 60-70 Persen</strong><br><span>Sebagai institusi pendidikan vokasi, PBA memberikan porsi pembelajaran praktik sekitar 60 hingga 70 persen.</span><br><br><span>Selain kompetensi dan sertifikasi dasar pelaut, taruna juga mendapat bekal tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.</span><br><br><span>Untuk mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal, misalnya, tersedia sertifikasi wiring diagram guna memperkuat kemampuan di bidang kelistrikan.</span><br><br><span>Kemampuan komunikasi juga menjadi perhatian. PBA menyediakan program intensif Akpelni English Conversation Course untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para taruna.</span><br><br><span>Menurut Cahya, kompetensi pelaut kini semakin spesifik. Sertifikat dasar saja tidak selalu cukup karena setiap jenis kapal dapat memiliki tuntutan kompetensi berbeda.</span><br><br><span>Kapal pengangkut gas atau gas carrier membutuhkan perwira dengan kompetensi khusus. Kapal yang membawa muatan berbahaya juga membutuhkan sertifikasi tertentu.</span><br><br><span>Sementara awak kapal penumpang dituntut memiliki kompetensi Crisis and Crowd Management.</span><br><br><span>“Navigasi secara umum sama, tapi ketika bicara penanganan muatan, itu sudah sangat spesifik,” tegasnya.</span><br><br><strong>Kesempatan Kerja Internasional Terbuka</strong><br><span>Di tengah perubahan industri, peluang bagi pelaut Indonesia untuk bekerja di luar negeri masih terbuka.</span><br><br><span>Cahya menyebut perubahan minat masyarakat di sejumlah negara seperti Belanda dan Jepang terhadap profesi pelaut menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan tenaga kerja dari Asia.</span><br><br><span>Selain Indonesia, Filipina, China dan Vietnam merupakan negara yang memiliki sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja pelayaran internasional.</span><br><br><span>Karena itu, PBA terus berupaya mendekatkan lulusan dengan industri.</span><br><br><span>Salah satu langkah yang dilakukan adalah membentuk Unit Pengembangan Kerjasama dan Pusat Karir sejak sekitar tiga tahun terakhir.</span><br><br><span>Keberadaan unit tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antara kampus dengan industri sekaligus membantu memastikan lulusan memiliki akses lebih luas terhadap peluang kerja.</span><br><br><span>“Kepercayaan masyarakat selalu meningkat dari tahun ke tahun,” kata Cahya.</span><br><br><strong>Sejumlah Mitra Berikan Dukungan</strong><br><span>Prosesi wisuda dan pengukuhan 191 perwira PBA Semarang turut mendapat dukungan dari sejumlah mitra dan pihak terkait.</span><br><br><span>Mereka di antaranya Bank Mandiri Cabang Kariadi, CV Gotro Mulyo, BNI Cabang Mayjend. Sutoyo, Seni Ukir Budaya Malaysia, DPC Corp Alumni Akpelni Semarang, PT GAP Logistic, Abadi Mitra Catering, Janitra Catering, serta Amy Faza Catering.</span><br><br><span>Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai unsur dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia kemaritiman.</span><br><br><span>Dengan bekal pendidikan vokasi, sertifikasi tambahan dan pengalaman praktik, 191 perwira yang dikukuhkan diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya di industri pelayaran nasional maupun internasional.</span><br><br><span>Pengukuhan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membawa kompetensi yang diperoleh di kampus ke tengah industri maritim yang terus bergerak menuju era green dan smart maritime industry.</span></p>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dies Natalis ke-62, Politeknik Bumi Akpelni Perkuat Pendidikan Kemaritiman Berbasis Industri]]></title>

<link>https://wawasan.news/dies-natalis-ke-62-politeknik-bumi-akpelni-perkuat-pendidikan-kemaritiman-berbasis-industri</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dies-natalis-ke-62-politeknik-bumi-akpelni-perkuat-pendidikan-kemaritiman-berbasis-industri</guid>

<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 09:04:29 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Industri membutuhkan lulusan yang bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi serta menerapkan keterampilan sesuai kondisi lapangan.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aac9a988d469.jpg" length="102556" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aac9a988d469.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dies Natalis ke-62, Politeknik Bumi Akpelni Perkuat Pendidikan Kemaritiman Berbasis Industri]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aac9a988d469.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Enam dekade lebih perjalanan Politeknik Bumi Akpelni (PBA) menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia di sektor pelayaran, kemaritiman dan logistik.</span><br><span></span></p>
<p><span>Memasuki usia ke-62, PBA menegaskan komitmennya untuk terus menyesuaikan proses pendidikan dengan perubahan kebutuhan industri. Hal tersebut disampaikan dalam puncak Dies Natalis ke-62 PBA yang diisi dengan upacara dan apel taruna.</span><br><br><span>Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Aisyah Endah Palupi, sebagai inspektur upacara.</span><br><br><span>Kehadiran Prof Aisyah dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang PBA dalam mengembangkan pendidikan di bidang kemaritiman.</span><br><br><span>Prof Aisyah menyampaikan ucapan selamat kepada PBA yang telah mencapai usia 62 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan kematangan institusi sekaligus memperlihatkan adanya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang diselenggarakan.</span><br><br><span>"Saya sampaikan selamat untuk Kampus PBA, dan di tengah usianya yang semakin matang menjadi pilihan banyak orang melanjutkan studi ke perguruan tinggi," ujar Prof Aisyah didampingi Direktur PBA, Capt Cahya Fajar Budi Hartanto MMar MSi.</span><br><br><strong>Pendidikan Maritim Dinilai Tetap Strategis</strong></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x_6aac9a9ec9c1e.jpg" alt=""></p>
<p><span>Prof Aisyah menilai kebutuhan terhadap pendidikan pelayaran dan kemaritiman akan terus ada. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat sektor tersebut memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas antardaerah.</span><br><br><span>"Kita semua tahu Indonesia adalah negara kepulauan, kondisi ini menjadikan pendidikan di bidang pelayaran dan kemaritiman sangat dibutuhkan dari waktu ke waktu," katanya.</span><br><br><span>Ia pun mengingatkan para taruna untuk tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.</span><br><br><span>Perubahan teknologi yang berlangsung cepat menuntut mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas diri.</span><br><br><span>Teknologi informasi dan digitalisasi kini semakin masuk ke berbagai aktivitas kemaritiman. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu modal penting bagi lulusan ketika memasuki dunia profesional.</span><br><br><span>Prof Aisyah berharap lulusan PBA mampu memberikan kontribusi lebih luas setelah menyelesaikan pendidikan.</span><br><br><span>"Keinginannya lulusan Politeknik Bumi Akpelni tidak hanya menjadi yang terbaik, melainkan melakukan perubahan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju," tuturnya.</span><br><br><span>Para lulusan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sektor pelayaran dan kemaritiman nasional menuju Indonesia Emas 2045.</span><br><br><span>Prof Aisyah juga mengungkapkan rasa bangga ketika memimpin upacara dengan mengenakan seragam kebesaran perwira maritim dan pelayaran.</span><br><br><span>Menurutnya, momentum tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat para taruna untuk menekuni profesi di sektor kemaritiman.</span><br><br><strong>PBA Fokus pada Tiga Aspek</strong><br><span>Sementara itu, Direktur PBA Capt Cahya Fajar Budi Hartanto mengatakan pengembangan kampus saat ini diarahkan pada tiga aspek, yaitu kompetensi, sinergi dan inovasi.</span><br><br><span>Kompetensi menjadi dasar penting karena lulusan harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang profesinya.</span><br><br><span>Sejak menjalani pendidikan, para taruna dibekali pengetahuan dan teknologi modern agar memiliki kesiapan ketika nantinya memasuki dunia kerja.</span><br><br><span>"Kompetensi erat kaitannya dengan keunggulan dan kemampuan yang memadai, mendukung berbagai tugas keprofesian," jelas Capt Cahya Fajar.</span><br><br><span>Selain meningkatkan kompetensi, PBA juga memperkuat hubungan dengan berbagai pihak.</span><br><br><span>Jejaring tersebut dibangun tidak hanya dalam lingkup regional dan nasional, tetapi juga diarahkan ke tingkat global.</span><br><br><span>Salah satu bentuk kerja sama yang dilakukan PBA adalah menggandeng Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (ALFI/ILFA).</span><br><br><span>Organisasi tersebut merupakan asosiasi yang menaungi pelaku usaha di sektor jasa logistik, freight forwarding dan kepabeanan di Indonesia.</span><br><br><span>Kerja sama dengan asosiasi industri menjadi salah satu cara PBA untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan dunia profesional.</span><br><br><strong>Dunia Kerja Semakin Membutuhkan Lulusan Siap Pakai</strong><br><span>Perubahan industri juga menjadi alasan PBA terus mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.</span><br><br><span>Capt Cahya Fajar menjelaskan, perkembangan dunia pelayaran kini berlangsung semakin cepat. Digitalisasi tidak hanya berpengaruh terhadap operasional kapal, tetapi juga merambah sektor pendukung seperti administrasi dokumen, pergudangan dan sistem logistik.</span><br><br><span>Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan adaptasi teknologi semakin meningkat.</span><br><br><span>Industri membutuhkan lulusan yang bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengoperasikan teknologi serta menerapkan keterampilan sesuai kondisi lapangan.</span><br><br><span>Karena itu, muncul kebutuhan terhadap lulusan dengan konsep plug and play, yakni memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka langsung bekerja tanpa harus mendapatkan pelatihan panjang dari perusahaan.</span><br><br><span>"Plug and play, sehingga ketika lulus tidak perlu dilatih dan siap bekerja," ujar Capt Cahya Fajar.</span><br><br><span>Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PBA berupaya menghadirkan fasilitas pembelajaran yang menyerupai kondisi industri.</span><br><br><span>Kampus menyediakan mesin simulator serta berbagai peralatan dan aplikasi terbaru yang dapat digunakan mahasiswa dalam proses pembelajaran.</span><br><br><span>Fasilitas tersebut memungkinkan taruna memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan situasi yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia profesional.</span><br><br><strong>Sinergi Pendidikan dan Industri Terus Diperluas</strong><br><span>Pengembangan sarana pembelajaran juga berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar.</span><br><br><span>PBA terus mendorong peningkatan kualitas dosen agar proses pendidikan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan industri.</span><br><br><span>Menurut Capt Cahya Fajar, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pendidikan kemaritiman yang relevan.</span><br><br><span>Melalui jejaring tersebut, kampus dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri sekaligus membuka ruang pengembangan pengalaman bagi para taruna.</span><br><br><span>Sinergi dengan asosiasi seperti ALFI/ILFA menjadi salah satu langkah untuk memperkuat hubungan antara pendidikan kemaritiman dengan sektor logistik dan forwarding.</span><br><br><span>Di tengah perkembangan teknologi digital, kolaborasi semacam itu dinilai semakin penting agar lulusan tidak tertinggal dari perubahan yang terjadi di dunia kerja.</span><br><br><strong>62 Tahun Perjalanan dan Tantangan ke Depan</strong><br><span>Puncak Dies Natalis ke-62 PBA bukan hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga momentum untuk melihat tantangan pendidikan kemaritiman ke depan.</span><br><br><span>Kebutuhan tenaga profesional di sektor pelayaran, logistik dan kemaritiman terus berkembang seiring perubahan teknologi dan dinamika industri.</span><br><br><span>PBA berupaya merespons perubahan tersebut melalui penguatan kompetensi taruna, perluasan jejaring kerja sama, peningkatan kualitas dosen serta penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi.</span><br><br><span>Dengan pendekatan tersebut, pendidikan di PBA diarahkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tenaga profesional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.</span><br><br><span>Memasuki usia 62 tahun, PBA pun melanjutkan perjalanan dengan memperkuat pendidikan yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja.</span><br><br><span>Para taruna diharapkan dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang menopang sektor pelayaran, kemaritiman dan logistik nasional, sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Kampus Pertama di Jateng-DIY, BINUS Semarang Buka Prodi AI, Bidik Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi]]></title>

<link>https://wawasan.news/kampus-pertama-di-jateng-diy-binus-semarang-buka-prodi-ai-bidik-talenta-yang-tak-sekadar-jadi-pengguna-teknologi</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/kampus-pertama-di-jateng-diy-binus-semarang-buka-prodi-ai-bidik-talenta-yang-tak-sekadar-jadi-pengguna-teknologi</guid>

<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 11:13:24 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aab68b07ffc2.jpg" length="107499" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aab68b07ffc2.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Kampus Pertama di Jateng-DIY, BINUS Semarang Buka Prodi AI, Bidik Talenta yang Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aab68b07ffc2.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, </strong><span>Ledakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah kebutuhan dunia kerja sekaligus kompetensi yang harus dimiliki generasi muda.</span><br><br><span>Melihat perubahan tersebut, BINUS University Semarang mengambil langkah dengan membuka program studi yang secara khusus berfokus pada bidang Artificial Intelligence.</span><br><br><span>Program tersebut diperkenalkan melalui talkshow bertajuk “Generale: Navigating The Next Tech Wave, Securing High Demand Careers in the Era of AI” sekaligus peluncuran Prodi AI yang berlangsung di BINUS University Semarang, Rabu (16/9/2026).</span><br><br><span>Dekan School of Computer Science BINUS University sekaligus Professor in Artificial Intelligence, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, mengatakan hadirnya program studi AI merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perubahan teknologi.</span><br><br><span>Menurut Derwin, perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemunculan teknologi generatif AI bahkan telah membuat kemampuan mesin berkembang jauh melampaui sekadar melakukan kalkulasi.</span><br><br><span>“Perubahan selalu terjadi, tetapi belum pernah secepat ini. Setelah Covid-19, perkembangan teknologi menjadi sangat cepat dan sampai sekarang kecepatannya justru semakin luar biasa,” ujar Derwin.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x_6aab68b1ccde5.jpg" alt=""></p>
<p><strong>Jangan Berhenti Jadi Pengguna AI</strong><br><span>Derwin menilai perkembangan AI membuat generasi muda perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam. Kemampuan mengoperasikan berbagai aplikasi berbasis AI saja dinilai belum cukup untuk menghadapi perubahan teknologi yang terus berlangsung.</span><br><br><span>Ia mendorong generasi muda untuk mempelajari bagaimana AI dibangun dan bekerja, bukan sekadar memanfaatkan berbagai tools yang sudah tersedia.</span><br><br><span>“Buat saya, opsinya adalah belajar AI-nya. Bukan hanya belajar menggunakan tools-nya, tetapi belajar AI-nya,” katanya.</span><br><br><span>Menurut dia, kemampuan menggunakan platform AI tetap penting. Namun, pemahaman mengenai konsep dasar, data, algoritma, serta proses pengembangan AI akan memberikan fondasi yang lebih kuat.</span><br><br><span>Dengan bekal tersebut, generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki peluang untuk menghasilkan karya, mengembangkan sistem baru, hingga menciptakan inovasi yang dibutuhkan masyarakat dan industri.</span><br><br><strong>Indonesia Didorong Jadi Produsen Teknologi</strong><br><span>Potensi AI tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi. Derwin juga melihat adanya peluang ekonomi yang sangat besar di balik industri tersebut.</span><br><br><span>Saat ini, masyarakat Indonesia menjadi pengguna berbagai layanan AI yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi global. Berbagai layanan tersebut bahkan menjadi produk yang harus dibayar oleh pengguna.</span><br><br><span>Kondisi itu, menurut Derwin, seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk mulai meningkatkan kemampuan dalam menciptakan teknologi AI sendiri.</span><br><br><span>“Jangan menjadikan Indonesia terus-menerus sebagai pengguna AI. Saya mendorong orang-orang di Indonesia mulai melihat bagaimana AI itu dibuat, bukan hanya bagaimana AI itu dipakai,” tegasnya.</span><br><br><span>Karena itu, pendidikan menjadi salah satu bagian penting untuk membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memahami penggunaan AI, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi tersebut.</span><br><br><strong>Pertama di Jawa Tengah dan DIY</strong><br><span>Campus Director BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan pembukaan program studi AI menjadi bagian dari langkah BINUS dalam menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri pada masa mendatang.</span><br><br><span>Menurut Fredy, hampir seluruh sektor akan bersentuhan dengan perkembangan kecerdasan buatan. Karena itu, pemahaman mengenai teknologi AI menjadi semakin penting agar masyarakat tidak hanya berada pada posisi pengguna.</span><br><br><span>“Semua sektor penting. Kalau kita tidak mengerti AI dan bagaimana cara kerjanya, kita akan terus-menerus menjadi pengguna,” ujarnya.</span><br><br><span>Kehadiran program pendidikan yang berfokus pada AI di BINUS University Semarang diharapkan turut membangun ekosistem talenta digital di wilayah Jawa Tengah dan DIY.</span><br><br><span>Program tersebut juga diharapkan menjadi salah satu pilihan bagi siswa SMA yang ingin mempersiapkan kompetensi sejak dini menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.</span><br><br><span>BINUS University Semarang optimistis dapat menjaring sekitar 30 hingga 40 mahasiswa baru pada tahun pertama program studi tersebut.</span><br><br><span>Dengan semakin luasnya penerapan AI di berbagai sektor, pendidikan di bidang kecerdasan buatan diharapkan mampu melahirkan talenta yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi.</span><br><br><span>Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk mencetak generasi yang memahami fondasi AI sekaligus memiliki kemampuan menciptakan inovasi dan solusi berbasis kecerdasan buatan dari Indonesia.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dari Limbah Jadi Inovasi, Pemuda Pilangrejo Sulap Kulit Singkong Menjadi Edible Plastic]]></title>

<link>https://wawasan.news/dari-limbah-jadi-inovasi-pemuda-pilangrejo-sulap-kulit-singkong-menjadi-edible-plastic</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dari-limbah-jadi-inovasi-pemuda-pilangrejo-sulap-kulit-singkong-menjadi-edible-plastic</guid>

<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 14:36:14 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi edible plastic menjadi salah satu contoh bahwa persoalan limbah dapat didekati melalui kreativitas dan inovasi sederhana.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aa5014bbc93c.jpg" length="120913" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aa5014bbc93c.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dari Limbah Jadi Inovasi, Pemuda Pilangrejo Sulap Kulit Singkong Menjadi Edible Plastic]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x580_6aa5014bbc93c.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS</strong>, Apa yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diubah menjadi inovasi bernilai guna. </p>
<p>Di Dusun Klego, Desa Pilangrejo, Kabupaten Boyolali, limbah kulit singkong diolah menjadi edible plastic yang berpotensi digunakan sebagai alternatif kemasan makanan.</p>
<p>Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Tim PKM-PM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama Karang Taruna Dusun Klego Pilangrejo.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, tim PKM-PM UPGRIS mendapat pendampingan dari Dr. Maria Ulfah, S.Si., M.Pd. selaku dosen pembimbing. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu tim mempersiapkan, menjalankan, hingga mengevaluasi program yang telah dirancang.</p>
<p>Sementara, Tim PKM-PM UPGRIS dipimpin oleh Fransiska Putri Dwiyanti sebagai ketua tim. Ia bersama tiga anggota tim, yakni Ellysia Dwi Arini, Nadia Maliah Sativa, dan Aribah Anisa Nur Syafiqah.</p>
<p>Kegiatan tidak hanya berfokus pada keterampilan mengolah limbah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai penggunaan plastik konvensional, persoalan sampah plastik, serta potensi mikroplastik terhadap lingkungan.</p>
<p>Program ini menjadi ruang belajar bagi pemuda desa untuk melihat limbah dari sudut pandang berbeda.</p>
<p>Kulit singkong yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diperkenalkan sebagai sumber bahan baku berbasis pati yang dapat dikembangkan menjadi material alternatif untuk kemasan pangan tertentu.</p>
<p><strong>Edukasi Mikroplastik Sebelum Praktik</strong></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202609/image_870x_6aa5043a39f6e.jpg" alt=""></p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai plastik konvensional dan mikroplastik.</p>
<p>Para anggota Karang Taruna diajak memahami bagaimana penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan persoalan lingkungan. Edukasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengenalan edible plastic.</p>
<p>Tim PKM-PM menjelaskan karakteristik bahan serta jenis makanan yang sesuai untuk dikemas menggunakan produk tersebut.</p>
<p>Pemahaman mengenai karakteristik produk menjadi bagian penting dalam pelatihan.</p>
<p>"Edible plastic yang dibuat dari pati memiliki sifat yang berbeda dengan plastik konvensional sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi pangan," terang dosen pembimbing Dr Maria Ulfah.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, edible plastic diperkenalkan terutama untuk makanan kering dan bersuhu ruang.</p>
<p>Produk belum diarahkan untuk makanan panas atau berkuah karena sifatnya yang lebih sensitif terhadap kelembapan dan suhu tinggi.</p>
<p><strong>Kulit Singkong Diolah Menjadi Lembaran Edible Plastic</strong></p>
<p>Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta mulai mengikuti pelatihan pembuatan edible plastic.</p>
<p>Tim PKM-PM memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan sebelum mendemonstrasikan tahapan pembuatannya.</p>
<p>Proses dimulai dari ekstraksi pati yang berasal dari limbah kulit singkong. Pati kemudian diolah menggunakan formulasi yang telah disiapkan hingga menghasilkan larutan yang dapat dicetak.</p>
<p>Setelah melalui proses pencetakan dan pengeringan, terbentuk lembaran edible plastic yang dapat digunakan sebagai contoh alternatif kemasan pangan. Kegiatan dibuat secara interaktif.</p>
<p>Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga diberi kesempatan mencoba tahapan pembuatan secara langsung.</p>
<p>Keterlibatan tersebut menjadi tahap awal untuk mempersiapkan anggota Karang Taruna agar mampu melakukan proses produksi secara mandiri.</p>
<p><strong>Hasilnya Diamati dari Warna, Tekstur hingga Elastisitas</strong></p>
<p>Produk yang dihasilkan kemudian diamati untuk mengetahui karakteristik fisiknya. Beberapa aspek yang diperhatikan meliputi warna, ketebalan, tekstur, elastisitas, dan bau.</p>
<p>Hasil pengamatan menunjukkan edible plastic memiliki warna sedikit keruh dengan ketebalan yang sesuai.</p>
<p>Produk juga memiliki tekstur halus, bersifat elastis, dan tidak memiliki bau. </p>
<p>Pengamatan sederhana tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk mengenali karakteristik produk sekaligus memahami bahwa inovasi kemasan berbasis bahan alami membutuhkan proses pengujian dan penyesuaian sebelum digunakan secara lebih luas.</p>
<p>Pada tahap selanjutnya, produk dicoba sebagai wadah makanan kering bersuhu ruang.</p>
<p>Aplikasi tersebut menjadi contoh langsung bagi peserta mengenai penggunaan edible plastic sesuai karakteristiknya.</p>
<p><strong>Pemuda Desa Tak Sekadar Jadi Peserta</strong></p>
<p>Tahapan berikutnya menjadi bagian penting dari program pemberdayaan.</p>
<p>Anggota Karang Taruna melakukan praktik pembuatan edible plastic secara mandiri dengan pendampingan Tim PKM-PM UPGRIS. </p>
<p>Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengalami sendiri proses mengolah bahan baku hingga menjadi produk.</p>
<p>Pendekatan praktik langsung diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri peserta untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.</p>
<p> Bagi pemuda desa, pengalaman ini juga membuka perspektif baru bahwa kegiatan pengelolaan lingkungan dapat dikembangkan bersamaan dengan peningkatan keterampilan dan peluang pemanfaatan sumber daya lokal.</p>
<p><strong>Langkah Kecil Menuju Kemasan Lebih Ramah Lingkungan</strong></p>
<p>Pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi edible plastic menjadi salah satu contoh bahwa persoalan limbah dapat didekati melalui kreativitas dan inovasi sederhana.</p>
<p>Program yang dilakukan Tim PKM-PM UPGRIS bersama Karang Taruna Desa Pilangrejo tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus mendorong penggunaan alternatif kemasan pada jenis pangan yang sesuai.</p>
<p>Ke depan, inovasi tersebut masih dapat dikembangkan melalui penyempurnaan formulasi, pengujian karakteristik yang lebih komprehensif, serta eksplorasi pemanfaatan pada berbagai produk pangan.</p>
<p>Dari Dusun Klego, sebuah pesan sederhana muncul: limbah tidak selalu harus berakhir sebagai sampah.</p>
<p>Dengan pengetahuan, kreativitas, dan keterlibatan pemuda, limbah kulit singkong dapat diubah menjadi inovasi yang memiliki nilai guna. </p>
<p>Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi dapat menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata di tengah masyarakat.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[UPGRIS dan Sanggar Ponokawan Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Pelatihan Tembang dan Karawitan bagi Generasi Muda]]></title>

<link>https://wawasan.news/upgris-dan-sanggar-ponokawan-perkuat-pelestarian-budaya-lewat-pelatihan-tembang-dan-karawitan-bagi-generasi-muda</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/upgris-dan-sanggar-ponokawan-perkuat-pelestarian-budaya-lewat-pelatihan-tembang-dan-karawitan-bagi-generasi-muda</guid>

<pubDate>Wed, 19 Aug 2026 15:51:48 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Sanggar Ponokawan Semarang dalam kegiatan bertajuk “Optimalisasi Sanggar Ponokawan Semarang melalui Pelatihan Tembang dan Karawitan sebagai Upaya Internalisasi Budaya pada Generasi Muda.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a856e3b554fb.jpg" length="134054" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a856e3b554fb.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
UPGRIS dan Sanggar Ponokawan Perkuat Pelestarian Budaya Lewat Pelatihan Tembang dan Karawitan bagi Generasi Muda]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a856e3b554fb.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, </strong><span><strong>SEMARANG </strong>– Pelestarian seni dan budaya tradisional membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar tetap hidup dan berkembang di tengah pesatnya arus modernisasi. </span></p>
<p><span>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan Sanggar Ponokawan Semarang dalam kegiatan bertajuk “Optimalisasi Sanggar Ponokawan Semarang melalui Pelatihan Tembang dan Karawitan sebagai Upaya Internalisasi Budaya pada Generasi Muda.”</span><br><br><span>Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara UPGRIS dan Sanggar Ponokawan yang selama ini memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dan pelestarian seni tradisi Jawa. </span></p>
<p><span>Selain menjadi wadah berbagi ilmu dan pengalaman, program tersebut juga menjadi langkah nyata dalam memperkuat regenerasi pelaku seni tradisional di kalangan generasi muda.</span><br><br><span>Program ini diketuai oleh Dr. Riris Setyo Sundari, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Prasena Arisyanto, M.Pd. dan Dr. Bambang Sulanjari, M.A.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a856e497c025.jpg" alt=""></p>
<p><span>Melalui kegiatan tersebut, para akademisi UPGRIS turun langsung mendampingi anggota sanggar dalam mempelajari tembang dan karawitan sebagai bagian dari upaya internalisasi budaya.</span><br><br><span>Dr. Riris Setyo Sundari menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis memainkan alat musik tradisional, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.</span><br><br><span>"Yang kami harapkan bukan sekadar bisa memainkan gamelan, tetapi anak-anak juga memahami bahwa tembang dan karawitan merupakan warisan adiluhung yang perlu kita lestarikan bersama," ujarnya.</span><br><br><span>Sanggar Ponokawan yang dipimpin Warsino Taru Puspito selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran seni tradisi di Kota Semarang. </span></p>
<p><span>Kiprahnya cukup kuat, khususnya dalam bidang karawitan dan pedalangan. Dari sanggar ini lahir banyak generasi muda berprestasi yang berhasil meraih penghargaan hingga tingkat nasional, terutama dalam bidang pedalangan.</span><br><br><span>Keberadaan sanggar seni seperti Ponokawan dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan derasnya pengaruh budaya populer.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a856e4572c61.jpg" alt=""></p>
<p><span>Sanggar menjadi ruang belajar yang memungkinkan generasi muda tidak hanya menyaksikan seni tradisi sebagai tontonan, tetapi juga memahami, mempelajari, dan mempraktikkannya secara langsung.</span><br><br><span>Dalam kegiatan pelatihan tersebut, anggota Sanggar Ponokawan mendapatkan pembelajaran tembang dan karawitan dengan pendekatan yang lebih mendalam. </span></p>
<p><span>Salah satu materi yang diperkenalkan adalah penggunaan gamelan laras slendro dalam pembelajaran karawitan dan tembang.</span><br><br><span>Pengenalan laras slendro menjadi pengalaman baru bagi para peserta karena memberikan wawasan lebih luas mengenai karakteristik musik tradisional Jawa. </span></p>
<p><span>Selama ini, gamelan pelog dan slendro dikenal memiliki karakter bunyi serta nuansa musikal yang berbeda.</span><br><br><span>Dengan memahami kedua jenis laras tersebut, para anggota sanggar memiliki bekal yang lebih lengkap untuk mengembangkan kreativitas dalam mengiringi berbagai pertunjukan seni tradisional, khususnya wayang kulit.</span><br><br><span>Pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada penguasaan alat musik semata. Para peserta juga diajak memahami fungsi tembang dan karawitan dalam mendukung jalannya sebuah pertunjukan wayang kulit. </span></p>
<p><span>Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan para anggota sanggar sebagai pelaku seni tradisi.</span><br><br><span>Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami bagaimana unsur-unsur musik tradisional dapat membangun suasana, karakter, dan alur dalam sebuah pementasan wayang.</span><br><br><span>Hasil dari proses pelatihan kemudian diwujudkan dalam sebuah pementasan wayang kulit yang menggunakan perangkat gamelan lengkap, baik laras pelog maupun slendro.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a856e42d8626.jpg" alt=""></p>
<p><span>Pementasan tersebut menjadi ajang bagi para anggota sanggar untuk menunjukkan kemampuan yang telah mereka peroleh selama mengikuti pelatihan.</span><br><br><span>Melalui pertunjukan itu, peserta membuktikan bahwa materi yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam praktik berkesenian yang sesungguhnya.</span><br><br><span>Bagi Sanggar Ponokawan, kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kehadiran akademisi membuka ruang diskusi dan pembelajaran baru yang dapat memperkaya proses berkesenian yang selama ini berkembang di lingkungan sanggar.</span><br><br><span>Sementara itu, bagi UPGRIS, kegiatan tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. </span></p>
<p><span>Melalui keterlibatan langsung di tengah komunitas seni, kampus dapat berkontribusi dalam menjaga sekaligus mengembangkan seni budaya lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.</span><br><br><span>Lebih dari sekadar pelatihan, pertemuan antara dunia akademik dan komunitas seni tradisi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna. </span></p>
<p><span>Mulai dari belajar bersama, memainkan gamelan, melantunkan tembang, hingga menampilkan hasil pembelajaran dalam sebuah pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat.</span><br><br><span>Kerja sama antara UPGRIS dan Sanggar Ponokawan diharapkan terus berlanjut pada berbagai program berikutnya.</span></p>
<p><span>Dengan sinergi yang semakin kuat, ruang belajar seni tradisi bagi generasi muda dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan.</span><br><br><span>Sebab, menjaga budaya tidak hanya berarti mempertahankan warisan yang telah ditinggalkan para leluhur. Lebih dari itu, pelestarian budaya juga berarti memberikan kesempatan kepada generasi penerus untuk mengenal, mencintai, serta melanjutkan nilai-nilai budaya tersebut agar tetap hidup dan berkembang di masa depan.</span></p>
<p><span>***</span></p>
<p></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Revitalisasi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan Melalui Buku Program Tahunan]]></title>

<link>https://wawasan.news/revitalisasi-persatuan-pemuda-dusun-tampingan-melalui-buku-program-tahunan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/revitalisasi-persatuan-pemuda-dusun-tampingan-melalui-buku-program-tahunan</guid>

<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 13:11:15 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Program yang berlangsung selama 42 hari masa pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran pemuda sebagai penggerak pembangunan sosial di lingkungan desa.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a81547aa2855.jpg" length="72701" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a81547aa2855.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Revitalisasi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan Melalui Buku Program Tahunan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a81547aa2855.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, BATANG </strong>– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 71 Universitas Diponegoro melaksanakan program penyusunan buku program tahunan bagi Persatuan Pemuda Dusun Tampingan, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. </span></p>
<p><span>Program yang berlangsung selama 42 hari masa pengabdian ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat peran pemuda sebagai penggerak pembangunan sosial di lingkungan desa.</span><br><br><span>Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui serangkaian observasi, identifikasi potensi, serta diskusi dua arah bersama para pemuda Dusun Tampingan. </span></p>
<p><span>Tujuannya adalah agar berbagai ide, kegiatan, dan inisiatif yang selama ini dijalankan tidak hanya bersifat insidental atau episodik, tetapi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan.</span><br><br><span>Pemuda memiliki posisi strategis sebagai generasi penerus sekaligus agen perubahan dalam masyarakat. </span></p>
<p><span>Selain melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan, pemuda juga memiliki peran penting dalam menciptakan inovasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki lingkungan sekitarnya. </span></p>
<p><span>Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah yang mampu mengintegrasikan gagasan, mempertemukan berbagai kepentingan, dan menerjemahkannya ke dalam program kerja yang berkesinambungan.</span><br><br><span>Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip bersama Persatuan Pemuda Dusun Tampingan menyusun sebuah buku program tahunan sebagai instrumen perencanaan kegiatan selama satu tahun ke depan.</span><br><br><span>Koordinator Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN-T IDBU 71 Undip, Wima Rangga Raditya, mengatakan bahwa penyusunan buku program tahunan ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi organisasi pemuda dalam menjalankan berbagai kegiatan secara lebih terstruktur.</span><br><br><span>"Program penyusunan buku program tahunan ini kami rancang sebagai upaya memperkuat organisasi kepemudaan di Dusun Tampingan agar memiliki arah pengembangan yang lebih jelas dan berkelanjutan. Kami ingin berbagai ide, kegiatan, dan potensi yang dimiliki pemuda tidak hanya berjalan secara insidental, tetapi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis dari tahun ke tahun," ujar Wima Rangga Raditya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Buku program tahunan tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari struktur organisasi atau organogram kepemudaan, rencana kegiatan tahunan, hingga gambaran kondisi sosial kemasyarakatan Dusun Tampingan. </span></p>
<p><span>Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama dalam menyusun prioritas kegiatan sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota organisasi pemuda.</span><br><br><span>Proses penyusunannya pun dilakukan secara partisipatif. Mahasiswa KKN tidak menyusun program secara sepihak, melainkan melibatkan pemuda setempat dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pemetaan potensi, hingga penyusunan program kerja yang dianggap relevan dengan kondisi masyarakat.</span><br><br><span>Menurut Wima, pendekatan partisipatif menjadi kunci penting agar buku program tersebut benar-benar lahir dari kebutuhan dan aspirasi pemuda Dusun Tampingan.</span><br><br><span>"Penyusunan buku program tahunan dilakukan melalui proses diskusi dan partisipasi aktif para pemuda Dusun Tampingan. Kami tidak ingin buku ini hanya menjadi dokumen administratif, melainkan menjadi pedoman bersama yang benar-benar mencerminkan kebutuhan, aspirasi, serta potensi pemuda setempat," katanya.</span></p>
<p><span>Lebih dari sekadar dokumen perencanaan, buku program tahunan ini juga memiliki nilai historis dan kultural. </span></p>
<p><span>Setiap program yang tercantum di dalamnya merupakan representasi dari perjalanan organisasi pemuda serta tradisi dan budaya yang selama ini diwariskan secara turun-temurun di Dusun Tampingan.</span><br><br><span>Dengan adanya dokumentasi yang lebih sistematis, berbagai kegiatan dan pengalaman organisasi diharapkan tidak hilang seiring pergantian generasi. </span></p>
<p><span>Sebaliknya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya dalam mengembangkan organisasi dan merancang kegiatan yang lebih inovatif.</span><br><br><span>Program ini sekaligus menjadi bentuk komitmen mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat desa. </span></p>
<p><span>Melalui pendampingan yang dilakukan, mahasiswa tidak hanya membantu menyusun dokumen program kerja, tetapi juga mendorong terciptanya budaya perencanaan yang berkelanjutan di kalangan pemuda.</span><br><br><span>Di akhir masa pengabdian, mahasiswa berharap buku program tahunan tersebut dapat terus digunakan, diperbarui, dan dikembangkan oleh generasi pemuda berikutnya sehingga kebermanfaatannya tidak berhenti setelah program KKN selesai.</span><br><br><span>"Harapan kami, buku program tahunan ini dapat menjadi warisan organisasi yang terus dikembangkan oleh generasi pemuda berikutnya. Dengan demikian, keberlanjutan program dan semangat kolaborasi yang telah dibangun selama KKN dapat tetap terjaga meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir," pungkas Wima Rangga Raditya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Melalui penyusunan buku program tahunan ini, Persatuan Pemuda Dusun Tampingan diharapkan memiliki fondasi organisasi yang lebih kuat, terarah, dan mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan positif di tengah masyarakat secara berkelanjutan.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Membangun Desa Hijau: Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Masyarakat Tegalsari Timur Terapkan PHBS]]></title>

<link>https://wawasan.news/membangun-desa-hijau-mahasiswa-kkn-undip-ajak-masyarakat-tegalsari-timur-terapkan-phbs</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/membangun-desa-hijau-mahasiswa-kkn-undip-ajak-masyarakat-tegalsari-timur-terapkan-phbs</guid>

<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 15:35:23 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Desa Hijau, Keluarga Sehat: Edukasi Indikator PHBS dalam Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan, serta Pencegahan Penyakit.”]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a8021ff8a815.jpg" length="106598" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a8021ff8a815.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Membangun Desa Hijau: Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Masyarakat Tegalsari Timur Terapkan PHBS]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a8021ff8a815.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://wawasan.news/">WAWASAN.NEWS</a> - PEMALANG Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program multidisiplin bertajuk “Desa Hijau, Keluarga Sehat: Edukasi Indikator PHBS dalam Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Lingkungan, serta Pencegahan Penyakit.</p>
<p>” Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a8022945f945.jpg" alt=""></p>
<p>Program ini diinisiasi untuk melibatkan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dalam edukasi tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman bahwa kesehatan keluarga dipengaruhi oleh perilaku sehari-hari dan kondisi lingkungan.</p>
<p>Angela Apta Anargya Lovesayka, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, menjelaskan indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang meliputi penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan pencegahan jentik nyamuk.</p>
<p>Edukasi ini menekankan bahwa kebiasaan sederhana dapat membentuk lingkungan yang lebih sehat.</p>
<p>Selain itu, mahasiswa juga membahas pengelolaan sampah rumah tangga, mengenalkan jenis-jenis sampah dan pentingnya pemilahan. Dengan prinsip 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot), masyarakat diajak untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai kebersihan lingkungan, tetapi juga menghubungkan perilaku sehari-hari dengan pengelolaan sampah dan pencegahan penyakit. Angela menekankan pentingnya memulai pengelolaan lingkungan dari keluarga.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a8021feea33b.jpg" alt=""></p>
<p>“Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sudah sakit. Kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah adalah langkah sederhana yang dapat dimulai dari setiap keluarga,” ungkap Angela.</p>
<p>Program ini diharapkan dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara konsisten, melibatkan semua elemen masyarakat dalam gerakan bersama untuk mewujudkan Desa Tegalsari Timur yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Mahasiswa Undip Edukasi Interaktif PHBS: Membangun Kesadaran Kesehatan Sejak Dini di Desa Tegalsari Timur, Pemalang]]></title>

<link>https://wawasan.news/mahasiswa-undip-edukasi-interaktif-phbs-membangun-kesadaran-kesehatan-sejak-dini-di-desa-tegalsari-timur-pemalang</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/mahasiswa-undip-edukasi-interaktif-phbs-membangun-kesadaran-kesehatan-sejak-dini-di-desa-tegalsari-timur-pemalang</guid>

<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 15:00:45 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
“Generasi Hebat Dimulai dari Kebiasaan Hebat”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan PHBS kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a801aa9b43b7.jpg" length="120275" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a801aa9b43b7.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Mahasiswa Undip Edukasi Interaktif PHBS: Membangun Kesadaran Kesehatan Sejak Dini di Desa Tegalsari Timur, Pemalang]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a801aa9b43b7.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://wawasan.news/">WAWASAN.NEWS</a> - PEMALANG Upaya membentuk generasi yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program kerja sosial kemasyarakatan bertajuk “Program Edukasi PHBS melalui Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)”, Angela Apta Anargya Lovesayka, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, melaksanakan kegiatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak-anak di Desa Tegalsari Timur dalam kelompok belajar di posko KKN Tim II Universitas Diponegoro.</p>
<p>Mengusung tema “Generasi Hebat Dimulai dari Kebiasaan Hebat”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan PHBS kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Materi edukasi menekankan bahwa PHBS merupakan kebiasaan untuk menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta kesehatan secara berkelanjutan.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, anak diajak mengenali berbagai contoh PHBS di lingkungan sekolah, seperti mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, mengonsumsi jajanan sehat, berolahraga secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga lingkungan sekolah.</p>
<p>Salah satu kegiatan utama adalah praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS). Melalui praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didorong untuk membiasakan perilaku mencuci tangan dalam aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Pesan mengenai kebiasaan cuci tangan juga diperkuat melalui media edukasi video dan kegiatan penutup yang mengajak anak mengingat kembali pentingnya menjaga kebersihan tangan.</p>
<p>Agar kegiatan tidak berlangsung secara satu arah, edukasi dikemas dengan pertanyaan interaktif dan kuis bergambar. Anak diajak menentukan contoh perilaku hidup bersih dan sehat, memilih perlengkapan yang tepat untuk mencuci tangan, mengenali pilihan jajanan yang lebih sehat, serta membedakan perilaku yang benar dan tidak benar dalam menjaga kebersihan lingkungan.</p>
<p>Kegiatan juga mengangkat kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Anak diberikan gambaran mengenai dampak tidak menyikat gigi melalui kuis sederhana sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah dan dekat dengan kehidupan mereka.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, anak diharapkan tidak hanya mengetahui apa itu PHBS, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menerapkannya secara konsisten di sekolah maupun di rumah. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, memilih makanan sehat, dan menjaga kebersihan diri menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang sehat dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Generasi hebat tidak lahir hanya dari pengetahuan yang hebat, tetapi juga dari kebiasaan hebat yang dilakukan setiap hari.”</p>
<p>Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a801b357a60a.jpg" alt=""></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[KKN IDBU-71 Undip Perkuat Branding Digital UMKM Tombo Coffee Lewat Pengelolaan Instagram]]></title>

<link>https://wawasan.news/kkn-idbu-71-undip-perkuat-branding-digital-umkm-tombo-coffee-lewat-pengelolaan-instagram</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/kkn-idbu-71-undip-perkuat-branding-digital-umkm-tombo-coffee-lewat-pengelolaan-instagram</guid>

<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 14:47:35 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN IDBU-71 Undip yang berlangsung pada 8 Juli hingga 18 Agustus 2026.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7ec7d15af41.jpg" length="109228" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7ec7d15af41.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
KKN IDBU-71 Undip Perkuat Branding Digital UMKM Tombo Coffee Lewat Pengelolaan Instagram]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7ec7d15af41.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS,BATANG </strong>- Mahasiswa Program Studi Informasi dan Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro, Raditya Arya Sena, melaksanakan program pengelolaan platform Instagram untuk Tombo Coffee. </span></p>
<p><span>Kedai kopi bernuansa kekeluargaan ini berlokasi di Jl. Puncak No. KM 5, Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. </span></p>
<p><span>Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) KKN IDBU-71 Undip yang berlangsung pada 8 Juli hingga 18 Agustus 2026.</span><br><br><span>Program ini menjadi kelanjutan dari brand guidelines Tombo Coffee yang sebelumnya dikembangkan oleh Yovita Restu Susanti melalui program Sosmas terpisah. </span></p>
<p><span>Raditya Arya Sena menerapkan panduan visual tersebut ke dalam pengelolaan konten Instagram agar identitas merek Tombo Coffee tampil lebih konsisten, efektif, serta mudah dikenali audiens.</span><br><br><span>Selama program berlangsung, terdapat enam materi komunikasi digital yang terdiri dari dua konten feed, dua konten carousel, dan dua konten reels yang berhasil terpublikasi di Instagram @tombocoffee_id. </span></p>
<p><span>Seluruh foto dan video yang digunakan dalam konten merupakan hasil fotografi dan videografi original, tetapi tetap menerapkan color palette, elemen visual, dan gaya komunikasi yang telah dibuat dalam brand guidelines yang sudah dibuat.</span><br><br><span>Konten reels pertama memperoleh sekitar 7.600 views, 305 likes, dan 10 komentar, menjadi capaian tertinggi di antara seluruh konten yang diunggah. </span></p>
<p><span>Konten feed katalog produk kopi mendapat tindak lanjut langsung dari calon pelanggan berupa pertanyaan dan komunikasi lanjutan kepada pengelola Tombo Coffee melalui WhatsApp. </span></p>
<p><span>Hal ini menunjukkan Instagram mulai berfungsi sebagai kanal komunikasi dua arah, bukan hanya media publikasi.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x_6a7ec7c080b34.jpg" alt=""><em>Tangkapan layar Mahasiswa KKN IDBU-71 berupa bukti views dan bukti follow up customer Tombo Coffee.</em></p>
<p><br><span>Pemilik Tombo Coffee, Tarmujo, menyampaikan bahwa penataan konten yang lebih terarah membantu usahanya menyampaikan informasi kepada calon pelanggan secara lebih efektif.</span><br><br><span>"Setelah kontennya dibuat lebih tertata, kami jadi lebih terbantu untuk menyampaikan informasi Tombo Coffee lewat Instagram. Respons lanjutan dari pelanggan juga ada, sampai menghubungi WA pribadi saya saat postingan tentang kopi kemasan itu diunggah di Instagram, jadi ini membantu komunikasi kami dengan pelanggan, terutama untuk mengenalkan produk-produk yang ada di Tombo Coffee," ujar Tarmujo.</span><br><br><span>Program ini menjadi sarana penerapan mata kuliah Desain Komunikasi Visual, PR Marketing Digital, dan Kampanye Media Sosial, sekaligus kontribusi nyata terhadap penguatan kapasitas digital pelaku UMKM di Kabupaten Batang, Kecamatan Bandar.</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi kepada Peternak Boyolali]]></title>

<link>https://wawasan.news/usb-dan-stekom-serahkan-teknologi-biosekuriti-dan-sistem-informasi-kepada-peternak-boyolali</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/usb-dan-stekom-serahkan-teknologi-biosekuriti-dan-sistem-informasi-kepada-peternak-boyolali</guid>

<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 19:20:54 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Penyerahan teknologi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Pada 25 Juli 2026, mitra mengikuti pelatihan sistem informasi manajemen inventori, sedangkan pada 1 Agustus 2026 dilaksanakan pelatihan biosekuriti kandang.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a86e875960.jpg" length="138544" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a86e875960.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
USB dan STEKOM Serahkan Teknologi Biosekuriti dan Sistem Informasi kepada Peternak Boyolali]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a86e875960.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>WAWASAN.NEWS, </strong></span>Rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) bersama Berkah Tigan Farm memasuki tahap penerapan dan keberlanjutan.</p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada Minggu (9/8/2026), tim menyerahkan satu unit seperangkat teknologi tepat guna (TTG) biosekuriti kandang dan aplikasi sistem informasi manajemen inventori kepada mitra di Kabupaten Boyolali.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Tim pengabdi terdiri atas apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua dari Universitas Setia Budi, serta Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer dan Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. dari Universitas Setia Budi sebagai anggota.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyerahan teknologi tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada 25 Juli 2026, mitra mengikuti pelatihan sistem informasi manajemen inventori, sedangkan pada 1 Agustus 2026 dilaksanakan pelatihan biosekuriti kandang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dengan demikian, penyerahan pada 9 Agustus menjadi tahap penting untuk memastikan teknologi yang telah diperkenalkan dan dilatihkan dapat terus digunakan oleh mitra dalam kegiatan peternakan sehari-hari.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Teknologi tepat guna yang diserahkan mencakup sistem biosekuriti kandang dengan bilik desinfeksi kendaraan serta instalasi penyemprotan (mist sanitizer). </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Perangkat tersebut ditujukan untuk mendukung pengendalian akses dan proses sanitasi di lingkungan peternakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam rancangan program, instalasi biosekuriti menjadi salah satu perangkat utama untuk memperkuat pengendalian biosekuriti internal dan eksternal kandang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pengendalian kendaraan menjadi salah satu perhatian dalam penerapan teknologi tersebut. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kendaraan yang berasal dari luar area peternakan berpotensi membawa kontaminan sehingga proses sanitasi sebelum memasuki lingkungan kandang menjadi bagian penting dari pengendalian risiko.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Selain TTG biosekuriti, tim juga menyerahkan aplikasi sistem informasi manajemen inventori yang digunakan untuk membantu mitra melakukan pencatatan dan pengelolaan data peternakan. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sistem tersebut mencakup pencatatan populasi ayam, produksi telur, dan stok pakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua tim pengabdian, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa penyerahan teknologi merupakan bagian dari upaya memastikan hasil program dapat terus dimanfaatkan oleh mitra setelah kegiatan pengabdian berakhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Teknologi yang diberikan tidak hanya berupa perangkat fisik, tetapi juga dilengkapi dengan pelatihan dan pendampingan. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pendekatan tersebut dilakukan agar mitra memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi sekaligus memahami tujuan penerapannya dalam pengelolaan peternakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dari sisi biosekuriti, mitra telah mendapatkan pelatihan mengenai sanitasi, pengendalian akses, penggunaan APD, dan desinfeksi. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sementara dari sisi manajemen, mitra telah mendapatkan pelatihan penggunaan sistem informasi untuk mendukung pencatatan dan pengelolaan data peternakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom., yang menangani aspek manajemen inventori dalam tim, memberikan pendampingan agar sistem informasi dapat digunakan sesuai kebutuhan mitra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Sistem tersebut diharapkan membantu peternak membangun pencatatan yang lebih terstruktur sehingga informasi produksi dan persediaan dapat dipantau secara lebih mudah.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pada sisi lainnya, Destik Wulandari, S.Pd., M.Si., berperan dalam aspek kesehatan ayam dan lingkungan kandang, termasuk mendukung penerapan biosekuriti dari aspek biologis serta melakukan monitoring kondisi kesehatan ayam dalam rangkaian program.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pemilik Berkah Tigan Farm, Sigit Handoko, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan perangkat, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Program ini memiliki pendekatan integratif dengan menggabungkan sistem kandang sehat berbasis biosekuriti dan manajemen inventori pakan berbasis data.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Integrasi tersebut merupakan bagian dari kebaruan program karena kedua pendekatan sebelumnya belum diterapkan secara terstruktur oleh mitra.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dengan penerapan kedua teknologi tersebut, program diarahkan untuk mendukung dua aspek penting dalam usaha peternakan, yaitu kesehatan dan produktivitas ayam serta efisiensi pengelolaan usaha.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Lingkungan kandang yang lebih sehat diharapkan dapat mendukung stabilitas produksi, sedangkan pencatatan data yang lebih baik dapat membantu peternak melakukan evaluasi dan mengambil keputusan usaha.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Penyerahan teknologi tepat guna juga menjadi bagian dari tahapan keberlanjutan program. </span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Dalam rancangan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, serah terima teknologi dan keberlanjutan bersama mitra merupakan salah satu tahap akhir.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026, USB dan STEKOM berharap teknologi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh mitra secara mandiri.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Keberlanjutan penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan manajemen, penerapan kandang sehat berbasis biosekuriti, pengelolaan persediaan pakan, serta keberlanjutan usaha peternakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di masyarakat, khususnya dalam mendukung produksi telur yang lebih stabil, efisiensi usaha peternakan, dan penguatan ketahanan pangan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dosen USB dan STEKOM Berikan Pelatihan Biosekuriti kepada Peternak Ayam Petelur di Boyolali]]></title>

<link>https://wawasan.news/dosen-usb-dan-stekom-berikan-pelatihan-biosekuriti-kepada-peternak-ayam-petelur-di-boyolali</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dosen-usb-dan-stekom-berikan-pelatihan-biosekuriti-kepada-peternak-ayam-petelur-di-boyolali</guid>

<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 15:06:45 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Dalam pelatihan tersebut, peternak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan prinsip biosekuriti kandang ayam petelur, pengendalian akses, sanitasi, penggunaan alat pelindung diri, serta penerapan desinfeksi.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a839243498.jpg" length="108128" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a839243498.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dosen USB dan STEKOM Berikan Pelatihan Biosekuriti kepada Peternak Ayam Petelur di Boyolali]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a839243498.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, </strong>Kesehatan ayam menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi telur.</p>
<p>Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peternak dalam menjaga kesehatan lingkungan kandang, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) melaksanakan pelatihan biosekuriti kandang bersama mitra Berkah Tigan Farm, Kabupaten Boyolali, Sabtu (1/8).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang mendapatkan pendanaan dari hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.</p>
<p>Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026</p>
<p>Program tersebut diketuai oleh apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., (USB) dengan anggota Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. (STEKOM) dan Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. (USB).</p>
<p>Tim menggabungkan pendekatan kesehatan dan lingkungan kandang dengan penguatan manajemen peternakan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi mitra.</p>
<p>Pelatihan biosekuriti menjadi salah satu kegiatan utama karena berdasarkan identifikasi awal, mitra menghadapi risiko penyakit akibat belum optimalnya pengendalian lalu lintas orang, peralatan, dan kendaraan di area peternakan.</p>
<p>Selain itu, kondisi lingkungan kandang dan tata kelola pemeliharaan juga masih memerlukan penguatan untuk mendukung terciptanya kandang yang lebih sehat.</p>
<p>Dalam pelatihan tersebut, peternak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan prinsip biosekuriti kandang ayam petelur, pengendalian akses, sanitasi, penggunaan alat pelindung diri, serta penerapan desinfeksi.</p>
<p>Biosekuriti pada peternakan ayam petelur merupakan pendekatan untuk mengendalikan berbagai sumber risiko yang dapat membawa agen penyakit ke dalam lingkungan kandang.</p>
<p>Oleh karena itu, penerapannya tidak hanya berkaitan dengan kebersihan kandang, tetapi juga mencakup pengendalian aktivitas yang keluar dan masuk ke area peternakan.</p>
<p>Destik Wulandari, S.Pd., M.Si., memberikan pendampingan teknis yang berkaitan dengan kesehatan ayam dan lingkungan kandang.</p>
<p>Dalam program tersebut, aspek biologis dan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung penerapan biosekuriti. Tim juga melakukan monitoring terhadap kondisi kesehatan ayam sebagai bagian dari rangkaian program.</p>
<p>Ketua tim, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa penerapan biosekuriti membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi.</p>
<p>Karena itu, pelatihan diarahkan agar mitra tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menjadikan biosekuriti sebagai bagian dari aktivitas rutin di peternakan.</p>
<p>Menurutnya, salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pengendalian kendaraan yang masuk ke area kandang. Kendaraan dari lingkungan luar dapat menjadi salah satu jalur masuknya kontaminan sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam sistem biosekuriti.</p>
<p>Sebagai bagian dari solusi program, tim merancang teknologi tepat guna berupa instalasi biosekuriti kandang, yang mencakup bilik desinfeksi kendaraan dan sistem penyemprotan (mist sanitizer).</p>
<p>Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung proses desinfeksi dan pengendalian akses pada lingkungan peternakan.</p>
<p>Pelatihan ini menjadi tahapan penting sebelum teknologi tepat guna tersebut diserahkan dan digunakan oleh mitra.</p>
<p>Dengan demikian, peternak terlebih dahulu mendapatkan pemahaman mengenai prinsip biosekuriti sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas di lingkungan kandang.</p>
<p>Menurut Sigit Handoko, pemilik Berkah Tigan Farm, pelatihan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya pengendalian risiko penyakit di lingkungan peternakan.</p>
<p>Bagi mitra, penerapan biosekuriti diharapkan dapat menjadi bagian dari pengelolaan kandang sehari-hari.</p>
<p>Selain aspek teknis, kegiatan juga menekankan pentingnya kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan peternakan.</p>
<p>Pengendalian akses, kebersihan, sanitasi, dan penggunaan sarana desinfeksi perlu dilakukan secara konsisten agar sistem biosekuriti dapat memberikan manfaat optimal.</p>
<p>Dalam proposal program, penerapan sistem kandang sehat berbasis biosekuriti ditujukan untuk membantu menjaga kesehatan ayam, menurunkan risiko penyakit, menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan sehat, serta mendukung stabilitas produktivitas ayam dan produksi telur.</p>
<p>Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan secara bertahap.</p>
<p>Melalui program yang didanai hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 tersebut, USB dan STEKOM berharap peningkatan pemahaman dan keterampilan peternak dapat mendukung terciptanya lingkungan kandang yang lebih sehat, mengurangi risiko penyakit, dan pada akhirnya membantu menjaga stabilitas produksi telur.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi UPGRIS Gelar Pelatihan Diversifikasi Produk Sari Asem dan Besek Ikan di Desa Lembu Kabupaten Semarang]]></title>

<link>https://wawasan.news/ppk-ormawa-himpunan-mahasiswa-pendidikan-biologi-upgris-gelar-pelatihan-diversifikasi-produk-sari-asem-dan-besek-ikan-di-desa-lembu-kabupaten-semarang</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/ppk-ormawa-himpunan-mahasiswa-pendidikan-biologi-upgris-gelar-pelatihan-diversifikasi-produk-sari-asem-dan-besek-ikan-di-desa-lembu-kabupaten-semarang</guid>

<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 21:42:51 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a6cb44f0c363.jpg" length="113569" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a6cb44f0c363.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi UPGRIS Gelar Pelatihan Diversifikasi Produk Sari Asem dan Besek Ikan di Desa Lembu Kabupaten Semarang]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a6cb44f0c363.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), kembali menggelar kegiatan Pojok Literasi Ekonomi Kreatif di Dusun Kendel, Desa Lembu Kabupaten Semarang, (18/7/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut tim PKK Ormawa Hima Pendidikan Biologi UPGRIS mengangkat pelatihan diversifikasi produk sari asem menjadi sirup, serta besek ikan menjadi packaging serbaguna.</p>
<p>Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk inovatif yang memiliki daya saing.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a6cb4d5ca32b.jpg" alt=""></p>
<p>Pada sesi pertama, peserta mempraktikkan pembuatan Sirup Sari Asem, mulai dari proses pengolahan bahan baku hingga menghasilkan minuman dengan cita rasa asam, manis, dan menyegarkan.</p>
<p>Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah buah asam sekaligus menjadi peluang usaha bagi masyarakat.</p>
<p>Selain pelatihan pengolahan pangan, peserta juga mengikuti pelatihan kerajinan besek bambu.</p>
<p>Besek yang sebelumnya umum digunakan sebagai wadah ikan dikembangkan menjadi packaging serbaguna yang lebih menarik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>
<p>Melalui pendampingan ini, peserta mempelajari teknik menganyam serta cara memodifikasi desain kemasan agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk, seperti hampers, makanan, oleh-oleh, maupun kerajinan.</p>
<p>Salah satu peserta, Bu Una, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut.</p>
<p>Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat karena memanfaatkan bahan dan keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.</p>
<p>"Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa buah asam dan besek bambu tidak hanya digunakan seperti biasanya, tetapi juga bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik dan berpotensi menambah penghasilan keluarga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut," ujar Bu Una.</p>
<p>Ketua Tim PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi UPGRIS menyampaikan bahwa kegiatan Pojok Literasi Ekonomi Kreatif merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa.</p>
<p>Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya memanfaatkan sumber daya lokal, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memberikan nilai ekonomi sekaligus tetap mempertahankan kearifan lokal.</p>
<p>Dengan terselenggaranya pelatihan ini, PPK Ormawa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang berharap masyarakat Dusun Kendel semakin termotivasi mengembangkan produk-produk kreatif berbasis potensi lokal.</p>
<p>Ke depan, hasil inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan perekonomian masyarakat serta memperkuat identitas desa melalui produk unggulan yang bernilai, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[EKONOMI BIRU DAN KEBERLANJUTAN PANGAN]]></title>

<link>https://wawasan.news/ekonomi-biru-dan-keberlanjutan-pangan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/ekonomi-biru-dan-keberlanjutan-pangan</guid>

<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 10:31:29 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a868809a77d9.jpg" length="35995" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a868809a77d9.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
EKONOMI BIRU DAN KEBERLANJUTAN PANGAN]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a868809a77d9.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><em><strong>Oleh: Dr. Rizky Muliani Dwi Ujianti, S.Pi., M.Si.</strong></em><br><span></span></p>
<p><span>Keberlanjutan pangan di Indonesia perlu ditopang oleh keragaman sumber pangan, baik dari daratan maupun perairan.</span><br><br><span>Selain karbohidrat, masyarakat juga memerlukan protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang memadai.</span><br><br><span>Dalam konteks tersebut, ikan dan sumber daya perairan mempunyai posisi strategis sebagai sumber pangan bergizi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.</span><br><br><span>Laporan The State of World Fisheries and Aquaculture 2026 menunjukkan bahwa produksi perikanan dan akuakultur dunia pada 2024 telah mencapai sekitar 235 juta ton.</span><br><br><span>Dari jumlah tersebut, produksi hewan akuatik mencapai 195 juta ton. Produksi hewan akuatik dari akuakultur bahkan telah melampaui 100 juta ton dan menyumbang sekitar 53 persen dari total produksi hewan akuatik dunia.</span><br><br><span>Pangan akuatik juga menyediakan sedikitnya seperlima asupan protein hewani bagi sekitar 3,1 miliar penduduk dunia (FAO, 2026).</span><br><br><span>Data tersebut menegaskan bahwa masa depan pangan dunia tidak hanya berada di daratan, tetapi juga pada laut, pesisir, sungai, dan berbagai sistem budidaya perairan. </span></p>
<p><span>Indonesia mempunyai peluang besar dalam pengembangan pangan akuatik karena memiliki wilayah perairan yang luas, garis pantai yang panjang, sumber daya manusia perikanan, serta keanekaragaman komoditas tangkap dan budidaya.</span><br><br><span>Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa pada 2024 produksi lele nasional mencapai 1.157.755 ton, nila 1.563.327 ton, bandeng 792.864 ton, dan udang sekitar 958.463 ton.</span><br><br><span>Produksi lele meningkat dibandingkan 2023 yang mencapai 1.136.619 ton. Angka tersebut menunjukkan bahwa ikan air tawar dan komoditas budidaya telah menjadi bagian penting dalam penyediaan pangan masyarakat Indonesia (KKP, 2025).</span><br><br><span>Namun, tingginya produksi belum tentu menjamin keberlanjutan pangan.</span><br><br><span>Manfaat peningkatan produksi akan semakin kuat apabila diikuti keterjangkauan harga, peningkatan mutu, dan pengelolaan lingkungan yang baik. </span></p>
<p><span>Oleh sebab itu, keberlanjutan pangan harus dilihat sebagai satu kesatuan antara ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan, keamanan, dan kestabilan pasokan.</span><br><br><span>Di sinilah konsep ekonomi biru menjadi relevan. Ekonomi biru bukan sekadar kegiatan ekonomi yang berlangsung di laut atau menggunakan komoditas perikanan.</span><br><br><span>Ekonomi biru merupakan pendekatan pembangunan yang memanfaatkan sumber daya perairan secara efisien, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk menghasilkan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kesehatan ekosistem.</span><br><br><strong>Daya Dukung Lingkungan Budidaya dan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat</strong><br><span></span></p>
<p><span>Sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan pangan.</span><br><br><span>Peningkatan produksi perikanan dapat memperkuat rantai pasok, mengembangkan kegiatan pengolahan, serta membuka peluang usaha baru.</span><br><br><span>Manfaat tersebut akan semakin optimal apabila didukung pengelolaan kepadatan budidaya, kualitas air, penggunaan pakan, limbah, dan daya dukung lingkungan secara tepat.</span><br><br><span>Melalui penerapan ekonomi biru, peningkatan nilai ekonomi dapat berjalan selaras dengan keberlanjutan sumber daya perairan.</span><br><br><span>Lingkungan perairan yang terjaga menjadi modal penting untuk mendukung produktivitas, kesehatan ikan, efisiensi biaya, dan ketersediaan pangan secara berkelanjutan.</span><br><br><span>Selain itu, kualitas air merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya perikanan.</span><br><br><span>Parameter seperti suhu, tingkat keasaman, amonia, nitrit, nitrat, fosfat, dan oksigen terlarut berpengaruh terhadap pertumbuhan serta kelangsungan hidup organisme budidaya.</span><br><br><span>Oleh karena itu, jumlah benih, kepadatan ikan, dan pemberian pakan perlu disesuaikan dengan kondisi kolam agar kualitas air, produktivitas, dan keberlanjutan budidaya tetap terjaga.</span><br><br><span>Tantangan ekonomi biru tidak hanya berada pada aspek lingkungan. </span></p>
<p><span>Penguatan pelaku perikanan skala kecil dapat diarahkan pada peningkatan akses modal, efisiensi pakan, pemanfaatan teknologi, dan harga komoditas perikanan di pasaran.</span><br><br><span>Pembudidaya dapat menghasilkan ikan dalam jumlah besar, tetapi belum tentu memperoleh keuntungan yang memadai apabila biaya produksinya tinggi atau harga jualnya ditentukan oleh rantai perdagangan yang panjang.</span><br><br><span>Pakan merupakan salah satu persoalan utama dalam perikanan budidaya. Biaya pakan dapat mencapai sekitar 60–70 persen dari keseluruhan biaya produksi.</span><br><br><span>Penggunaan pakan komersial memerlukan strategi efisiensi agar keuntungan pembudidaya tetap terjaga ketika harga pakan mengalami perubahan. </span></p>
<p><span>Oleh karena itu, pengembangan pakan mandiri berbahan baku lokal menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efisiensi usaha (KKP, 2023).</span><br><br><span>Namun, penggunaan bahan baku lokal tidak berarti semua limbah pertanian atau bahan organik dapat langsung dijadikan pakan. </span></p>
<p><span>Formulasi pakan harus memperhatikan kandungan protein, lemak, serat, kadar air, mineral, daya cerna, keamanan, dan kebutuhan nutrisi setiap jenis ikan.</span><br><br><span>Bahan yang murah belum tentu ekonomis apabila menyebabkan pertumbuhan ikan lambat atau menghasilkan banyak limbah.</span><br><br><span>Efisiensi pakan perlu diukur melalui rasio konversi pakan atau feed conversion ratio. Semakin banyak pakan yang diperlukan untuk menghasilkan satu kilogram ikan, semakin tinggi pula biaya dan beban lingkungan yang ditimbulkan.</span><br><br><span>Oleh karena itu, ekonomi biru membutuhkan perhitungan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah produksi, tetapi juga pada penggunaan sumber daya untuk menghasilkan setiap kilogram produk.</span><br><br><span>Peluang berikutnya adalah meningkatkan nilai tambah produk perikanan. Ikan masih sering dijual dalam bentuk segar dengan harga yang fluktuatif. Ketika panen melimpah dan pasar tidak mampu menyerap produk, harga di tingkat pembudidaya dapat menurun.</span><br><br><span>Padahal, ikan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti ikan tanpa duri, ikan berbumbu, abon, bakso, nugget, sosis, kerupuk, maupun produk beku siap masak.</span><br><br><span>Pengolahan hasil dapat memperpanjang masa simpan, mengurangi risiko kerugian saat panen, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru.</span><br><br><span>Akan tetapi, hilirisasi harus disertai dengan penerapan sanitasi, keamanan pangan, pengemasan, penyimpanan dingin, legalitas usaha, sertifikasi halal, dan pembukuan yang baik.</span><br><br><span>Adanya ekonomi biru dapat mendorong peningkatan produksi bahan mentah, memperkuat industri pengolahan, rantai dingin, distribusi, pemasaran, dan perlindungan terhadap pelaku usaha skala kecil.</span><br><br><strong>Kampung Tematik Lele (KATELE) Berteknologi Digital</strong><br><span></span></p>
<p><span>Perkembangan teknologi digital membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi perikanan.</span><br><br><span>Teknologi Internet of Things dapat digunakan untuk memantau kualitas air secara waktu nyata, sedangkan sensor dapat membantu mengukur suhu, pH, kekeruhan, dan kondisi lingkungan budidaya (Ujianti dkk., 2023; Ujianti dkk., 2024).</span><br><br><span>Data yang dikumpulkan dapat digunakan sebagai dasar dalam pemberian pakan, pergantian air, pengoperasian aerator, dan pencegahan kematian ikan.</span><br><br><span>Energi terbarukan juga dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan perikanan. </span></p>
<p><span>Kincir atau aerator bertenaga surya dapat membantu menjaga ketersediaan oksigen di dalam kolam (Ujianti dkk., 2026), sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi listrik konvensional.</span><br><br><span>Penggunaan energi surya menjadi relevan karena biaya energi merupakan salah satu komponen operasional yang harus ditanggung pembudidaya.</span><br><br><span>Meskipun demikian, modernisasi akan semakin bermakna apabila pengadaan alat disertai pelatihan, pendampingan, dan perawatan yang berkelanjutan.</span><br><br><span>Teknologi hanya akan memberikan manfaat apabila sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mudah dioperasikan, dapat dirawat, dan mempunyai dampak yang terukur. </span></p>
<p><span>Indikator keberhasilannya bukan banyaknya perangkat yang dipasang, melainkan penurunan kematian ikan, perbaikan kualitas air, efisiensi energi, peningkatan hasil panen, dan bertambahnya keuntungan usaha.</span><br><br><span>Pemantauan kualitas air berbasis IoT, budidaya pada lahan terbatas, pemanfaatan energi surya, pelatihan cara budidaya ikan yang baik, diversifikasi produk, dan pemasaran digital dikembangkan sebagai satu rangkaian.</span><br><br><span>Pengalaman penerapan budidaya perikanan berbasis teknologi di Kelurahan Kembangarum, Kota Semarang, memberikan gambaran mengenai hal tersebut.</span><br><br><span>Kegiatan ini merupakan program Pemberdayaan Wilayah (PW), yang berlangsung selama 3 tahun, mulai 2024 hingga 2026, yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek.</span><br><br><span>Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari LPPM Universitas PGRI Semarang, Universitas AKI Semarang, Dinas Perikanan Kota Semarang, Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang, dan Kelurahan Kembangarum Kota Semarang.</span><br><br><span>KATELE bukanlah satu-satunya model yang dapat diterapkan. Setiap wilayah mempunyai komoditas, karakter wilayah dan lingkungan yang berbeda, sumber daya manusia, serta kebutuhan yang berbeda.</span><br><br><span>Namun, prinsip yang digunakan dapat direplikasi, yaitu memadukan produksi pangan, teknologi tepat guna, energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengolahan hasil, dan pemberdayaan masyarakat.</span><br><br><span>Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi akan lebih bermakna apabila diterapkan bersama pendampingan, penguatan kelembagaan, dan peningkatan keterampilan masyarakat.</span><br><br><strong>Ekonomi Biru yang Sirkular dan Inklusif</strong><br><span></span></p>
<p><span>Salah satu prinsip ekonomi biru adalah mengurangi limbah melalui penggunaan kembali sumber daya. </span></p>
<p><span>Limbah dari satu kegiatan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi kegiatan lainnya setelah melalui pengolahan yang aman.</span><br><br><span>Sisa hasil pengolahan ikan dapat dikembangkan menjadi tepung ikan, pakan, pupuk, atau produk lainnya. Namun, konsep tanpa limbah atau zero waste tidak berarti semua limbah dapat langsung dimanfaatkan.</span><br><br><span>Limbah tetap harus diuji dan diolah agar tidak mengandung bahan berbahaya, patogen, atau senyawa yang dapat mencemari lingkungan. </span></p>
<p><span>Ekonomi sirkular bukan sekadar memindahkan limbah, tetapi mengubahnya menjadi sumber daya baru dengan tetap memperhatikan keamanan dan kelayakan.</span><br><br><span>Selain sirkular, ekonomi biru harus bersifat inklusif. Manfaat ekonomi perlu menjangkau nelayan, pembudidaya, pengolah, pedagang, perempuan, serta kelompok masyarakat pesisir secara luas.</span><br><br><span>Nelayan kecil, pembudidaya, pengolah ikan, pedagang, perempuan, dan kelompok masyarakat pesisir harus menjadi bagian utama dalam rantai ekonomi.</span><br><br><span>Penguatan kelompok, koperasi, akses pembiayaan, pelatihan, dan kepastian pasar diperlukan agar masyarakat dapat berkembang sebagai produsen, pengolah, dan pelaku pemasaran dengan posisi usaha yang semakin kuat.</span><br><br><span>Keterlibatan perempuan, misalnya Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), juga mempunyai peran penting. </span></p>
<p><span>Perempuan banyak terlibat dalam pengolahan, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pemenuhan pangan keluarga.</span><br><br><span>Pemberdayaan perempuan melalui usaha olahan ikan dapat menghasilkan manfaat ganda, yaitu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperbaiki akses rumah tangga terhadap pangan bergizi.</span><br><br><span>Dengan demikian, keberhasilan ekonomi biru setidaknya dapat dinilai melalui empat aspek utama.</span><br><br><span>Pertama, tata kelola sistem ekologis yang ditunjukkan melalui berkurangnya pencemaran dan limbah. </span><br><br><span>Kedua, partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya.</span><br><br><span>Ketiga, bertambahnya lapangan kerja, usaha, dan pendapatan.</span><br><br><span>Keempat, inovasi serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, teknologi, dan pasar.</span><br><br><span>Pada akhirnya, ekonomi biru tidak hanya berbicara tentang berapa ton ikan yang dapat diproduksi atau berapa besar nilai ekonominya.</span><br><br><span>Ekonomi biru berbicara mengenai kemampuan kita menghasilkan pangan tanpa merusak sumber daya yang menjadi tempat pangan tersebut berasal.</span><br><br><span>Laut, pesisir, tambak, sungai, dan kolam merupakan modal penting bagi keberlanjutan pangan Indonesia.</span><br><br><span>Pengelolaan yang berorientasi jangka panjang, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, partisipasi masyarakat, dan daya dukung lingkungan akan menjaga produktivitas sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat.</span><br><br><span>Sebaliknya, jika dikelola berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi, partisipasi masyarakat, dan daya dukung lingkungan, sektor perikanan dapat menjadi fondasi penting keberlanjutan pangan Indonesia.</span><br><br><span>Membangun keberlanjutan pangan melalui ekonomi biru berarti menghasilkan pangan yang cukup, bergizi, aman, terjangkau, dan dapat terus tersedia bagi generasi mendatang.</span><br><br><span>Pada titik inilah pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan tidak lagi ditempatkan sebagai kepentingan yang saling bertentangan, tetapi sebagai tujuan yang harus diwujudkan secara bersamaan.</span><br><br><span>Artikel ini merupakan luaran Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Wilayah tahun pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.</span><br><br><span> </span><br><strong>Biodata penulis:</strong><br><br><span>Dr. Rizky Muliani Dwi Ujianti, S.Pi., M.Si.</span><br><br><span>Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang</span><br><br><span>Ketua tim Peraih Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Multiyears (2024–2026) dari DPPM Kemendiktisaintek yang berjudul PW Rintisan Kampung Tematik Lele (KATELE) Ramah Lingkungan Berteknologi Digital berbasis Blue Economy di Kelurahan Kembangarum Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[USB dan STEKOM Dorong Digitalisasi Manajemen Peternakan Ayam Petelur di Boyolali]]></title>

<link>https://wawasan.news/usb-dan-stekom-dorong-digitalisasi-manajemen-peternakan-ayam-petelur-di-boyolali</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/usb-dan-stekom-dorong-digitalisasi-manajemen-peternakan-ayam-petelur-di-boyolali</guid>

<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 16:46:39 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a80a8102ec.jpg" length="126519" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a80a8102ec.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
USB dan STEKOM Dorong Digitalisasi Manajemen Peternakan Ayam Petelur di Boyolali]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a7a80a8102ec.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS,</strong><strong> </strong>Pengelolaan data menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan efisiensi usaha peternakan ayam petelur.</p>
<p>Menjawab kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) melaksanakan pelatihan sistem informasi manajemen inventori kepada kelompok peternak Berkah Tigan Farm, Kabupaten Boyolali, Sabtu (25/7/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat berjudul “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori” yang memperoleh pendanaan hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.</p>
<p>Dengan kontrak induk Nomor: 209/C3/DT.05.00/2026 serta Kontrak Turunan Nomor: 016/LL6/AL.04.03/PM/2026 dan Nomor: 00179/H4-07/15.04.2026</p>
<p>Tim pengabdi terdiri atas apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D. sebagai ketua, bersama Destik Wulandari, S.Pd., M.Si. dari Universitas Setia Budi dan Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom. dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer sebagai anggota.</p>
<p>Ketiganya membawa kompetensi yang saling melengkapi dalam pengembangan program, khususnya pada aspek manajemen inventori, kesehatan ayam, dan lingkungan kandang.</p>
<p>Pelatihan sistem informasi manajemen inventori dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan data peternakan secara lebih sistematis.</p>
<p>Selama ini, pencatatan berbagai aktivitas peternakan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat agar informasi mengenai kondisi usaha dapat digunakan dengan lebih optimal.</p>
<p>Dalam program tersebut, sistem informasi dikembangkan untuk membantu mitra melakukan pencatatan sejumlah data penting, antara lain populasi ayam, produksi telur, dan persediaan pakan.</p>
<p>Sistem tersebut menjadi sarana bagi mitra untuk mengintegrasikan berbagai informasi peternakan dalam satu sistem sehingga data lebih mudah dipantau dan digunakan dalam pengelolaan usaha.</p>
<p>Ketua tim pengabdian, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sci., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa pencatatan data merupakan bagian penting dalam pengelolaan peternakan modern.</p>
<p>Data produksi dan persediaan tidak hanya berfungsi sebagai catatan administratif, tetapi dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi kondisi usaha.</p>
<p>“Pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik penggunaan sistem informasi bersama mitra.</p>
<p>Peserta diperkenalkan dengan alur pencatatan data dan bagaimana informasi yang telah dimasukkan dapat digunakan untuk memantau kondisi peternakan,” ujar Dian.</p>
<p>Sementara itu, Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom., memberikan pendampingan pada aspek manajemen inventori.</p>
<p>Dalam program pengabdian, penguatan manajemen inventori diarahkan pada peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan stok serta pengendalian penggunaan pakan.</p>
<p>Aspek persediaan pakan menjadi perhatian penting karena pakan merupakan salah satu komponen utama dalam biaya operasional peternakan ayam petelur.</p>
<p>Pengelolaan stok yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya kekurangan maupun kelebihan persediaan. </p>
<p>Proposal program mencatat bahwa lemahnya pengendalian persediaan dan belum adanya pencatatan stok yang sistematis merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi mitra.</p>
<p>Melalui sistem informasi yang diperkenalkan, mitra diarahkan untuk membangun kebiasaan pencatatan yang lebih teratur.</p>
<p>Data yang terkumpul selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap aktivitas produksi dan penggunaan pakan.</p>
<p>Selain memberikan manfaat bagi pengelolaan inventori, sistem informasi juga diharapkan membantu mitra memperoleh gambaran usaha secara lebih menyeluruh.</p>
<p>Informasi mengenai jumlah ayam, produksi telur, dan persediaan pakan dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi usaha secara berkala.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian program pengabdian yang dirancang secara berkelanjutan.</p>
<p>Setelah pelatihan sistem informasi, tim akan melanjutkan kegiatan dengan pendampingan penerapan sistem dan penguatan aspek lain dalam pengelolaan peternakan, termasuk biosekuriti kandang.</p>
<p>Pemilik Berkah Tigan Farm, Sigit Handoko, menyambut baik kegiatan tersebut karena sistem informasi memberikan alternatif bagi peternak untuk melakukan pencatatan secara lebih terstruktur.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, tim USB dan STEKOM berharap terjadi peningkatan kemampuan manajemen mitra sehingga pengelolaan usaha peternakan dapat dilakukan berdasarkan data. Digitalisasi pencatatan diharapkan tidak hanya mempermudah pekerjaan administrasi, tetapi juga mendukung proses evaluasi dan pengambilan keputusan usaha.</p>
<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan usaha peternakan ayam petelur.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Semarak Dies Natalis ke-45, FTI UPGRIS Hadirkan Webinar Internasional Bidang Data Science]]></title>

<link>https://wawasan.news/semarak-dies-natalis-ke-45-fti-upgris-hadirkan-webinar-internasional-bidang-data-science</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/semarak-dies-natalis-ke-45-fti-upgris-hadirkan-webinar-internasional-bidang-data-science</guid>

<pubDate>Wed, 22 Jul 2026 08:14:15 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Mengusung tema implementasi data science dalam berbagai bidang engineering, webinar ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri yang memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan, analitik data, dan teknologi rekayasa.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a680252498f3.jpg" length="100722" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a680252498f3.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Semarak Dies Natalis ke-45, FTI UPGRIS Hadirkan Webinar Internasional Bidang Data Science]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a680252498f3.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-45 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UPGRIS menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk "Implementasi Data Sains pada Bidang Engineering" pada Rabu (22/7/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.</span></p>
<p><span> Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi FTI UPGRIS dalam menghadirkan ruang akademik yang inspiratif sekaligus memperkuat budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.</span><br><br><span>Mengusung tema implementasi data science dalam berbagai bidang engineering, webinar ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri yang memiliki kompetensi di bidang kecerdasan buatan, analitik data, dan teknologi rekayasa. </span></p>
<p><span>Kehadiran para pakar tersebut menjadi wujud komitmen FTI UPGRIS untuk memberikan wawasan global kepada sivitas akademika sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a680c4d31218.jpg" alt=""></p>
<p><br><br><span>Narasumber internasional, Prof. Dr. Konduru Kranthi Kumar dari VVIT University, India, berbagi pengalaman mengenai perkembangan riset dan implementasi data science di tingkat global. Sementara itu, empat akademisi FTI UPGRIS, yaitu Umar Hafidz Asy'ari Hasbullah, Ph.D., Dr. Altesa Androva, S.T., M.T., Dr. Arief Rakhman Affandi, S.TP., M.Si., dan Dr. Yuris Setyoadi, S.Pd., M.T., memaparkan berbagai penerapan data science dalam penelitian, pengembangan teknologi, dan penyelesaian permasalahan di bidang engineering.</span><br><br><span>Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi dari berbagai daerah ini berlangsung interaktif. Para peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Big Data Analytics, serta teknik analisis data yang kini menjadi fondasi penting dalam mendukung inovasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, kesehatan, transportasi, hingga smart city.</span><br><br><span>Selain memperkaya pengetahuan peserta, webinar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan mitra internasional. Diskusi yang berlangsung selama kegiatan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan upaya internasionalisasi yang terus dikembangkan oleh UPGRIS.</span><br><br><span>Penyelenggaraan webinar ini juga mencerminkan semangat Dies Natalis ke-45 UPGRIS dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui forum ilmiah seperti ini, FTI UPGRIS berupaya mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, memiliki kemampuan analisis berbasis data, serta siap berkontribusi dalam pembangunan nasional.</span><br><br><span>Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu mengenai tantangan implementasi data science, peluang riset berbasis AI, hingga kebutuhan kompetensi lulusan di era transformasi digital menjadi topik yang banyak mendapat perhatian. Hal ini menunjukkan semakin besarnya minat sivitas akademika terhadap pengembangan teknologi berbasis data.</span><br><br><span>Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-45, webinar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat citra UPGRIS sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan semangat "UPGRIS Memberi Makna", Fakultas Teknik dan Informatika terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.</span><br><br><span>Melalui Webinar Internasional "Implementasi Data Sains pada Bidang Engineering", FTI UPGRIS berharap dapat terus membangun ekosistem akademik yang inovatif, memperluas jejaring kerja sama global, serta menginspirasi mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat.</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Pengabdian Kampung Tematik Lele KATELE Kembangarum sebagai Perwujudan Peningkatan Ekonomi Masyarakat]]></title>

<link>https://wawasan.news/pengabdian-kampung-tematik-lele-katele-kembangarum-sebagai-perwujudan-peningkatan-ekonomi-masyarakat</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/pengabdian-kampung-tematik-lele-katele-kembangarum-sebagai-perwujudan-peningkatan-ekonomi-masyarakat</guid>

<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 16:45:36 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Wilayah Tahun Pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a867825c6f02.jpg" length="100786" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a867825c6f02.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Pengabdian Kampung Tematik Lele KATELE Kembangarum sebagai Perwujudan Peningkatan Ekonomi Masyarakat]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202608/image_870x580_6a867825c6f02.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Bertempat di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, budidaya lele kini tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang berdiri sendiri.</span><br><br><span>Ikan yang dipelihara di kolam terhubung dengan pembuatan pakan, pengolahan pangan, pemilihan kemasan, pembukuan, pemasaran, hingga pengelolaan limbah.</span><br><br><span>Rangkaian tersebut menjadi arah penguatan Rintisan Kampung Tematik Lele (KATELE): membangun usaha warga yang lebih produktif, memanfaatkan teknologi, dan tetap memperhatikan lingkungan.</span><br><br><span>Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Wilayah Tahun Pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).</span><br><br><span>Program ini merupakan program tahun ketiga (2026), yang diketuai oleh Rizky Muliani Dwi Ujianti (UPGRIS), dengan anggota: Noora Qotrun Nada (UPGRIS), Slamet Budirahardjo (UPGRIS), dan Mohamad Fajarianditya Nugroho (UNAKI).</span><br><br><span>Kegiatan pelatihan dilakukan dengan pendekatan belajar sambil praktik.</span><br><br><span>Warga yang tergabung dalam Paguyuban Pembudidaya Ikan Lele Lee Kung, Kelompok Wanita Tani Kembang Asri, PKK Kelurahan Kembangarum, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) terlibat dalam pelatihan, demonstrasi alat, praktik produksi, serta pendampingan.</span><br><br><span>"Program ini merupakan kolaborasi sinergi antara LPPM UPGRIS, LPPM UNAKI, Pemerintah Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, dan Dinas Perikanan Kota Semarang," papar ketua tim, Rizky Muliani Dwi Ujianti.</span><br><br><span>Rintisan KATELE telah dibangun sejak dua tahun sebelumnya melalui pembangunan dan pembangunan kolam budidaya, rumah jamur dan maggot, pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT), penyiraman otomatis jamur tiram, kincir air tenaga surya untuk aerasi oksigen dalam kolam, pelatihan budidaya, serta pemasaran digital.</span><br><br><span>Fokus tahun ketiga ini adalah: pengenalan teknologi menuju kemandirian produksi dan tata kelola usaha.</span><br><br><span>Pakan Lebih Terukur dan Mulai Diproduksi Mandiri</span><br><span>Pemberian pakan merupakan salah satu pekerjaan penting dalam budidaya lele.</span><br><br><span>Jika waktunya tidak teratur atau jumlahnya berlebihan, biaya produksi dapat meningkat dan sisa pakan berpotensi menurunkan kualitas air.</span><br><br><span>Karena itu, Paguyuban Lee Kung memperoleh pendampingan penggunaan fish feeder berbasis Internet of Things dan web. Alat ini dirancang untuk mengatur jadwal dan durasi pemberian pakan, sekaligus memantau sisa pakan di dalam wadah melalui sensor.</span><br><br><span>Informasi operasional dapat dilihat pada layar dan situs pemantauan.</span><br><br><span>Pelatihannya tidak berhenti pada cara menyalakan alat. Warga mempraktikkan pengisian wadah, pengaturan jadwal, pemeriksaan komponen, pembersihan, perawatan, dan penanganan gangguan sederhana.</span><br><br><span>Dengan demikian, teknologi dapat dipahami sebagai alat bantu kerja sehari-hari, bukan sekadar perangkat yang diserahkan kepada masyarakat.</span><br><br><span>Kemandirian pakan diperkuat dengan hibah TTG mesin pelet berkapasitas hingga 150 kilogram per jam, yang diserahterimakan pada bulan Juli 2026.</span><br><br><span>Dalam sesi praktik, peserta mengenali bahan baku lokal dan bahan hasil samping pertanian yang berpotensi digunakan dalam formulasi pakan. Mereka kemudian belajar menimbang, mencampur, mencetak, mengeringkan, dan menyimpan pelet.</span><br><br><span>Kolam lele, budikdamber, benih, serta perlengkapan budidaya juga diberikan untuk memperluas keterlibatan warga dan menjaga kesinambungan bahan baku ikan.</span><br><br><span>Peralatan Pengolahan Diikuti Keterampilan Mengelola Produk</span><br><span>Pada kelompok PKK, kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas dan konsistensi pengolahan pangan.</span><br><br><span>Warga berlatih menggunakan meat mixer untuk mencampur adonan, drying oven untuk membantu proses pengeringan, chest freezer untuk menjaga bahan dan produk dalam rantai dingin, serta meja stainless steel yang lebih mudah dibersihkan.</span><br><br><span>Peserta juga mempraktikkan pembersihan, perawatan, dan keamanan penggunaan alat.</span><br><br><span>Pemanfaatan peralatan tersebut dipadukan dengan pelatihan diversifikasi pangan berbasis hasil perikanan.</span><br><br><span>Peserta mengikuti tahapan persiapan bahan, formulasi, pengolahan, pengendalian proses, pengemasan, dan penyimpanan.</span><br><br><span>Tujuannya bukan hanya menambah jenis produk, tetapi juga membangun kebiasaan produksi yang lebih bersih, seragam, dan dapat diulang.</span><br><br><span>Kemasan turut menjadi perhatian karena setiap produk memiliki kebutuhan berbeda. Produk kering, beku, dan siap konsumsi memerlukan bahan, ukuran, teknik penutupan, serta informasi label yang sesuai.</span><br><br><span>Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan perhitungan biaya bahan baku, kemasan, tenaga kerja, listrik, harga pokok produksi, harga jual, dan keuntungan.</span><br><br><span>Dengan cara ini, kemasan dipahami bukan semata-mata sebagai pemanis tampilan, melainkan sebagai pelindung produk sekaligus bagian dari pengelolaan usaha.</span><br><br><span>Keberlanjutan menjadi bagian penting dari kegiatan. Setiap kelompok didorong membentuk operator, penanggung jawab alat, dan jadwal perawatan.</span><br><br><span>Pendampingan juga diarahkan pada konsistensi produksi, pembukuan rutin, pengelolaan situs rantai pasok, serta pemanfaatan pupuk organik.</span><br><br><span>Ukuran keberhasilan program pada akhirnya bukan banyaknya alat yang tersedia, melainkan seberapa jauh alat, pengetahuan, dan data menjadi bagian dari kebiasaan kerja warga.</span><br><br><span>KATELE menunjukkan bahwa ekonomi biru dapat diterapkan dari lingkungan kelurahan. Efisiensi pakan, pengolahan hasil perikanan, rantai dingin, kemasan, pencatatan digital, dan pemanfaatan limbah saling melengkapi dalam satu ekosistem.</span><br><br><span>Ketika teknologi dipelajari bersama dan dikelola oleh masyarakat, budidaya lele dapat berkembang bagi usaha lokal yang lebih mandiri, bernilai tambah, dan ramah lingkungan.</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dari Bangku Kuliah ke Panggung Nasional, Mahasiswi Psikologi UNNES Ini Buktikan Kebaya Bisa Menjadi Ruang Pemberdayaan]]></title>

<link>https://wawasan.news/dari-bangku-kuliah-ke-panggung-nasional-mahasiswi-psikologi-unnes-ini-buktikan-kebaya-bisa-menjadi-ruang-pemberdayaan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dari-bangku-kuliah-ke-panggung-nasional-mahasiswi-psikologi-unnes-ini-buktikan-kebaya-bisa-menjadi-ruang-pemberdayaan</guid>

<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 14:29:03 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) itu berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Puteri Kebaya Indonesia 2026 pada ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia edisi ketiga.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a58883512a1f.jpg" length="119528" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a58883512a1f.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dari Bangku Kuliah ke Panggung Nasional, Mahasiswi Psikologi UNNES Ini Buktikan Kebaya Bisa Menjadi Ruang Pemberdayaan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a58883512a1f.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span> </span><span><strong>WAWASAN.NEWS SEMARANG</strong> – Bagi sebagian orang, kebaya mungkin hanya dikenakan pada momen-momen tertentu. </span><br><br><span>Namun di tangan Nayla Shafavirly Arifianti, kebaya menjelma menjadi simbol keberanian, kepedulian, sekaligus ruang untuk mengajak perempuan Indonesia semakin percaya pada kemampuan dirinya.</span><br><br><span>Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Negeri Semarang (UNNES) itu berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar Puteri Kebaya Indonesia 2026 pada ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia edisi ketiga.</span><br><br><span>Kemenangan tersebut mencatat sejarah tersendiri. Nayla menjadi perempuan pertama yang membawa pulang mahkota utama untuk Provinsi Jawa Tengah sekaligus pemenang pertama berhijab sejak kompetisi itu digelar.</span><br><br><span>Di balik mahkota yang kini dikenakannya, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai sejak pertengahan 2025.</span><br><br><span>Kala itu, Nayla mengikuti seleksi tingkat regional dan berhasil meraih gelar 1st Runner Up Puteri Kebaya Jawa Tengah. Hasil tersebut membawanya dipercaya mewakili Jawa Tengah 2 pada kompetisi tingkat nasional.</span><br><br><span>Perjalanan menuju grand final bukan sekadar soal berjalan anggun di atas panggung.</span><br><br><span>Selama masa karantina yang berlangsung pada 2–4 Juli 2026 di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, Nayla bersama para finalis menjalani berbagai tahapan yang menguji kemampuan, karakter, hingga kepedulian sosial.</span><br><br><span>Mereka mengikuti sashing ceremony, sesi pemotretan dan pembuatan video, wawancara mendalam, gala dinner, hingga kegiatan sosial.</span><br><br><span>Para finalis juga diajak mengunjungi Candi Prambanan sebelum mengikuti preliminary competition yang meliputi talent show, catwalk challenge, advocacy speech, serta kelas koreografi sebagai bekal menuju malam penobatan.</span><br><br><span>Ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia sendiri tidak hanya mencari sosok yang tampil anggun dalam balutan busana tradisional.</span><br><br><span>Kompetisi ini dirancang untuk melahirkan perempuan muda yang mampu menjadi duta pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan program advokasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.</span><br><br><span>Semangat itulah yang dibawa Nayla sejak awal mengikuti kompetisi. Ia meyakini bahwa mengenakan kebaya bukan hanya soal melestarikan budaya, tetapi juga tentang menghadirkan ruang bagi perempuan untuk berkarya, memimpin, dan memberikan inspirasi.</span><br><br><span>Keyakinan tersebut diwujudkan melalui gerakan KEMBANG (Kebaya Empowerment: Beauty, Action, Nation, Grace) yang diluncurkannya pada Hari Kebaya Nasional, 24 Juli 2025, dengan mengusung tagar #PerempuaNAYuBERKEBAYA.</span><br><br><span>Gerakan itu merupakan kelanjutan dari kampanye #LoveYourself yang telah ia gagas sejak 2020.</span><br><br><span>Melalui berbagai kegiatan, Nayla berupaya menumbuhkan rasa percaya diri perempuan agar berani mengenali potensi yang dimiliki serta tidak ragu mengambil peran di tengah masyarakat.</span><br><br><span>Komitmennya juga diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan ibu-ibu PKK di Desa Dologan.</span><br><br><span>Selain itu, ia mengajak anak-anak mengenal budaya Nusantara lewat cerita rakyat Roro Jonggrang yang disampaikan sambil mengenakan kebaya, sehingga nilai budaya dapat dikenalkan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan.</span><br><br><span>Bagi Nayla, mahkota Puteri Kebaya Indonesia bukanlah garis akhir sebuah perjalanan.</span><br><br><span>Gelar tersebut justru menjadi amanah untuk terus menyuarakan pentingnya pemberdayaan perempuan sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.</span><br><br><span>Prestasi yang diraih mahasiswi Psikologi UNNES ini juga menjadi bukti bahwa dunia akademik mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul di bidang pendidikan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan aksi nyata bagi masyarakat.</span><br><br><span>Lewat langkahnya, Nayla menunjukkan bahwa kebaya bukan sekadar busana tradisional. Di balik setiap helainya, tersimpan identitas bangsa, semangat berkarya, dan pesan bahwa perempuan Indonesia mampu berdiri percaya diri, membawa perubahan, tanpa meninggalkan akar budayanya.</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Perkuat Kesiapan TKA Siswa, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Semarang Latih Guru SD Manfaatkan Platform Ruang Belajar dan Modul Matematika]]></title>

<link>https://wawasan.news/perkuat-kesiapan-tka-siswa-tim-pengabdian-masyarakat-universitas-pgri-semarang-latih-guru-sd-manfaatkan-platform-ruang-belajar-dan-modul-matematika</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/perkuat-kesiapan-tka-siswa-tim-pengabdian-masyarakat-universitas-pgri-semarang-latih-guru-sd-manfaatkan-platform-ruang-belajar-dan-modul-matematika</guid>

<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 15:20:40 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas para guru SD di Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, meningkat secara signifikan, yang nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan nilai dan kesiapan mental siswa SD dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4cb5f4928dd.jpg" length="99566" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4cb5f4928dd.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Perkuat Kesiapan TKA Siswa, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Semarang Latih Guru SD Manfaatkan Platform Ruang Belajar dan Modul Matematika]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4cb5f4928dd.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p class="isSelectedEnd"><span><strong>WAWASAN.NEWS, </strong>Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan mempersiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas PGRI Semarang bersama Tim Pengabdian Himpunan Matematika (IndoMS) Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menggelar kegiatan pelatihan bagi guru-guru Sekolah Dasar Negeri 01 Sawah Besar di Kecamatan Gayamsari Kota Semarang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kegiatan yang berlangsung pada Hari Rabu, 22 April 2026 ini berfokus pada Pemanfaatan Platform Ruang Belajar Matematika dan Modul Matematika sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Ketua Tim PKM, Dr. Bagus Ardi Saputro, M.Pd., menyampaikan bahwa masa transisi siswa menuju jenjang pendidikan berikutnya memerlukan kesiapan akademik yang matang, khususnya pada mata pelajaran Matematika yang kerap dianggap menantang.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Guru adalah kunci utama di kelas. Melalui penguatan kapasitas ini, kami ingin membekali para guru dengan perangkat digital Platform Ruang Belajar IndoMS DIY Jateng (</span><a href="https://www.ruangbelajar.indomsdiyjateng.org/public/"><span>https://www.ruangbelajar.indomsdiyjateng.org/public/</span></a><span>) dan bahan ajar terstruktur berupa Modul agar mereka dapat mengonsepkan materi TKA dengan lebih efektif, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa," ujar Dr. Lucia Ratnasari, M.Si. saat memberikan sambutan di Aula.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong><span>Integrasi Teknologi dan Modul Kontekstual</span></strong></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a4cb5e553af8.jpg" alt=""></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Pelatihan ini mengombinasikan dua aspek penting dalam pembelajaran modern: teknologi digital dan sistematika materi.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong><span>Platform Ruang Belajar Matematika:</span></strong><span> Guru dilatih untuk memanfaatkan fitur-fitur platform digital guna memantau perkembangan belajar siswa secara real-time, mengakses bank soal TKA, serta menggunakan media visual yang mempermudah penjelasan konsep matematika yang abstrak.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong><span>Modul Matematika TKA:</span></strong><span> Modul ini disusun secara khusus oleh Tim Ahli Nurina Happy, M.Pd. dari Universitas PGRI Semarang yang berisi materi esensial, trik penyelesaian soal (</span><em><span>logical thinking</span></em><span>), serta analisis pola soal TKA tahun-tahun sebelumnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Para peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas Kelas 5 dan 6 dari berbagai SD di Kecamatan Gayamsari tampak antusias mengikuti jalannya lokakarya. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung melakukan simulasi mengajar (</span><em><span>microteaching</span></em><span>) menggunakan platform dan modul yang disediakan.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong><span>Dampak Positif bagi Sekolah</span></strong></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Kepala SD N 1 Sawah Besar, Miyarti, S.Pd., M.M. menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan pengabdian ini.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>"Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Selama ini, tantangan terbesar guru adalah meramu materi TKA yang padat agar tetap menarik bagi anak-anak SD. Kehadiran platform Ruang Belajar dan modul ini memberikan angin segar dan strategi baru bagi guru-guru kami," ungkapnya.</span></p>
<p class="isSelectedEnd"><span>Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas para guru SD di Sawah Besar Kecamatan Gayamsari meningkat secara signifikan, yang nantinya akan berdampak langsung pada lonjakan nilai dan kesiapan mental siswa SD dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).</span></p>
<p><span>Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan penyerahan modul matematika secara simbolis dan komitmen pendampingan berkelanjutan oleh Tim PKM UPGRIS selama beberapa bulan ke depan.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Tim PkM UNNES Wujudkan SDGs 2 dan 12 Melalui Pengelolaan Sampah Organik dan Penguatan Pertanian di Desa Munggangsari]]></title>

<link>https://wawasan.news/tim-pkm-unnes-wujudkan-sdgs-2-dan-12-melalui-pengelolaan-sampah-organik-dan-penguatan-pertanian-di-desa-munggangsari</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/tim-pkm-unnes-wujudkan-sdgs-2-dan-12-melalui-pengelolaan-sampah-organik-dan-penguatan-pertanian-di-desa-munggangsari</guid>

<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 11:55:59 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilaksanakan oleh UNNES sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a449d9fe98e4.jpg" length="86086" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a449d9fe98e4.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Tim PkM UNNES Wujudkan SDGs 2 dan 12 Melalui Pengelolaan Sampah Organik dan Penguatan Pertanian di Desa Munggangsari]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a449d9fe98e4.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS-</strong> Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan pengabdian di Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik.</p>
<p>Tim ini diketuai oleh Muhammad Fauzan Ramadhan, S.Si., M.Sc., dengan anggota tim terdiri atas Prof. Dr. Eva Banowati, M.Si., Mohammad Syifauddin, S.Pd., M.Pd., Ayu Wulansari Pramita, S.Si., M.T., Halim Sukma Aji, A.Md., Dr. Apik Budi Santoso, M.Si., Sriyanto, S.Pd., M.Pd., dan Drs. Saptono Putro, M.Si., serta melibatkan mahasiswa Nasywa Alif Anindya, Ahmad Bayhaqi, dan Vivi Nur Hidayah.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilaksanakan oleh UNNES sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>"Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pemilahan sampah, pelatihan singkat penggunaan komposter, serta penyerahan alat pengolah sampah kepada warga setempat," papar ketua tim Muhammad Fauzan Ramadhan.</p>
<p>Dalam sesi sosialisasi, tim memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya, sebagai langkah awal pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih baik.</p>
<p>Warga juga dibekali pelatihan penggunaan komposter secara langsung. Komposter sendiri merupakan wadah khusus yang dirancang untuk menguraikan sampah organik — seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering — menjadi kompos melalui proses pengomposan alami.</p>
<p>Kompos yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung kegiatan pertanian sayur dan buah masyarakat setempat, mengingat sebagian besar warga Desa Munggangsari berprofesi sebagai petani.</p>
<p>Dengan adanya pencacah organik, sampah organik berukuran besar dapat dihancurkan terlebih dahulu sehingga proses penguraian menjadi lebih cepat dan efisien.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut nyata, tim PkM UNNES menyerahkan 5 unit tong komposter dan 2 unit pencacah organik kepada desa, yang diharapkan dapat segera dioperasikan secara mandiri oleh masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga, serta SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap produktivitas pertanian sayur dan buah masyarakat setempat melalui pemanfaatan kompos.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a449da2d980b.jpg" alt=""></p>
<p>Kepala Desa Munggangsari, Bapak Suyanto, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi tim UNNES.</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu dosen UNNES Semarang atas motivasi dan pelatihan pengelolaan sampah organik yang telah diberikan. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Munggangsari," ujarnya.</p>
<p>Apresiasi serupa disampaikan oleh Welas, perwakilan Kelompok Tani Milenial Desa Munggangsari.</p>
<p>"Terima kasih atas bantuan alat komposter dari UNNES, berupa tong komposter dan mesin pencacah. Semoga bermanfaat bagi kelompok tani di Desa Munggangsari, khususnya untuk pengolahan limbah pertanian," ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perangkat desa, dosen pelaksana, serta mahasiswa yang turut terlibat aktif dalam pendampingan.</p>
<p>Melalui program ini, tim berharap masyarakat Desa Munggangsari dapat membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi volume sampah yang selama ini tidak tertangani secara optimal.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Ahmad Luthfi Hargai Semangat Mahasiswa dalam Menyampaikan Kritik ]]></title>

<link>https://wawasan.news/ahmad-luthfi-hargai-semangat-mahasiswa-dalam-menyampaikan-kritik</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/ahmad-luthfi-hargai-semangat-mahasiswa-dalam-menyampaikan-kritik</guid>

<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 11:47:46 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam pembukaan Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Kementerian Agama RI, Kota Semarang, Selasa, 30 Juni 2026.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4499e933262.jpg" length="80957" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4499e933262.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Ahmad Luthfi Hargai Semangat Mahasiswa dalam Menyampaikan Kritik ]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a4499e933262.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghargai semangat mahasiswa dalam menyampaikan pendapat atau kritik terhadap pemerintah.</p>
<p>Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam pembukaan Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Kementerian Agama RI, Kota Semarang, Selasa, 30 Juni 2026.</p>
<p>"Mahasiswa di kampus bebas untuk berekspresi. Mahasiswa juga berhak menyampaikan pendapat di muka umum, itu ada undang-undangnya. Saya menghargai itu sebagi bentuk kepedulian adik-adik mahasiswa kepada bangsa dan negara," ujarnya.</p>
<p>Walakin, penyampaian pendapat, aspirasi,  dan kritik itu perlu dilakukan dengan etika, norma, dan undang-undang yang ada. Jangan sampai aspirasi disampaikan dengan cara yang melanggar aturan.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Luthfi melecut semangat para mahasiswa agar memberikan kontribusi berupa gagasan bagi pembangunan bangsa dan negara. </p>
<p>"Mahasiswa adalah agen perubahan. Mempunyai energi lebih. Jadi energi lebih ini harus disalurkan dengan banyak menyampaikan ide-ide konstruktif,” kata dia. </p>
<p>Apalagi, situasi dunia terus berubah; mulai dari geopolitik, ekonomi, tuntutan kualitas sumber daya manusia yang unggul, hingga perkembangan artificial intelligence (AI).</p>
<p>"Belum lagi dampak geopolitik dunia dari adanya perang Ukraina-Rusia, konflik Timur Tengah, dan perang Iran-Amerika Serikat dan Israel. Lalu sekarang ada juga tekanan fiskal yang membuat kepala daerah harus lebih kreatif dalam membangun daerahnya," jelasnya.</p>
<p>Di tengah semua persoalan tersebut, lanjut Luthfi, kolaborasi semua komponen masyarakat menjadi sangat penting. Termasuk dalam kerja-kerja pembangunan di Jawa Tengah. </p>
<p>Pemerintah daerah dalam membangun tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan pendapatan asli daerah. Maka dari itu perlu adanya suntikan ide dan kreativitas dari berbagi pihak.</p>
<p>"Kita gandeng semua, termasuk mahasiswa. Kita harus ciptakan Jawa Tengah yang adem ayem,” ujar dia. </p>
<p> Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Semarang M Nabil Muallif mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut untuk membentuk kader-kader yang dapat menjadi penentu daya saing bangsa.</p>
<p>Menurutnya, tantangan global seperti krisis geopolitik hingga disrupsi teknologi harus bisa dijawab oleh generasi muda. Ia juga menekankan bahwa mahasiswa siap untuk diajak berkolaborasi dalam rangka membangun daerah dan negara. (*)</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Guru Garda Terdepan Pendamping Siswa, Tim Dosen UNNES Perkuat Layanan Konseling di Sekolah Indonesia Bangkok]]></title>

<link>https://wawasan.news/guru-garda-terdepan-pendamping-siswa-tim-dosen-unnes-perkuat-layanan-konseling-di-sekolah-indonesia-bangkok</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/guru-garda-terdepan-pendamping-siswa-tim-dosen-unnes-perkuat-layanan-konseling-di-sekolah-indonesia-bangkok</guid>

<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 15:14:05 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partner”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam memperluas kontribusi akademik hingga ke tingkat internasional. Program tersebut didanai melalui DPA LPPM UNNES Tahun 2026.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ce34031a36.jpg" length="137946" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ce34031a36.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Guru Garda Terdepan Pendamping Siswa, Tim Dosen UNNES Perkuat Layanan Konseling di Sekolah Indonesia Bangkok]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a3ce34031a36.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p>BANGKOK – Tantangan pendidikan di era Society 5.0 tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan sekolah dalam menjaga kesehatan mental, karakter, dan perkembangan sosial peserta didik. </p>
<p>Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program Pengabdian Masyarakat Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand, pada 9–12 Juni 2026.</p>
<p>Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partner”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam memperluas kontribusi akademik hingga ke tingkat internasional. Program tersebut didanai melalui DPA LPPM UNNES Tahun 2026.</p>
<p>Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si, menjelaskan bahwa era Society 5.0 menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan.</p>
<p>Integrasi ruang fisik dan digital yang semakin kuat membuat peserta didik berhadapan dengan berbagai persoalan, mulai dari krisis identitas budaya, degradasi nilai, hingga tekanan psikologis akibat tuntutan akademik dan sosial.</p>
<p>Menurutnya, pendidikan harus tetap berpegang pada filosofi Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan peserta didik sebagai pusat proses pembelajaran.</p>
<p>Pendidikan tidak sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menuntun anak mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup melalui penguatan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.</p>
<p>“Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, pendidikan harus tetap memuliakan martabat manusia serta memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Maria Victoria, M.Pd.</p>
<p>Ia menilai program yang dibawa UNNES sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kapasitas guru untuk mendampingi perkembangan siswa secara lebih menyeluruh.</p>
<p>Maria mengungkapkan, salah satu tujuan penting dari pelatihan tersebut adalah mengubah paradigma lama mengenai layanan Bimbingan dan Konseling (BK).</p>
<p>Selama ini, BK kerap dipandang sebagai “polisi sekolah” yang hanya menangani siswa bermasalah.</p>
<p>Melalui pendekatan yang diberikan tim UNNES, guru kelas dan wali kelas justru diperkuat perannya sebagai mitra utama dalam sistem pendampingan siswa.</p>
<p>Mereka dibekali kemampuan melakukan deteksi dini terhadap perubahan perilaku peserta didik, memberikan dukungan akademik, hingga menjadi mediator yang menjembatani berbagai persoalan siswa.</p>
<p>“Ketika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lebih mendalam, wali kelas dapat berperan sebagai penghubung melalui sistem alih tangan kasus atau referral kepada guru BK yang memiliki kompetensi khusus,” jelas Maria.</p>
<p>Dalam sesi pelatihan, narasumber dari UNNES, Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons., memperkenalkan Model CASTT (Community, Administrator, Students, Teacher, Technology).</p>
<p>Model ini dirancang untuk memperkuat kemitraan seluruh unsur sekolah dalam memberikan layanan pendampingan kepada siswa.</p>
<p>Melalui pendekatan tersebut, peran konselor sekolah tidak lagi bekerja secara terpisah, melainkan menjadi pemimpin kolaboratif yang mampu menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan.</p>
<p>Mulai dari guru, siswa, orang tua, manajemen sekolah, hingga komunitas sekitar dilibatkan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan suportif.</p>
<p>Pelatihan juga membahas prosedur operasional layanan BK yang terdiri atas lima tahapan utama.</p>
<p>Tahapan tersebut meliputi observasi sistematis di kelas, analisis kebutuhan siswa melalui instrumen khusus, perencanaan karier abad ke-21 sekaligus pencegahan bullying dan radikalisme, pelaksanaan program secara kolaboratif, serta tindak lanjut melalui evaluasi jangka pendek, jangka panjang, dan evaluasi berkala.</p>
<p>Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan setiap program pendampingan berjalan secara terukur, akuntabel, dan terus berkembang sesuai kebutuhan peserta didik.</p>
<p>Program pengabdian internasional tersebut melibatkan tim lintas disiplin ilmu dari berbagai fakultas di UNNES.</p>
<p>Delegasi terdiri atas Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si.; Prof. Dr. Amin Pujiati, S.E., M.Si.; Dr. Isnarto, M.Si.; Aprila Niravita, S.H., M.Kn.; Dr. Muhamad Burhanudin, S.S., M.A.; Dr. Andry Akhiruyanto, S.Pd., M.Pd.; Dr. Sri Handayani, M.Pd.; serta Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons.</p>
<p>Kolaborasi lintas bidang tersebut menunjukkan keseriusan UNNES dalam membantu sekolah mitra di luar negeri menghadapi berbagai persoalan psikososial yang berkembang di lingkungan pendidikan modern.</p>
<p>Selain membekali keterampilan teknis, program ini juga menanamkan nilai keterbukaan, kejujuran, dan kemauan mendengarkan berbagai sudut pandang. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat dan inklusif.</p>
<p>Tim pengabdian menilai keberhasilan layanan bimbingan dan konseling tidak hanya ditentukan oleh kompetensi guru BK, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan yang terbangun antara guru, manajemen sekolah, siswa, dan orang tua.</p>
<p>Ketika seluruh pihak bekerja dalam satu visi yang sama, layanan pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata.</p>
<p>Melalui sinergi yang terbangun selama program berlangsung, Sekolah Indonesia Bangkok diharapkan mampu mengembangkan sistem pendampingan siswa yang lebih komprehensif.</p>
<p>Upaya ini menjadi langkah penting dalam mencetak generasi Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[BIOFAIR 2026 UPGRIS Dorong Lahirnya Peneliti Muda dan Generasi Kreatif untuk Masa Depan Berkelanjutan]]></title>

<link>https://wawasan.news/biofair-2026-upgris-dorong-lahirnya-peneliti-muda-dan-generasi-kreatif-untuk-masa-depan-berkelanjutan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/biofair-2026-upgris-dorong-lahirnya-peneliti-muda-dan-generasi-kreatif-untuk-masa-depan-berkelanjutan</guid>

<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 15:04:01 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
BIOFAIR merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan melalui kolaborasi antara HIMABIO dan Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a38ece807765.jpg" length="129660" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a38ece807765.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
BIOFAIR 2026 UPGRIS Dorong Lahirnya Peneliti Muda dan Generasi Kreatif untuk Masa Depan Berkelanjutan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a38ece807765.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS </strong>– Semangat inovasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan mewarnai penyelenggaraan BIOFAIR Competition 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) bersama Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). </p>
<p>Mengusung tema “Empowering Young Researchers for a Sustainable Future”, ajang tahunan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan yang berkelanjutan.</p>
<p>BIOFAIR merupakan agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan melalui kolaborasi antara HIMABIO dan Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS.</p>
<p>Tahun ini rangkaian kegiatan diawali dengan webinar nasional yang menghadirkan peneliti dari BRIN, Dr. Tri Joko Santoso, serta praktisi dari Media Life Science yang membahas perkembangan bioteknologi dan kultur jaringan dalam meningkatkan kualitas bibit unggul.</p>
<p>Puncak acara kemudian digelar dalam bentuk expo pendidikan dan kompetisi yang melibatkan siswa SMA/SMK/sederajat tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.</p>
<p>Tingginya animo peserta terlihat dari keterlibatan 29 sekolah yang berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Demak, Kendal, Brebes, Pati, Rembang, Lasem, Kaliwungu, dan sejumlah wilayah lainnya di Jawa Tengah.</p>
<p>Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UPGRIS Praptining Rahayu, S.Si., M.Pd, menjelaskan bahwa BIOFAIR dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk menemukan ruang ekspresi sesuai minat dan bakat masing-masing.</p>
<p>“Melalui BIOFAIR, siswa yang memiliki kemampuan akademik dapat menyalurkannya melalui Karya Ilmiah Remaja. Mereka yang memiliki bakat seni bisa mengikuti lomba solo vokal maupun tari kreasi. Sementara kemampuan berbahasa asing difasilitasi melalui English Speech Competition. Kami ingin semua potensi mendapat ruang untuk berkembang,” ujarnya.</p>
<p>Salah satu yang menarik perhatian pada BIOFAIR 2026 adalah penyelenggaraan English Speech Competition yang untuk pertama kalinya digelar oleh Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS.</p>
<p>Di luar dugaan, kompetisi tersebut mendapatkan respons luar biasa dari para peserta dan menjadi salah satu cabang lomba dengan antusiasme tertinggi.</p>
<p>Selain kompetisi, pengunjung juga disuguhkan berbagai inovasi mahasiswa melalui stan pameran yang menampilkan hasil karya dan program unggulan Pendidikan Biologi UPGRIS.</p>
<p>Salah satunya adalah Bio Edu Farm, komunitas mahasiswa yang bergerak di bidang budidaya tanaman, hidroponik, microgreen, budidaya anggrek, hingga pengenalan tanaman unik seperti tillandsia dan lithops.</p>
<p>Mahasiswa juga memamerkan produk biocraft, yakni kerajinan berbasis biologi yang memanfaatkan bahan alami.</p>
<p>Salah satu produk yang menarik perhatian adalah suvenir dari bunga anggrek asli yang diawetkan menggunakan resin sehingga dapat dijadikan aksesori maupun perhiasan bernilai ekonomi.</p>
<p>Tidak hanya itu, terdapat pula stan Biokultura, pengembangan dari Laboratorium Kultur Jaringan Pendidikan Biologi UPGRIS yang menjadi sarana mahasiswa mengasah kompetensi kultur jaringan dan budidaya anggrek.</p>
<p>Kompetensi tersebut menjadi bekal penting karena mahasiswa Pendidikan Biologi UPGRIS diwajibkan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP sebelum lulus, baik pada bidang kultur jaringan maupun budidaya anggrek.</p>
<p>Sejumlah stan lain turut menampilkan karya mahasiswa penerima program pendanaan Kemendiktisaintek, seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).</p>
<p>Berbagai produk kewirausahaan berbasis bioteknologi hasil fermentasi juga dipamerkan, mulai dari inovasi olahan tape hingga produk pangan kreatif yang memiliki nilai jual tinggi.</p>
<p>Daftar Pemenang BIOFAIR Competition 2026</p>
<p>Setelah melalui proses penilaian yang objektif dan profesional oleh dewan juri, berikut para pemenang BIOFAIR Competition 2026:</p>
<p>Kategori Siswa</p>
<p>Stage Perform – Solo Vokal</p>
<p>Juara I: Rona Amaly Syab Praptadigena (SMA Islam Al Azhar 14 Semarang)</p>
<p>Juara II: Muhammad Fatih Al Hasani (SMA Negeri 15 Semarang)</p>
<p>Juara III: Dinda Siska Anggraini (SMK Teuku Umar)</p>
<p>Stage Perform – Tari Kreasi</p>
<p>Juara I: Anifa Zahra (SMA Negeri 11 Semarang)</p>
<p>Juara II: Ika Nursyita (SMA Al Azhar Syifa Budi Solo)</p>
<p>Juara III: Aida Amira Syifa (SMK Kesatrian 1 Semarang)</p>
<p>Karya Ilmiah Remaja (KIR)</p>
<p>Juara I: Devani Purnama Putri (SMA Negeri 1 Kaliwungu)</p>
<p>Juara II: Ratih Kinanti Pratama (SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo)</p>
<p>Juara III: Ahmad Rizal Alvani (SMA Negeri 1 Bojong)</p>
<p>Best Poster</p>
<p>Juara I: Bara Atmaja (SMA Negeri 1 Cepiring)</p>
<p>English Speech Competition</p>
<p>Juara I: Annisa Almaqhvira Larasati (SMA Negeri 11 Semarang)</p>
<p>Juara II: Razita Hasya Abida (SMA Negeri 1 Kaliwungu)</p>
<p>Juara III: Alexa Najma Syania (SMA Negeri 1 Lasem)</p>
<p>Kategori Mahasiswa</p>
<p>Got Talent</p>
<p>Juara I: Faqihuddin Almunawir</p>
<p>Juara II: Muhammad Dzaki Haidar</p>
<p>Juara III: Alyssa Zulfa Taufiqoh</p>
<p>Inovasi Media Pembelajaran</p>
<p>Juara I: Tim Anggraini Adityas Safitri</p>
<p>Juara II: Tim Amelia</p>
<p>Juara III: Tim Nazifa</p>
<p>Stand Terbaik</p>
<p>Juara I: Stand Kelas 2B (Tim FARA)</p>
<p>Juara II: Stand Kelas 6A Kelompok 4 (Tim Charel)</p>
<p>Juara III: Stand Kelas 4A Kelompok 3 (Tim Arifa)</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi, peserta siswa juga memperoleh kesempatan mendapatkan Golden Ticket untuk pendaftaran mahasiswa baru di UPGRIS.</p>
<p>Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi akademiknya.</p>
<p>Keberhasilan BIOFAIR Competition 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari peserta, guru pendamping, dosen, dewan juri, sponsor, media partner, hingga seluruh panitia yang bekerja keras menyukseskan acara.</p>
<p>Melalui BIOFAIR 2026, UPGRIS berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, kreativitas, dan keterampilan, tetapi juga mampu menjadi peneliti muda serta agen perubahan yang berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan pendidikan.</p>
<p></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Edukasi Panel Surya Portabel, Tim Pengabdian UPGRIS Dorong Kemandirian Energi Desa Wisata Jatirejo]]></title>

<link>https://wawasan.news/edukasi-panel-surya-portabel-tim-pengabdian-upgris-dorong-kemandirian-energi-desa-wisata-jatirejo</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/edukasi-panel-surya-portabel-tim-pengabdian-upgris-dorong-kemandirian-energi-desa-wisata-jatirejo</guid>

<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 14:46:08 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Program ini merupakan kolaborasi internasional antara UPGRIS dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a588c09014c6.jpg" length="150398" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a588c09014c6.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Edukasi Panel Surya Portabel, Tim Pengabdian UPGRIS Dorong Kemandirian Energi Desa Wisata Jatirejo]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a588c09014c6.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan program transfer teknologi panel surya portabel di Desa Wisata Jatirejo, Kota Semarang. </span></p>
<p><span>Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian energi di tingkat desa.</span><br><br><span>Program ini merupakan kolaborasi internasional antara UPGRIS dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dalam pengembangan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan.</span><br><br><span>Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Mega Novita dengan anggota Imadudin Harjanto, Prasena Arisyanto, Wardatul Jannah, serta mitra internasional Prof. Madya Dr. Mahyuddin Bin Arsat dan Ts. Dr. Mohd Akhmal bin Muhamad Sidek dari Universiti Teknologi Malaysia.</span></p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a588c0a87e75.jpg" alt=""></p>
<p><span>Masing-masing anggota berkontribusi sesuai bidang keahliannya, mulai dari perancangan model transfer teknologi, validasi sistem kelistrikan, desain mekanik perangkat, penguatan partisipasi masyarakat, hingga benchmarking standar teknis dan penyusunan publikasi ilmiah bersama.</span><br><br><span>Dalam pelaksanaannya, tim menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyempurnaan desain sistem panel surya portabel, pengadaan dan perakitan perangkat, penyusunan modul pelatihan, hingga pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. </span></p>
<p><span>Peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar energi surya, pengenalan komponen panel surya portabel, praktik perakitan, simulasi pengoperasian, serta cara perawatan perangkat agar dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.</span><br><br><span>Pada akhir kegiatan, perangkat panel surya portabel juga diserahkan kepada masyarakat sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pemanfaatan energi bersih di Desa Wisata Jatirejo.</span><br><br><span>Ketua tim pengabdian, Dr. Mega Novita, mengatakan bahwa pengembangan energi terbarukan di tingkat masyarakat harus disertai dengan proses transfer pengetahuan agar teknologi yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.</span><br><br><span>"Melalui program ini kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan pemanfaatan panel surya sesuai kebutuhan di lingkungan desa. Dengan demikian, teknologi yang diberikan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujarnya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Kegiatan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Wisata Jatirejo. </span></p>
<p><span>Peserta mengikuti sesi edukasi, praktik, dan diskusi dengan antusias serta memperoleh pengalaman langsung dalam mengoperasikan panel surya portabel. </span></p>
<p><span>Pendekatan partisipatif yang diterapkan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola teknologi secara mandiri.</span><br><br><span>Program pengabdian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan literasi energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan di masyarakat.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Reputasi Global, Gandeng Bappenas Wujudkan Kampus Berdampak]]></title>

<link>https://wawasan.news/dies-natalis-ke-61-unnes-perkuat-reputasi-global-gandeng-bappenas-wujudkan-kampus-berdampak</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dies-natalis-ke-61-unnes-perkuat-reputasi-global-gandeng-bappenas-wujudkan-kampus-berdampak</guid>

<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 11:25:11 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Dengan semangat “UNNES Bergerak Berdampak”, universitas ini optimistis mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat, memperkuat daya saing global, dan mewujudkan cita-cita menjadi universitas bereputasi dunia yang tetap berpijak]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b8a0676db9.jpg" length="102669" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b8a0676db9.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dies Natalis ke-61 UNNES: Perkuat Reputasi Global, Gandeng Bappenas Wujudkan Kampus Berdampak]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a2b8a0676db9.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> – Universitas Negeri Semarang (UNNES) menandai perjalanan panjangnya yang ke-61 tahun dengan menegaskan komitmen sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.</p>
<p>Momentum Dies Natalis ke-61 yang berlangsung di Auditorium Prof. Wuryanto, Kampus Sekaran Gunungpati, Senin (8/6/2026), menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan arah transformasi UNNES menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang berwawasan konservasi.</p>
<p>Mengusung tema “UNNES Bergerak Berdampak”, perayaan tahun ini menghadirkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. sebagai tamu kehormatan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, UNNES memberikan penghargaan tertinggi berupa Dharma Karya Permata Buana atau Upakarti Dharmakarya Pranata Bhuana sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mengawal pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., yang menilai peran Menteri PPN/Kepala Bappenas sangat penting dalam memperkuat posisi Indonesia pada agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat global.</p>
<p>Tidak hanya penyerahan penghargaan, peringatan Dies Natalis juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian PPN/Bappenas dan UNNES.</p>
<p>Kerja sama strategis ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan berbagai inovasi yang mampu mendukung pembangunan nasional.</p>
<p>Ratusan Prestasi dan Pengakuan Dunia</p>
<p>Dalam pidatonya, Rektor UNNES memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025 hingga pertengahan 2026.</p>
<p>Hingga saat ini, UNNES memiliki 125 program studi dengan 87 program studi telah memperoleh akreditasi Unggul atau A.</p>
<p>Tak hanya itu, sebanyak 26 program studi juga telah mengantongi akreditasi internasional, terdiri atas 23 program studi berakreditasi AQAS dan tiga program studi berakreditasi ASIIN.</p>
<p>Prestasi mahasiswa turut menunjukkan tren positif.</p>
<p>Selama tahun 2025, mahasiswa UNNES berhasil mengoleksi 739 prestasi, termasuk 116 penghargaan tingkat internasional.</p>
<p>Sejumlah mahasiswa bahkan ikut mengharumkan nama Indonesia di SEA Games 2025 melalui raihan medali emas pada cabang olahraga pencak silat, wushu, dan panahan.</p>
<p>Di bidang penelitian, UNNES semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi dengan produktivitas publikasi ilmiah yang tinggi.</p>
<p>Hingga awal 2026, kampus ini memiliki 17 jurnal yang terindeks Scopus, sementara jumlah publikasi terindeks Scopus sepanjang 2025 mencapai 735 dokumen.</p>
<p>Reputasi Internasional Terus Menguat</p>
<p>Pengakuan dunia terhadap kualitas pendidikan dan penelitian UNNES juga terus meningkat.</p>
<p>Dalam pemeringkatan QS University Rankings Asia, UNNES berhasil masuk kelompok peringkat 901–950 Asia. Sementara pada QS World University Rankings Sustainability, UNNES berada pada kelompok peringkat 1001–1020 dunia.</p>
<p>Untuk bidang Education and Training, UNNES berhasil menembus peringkat 401–450 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject.</p>
<p>Capaian ini semakin melengkapi sejumlah pengakuan internasional lainnya yang diraih kampus konservasi tersebut.</p>
<p>Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE), UNNES masuk kelompok peringkat 301–400 dunia pada bidang hukum, peringkat 601–800 dunia untuk bidang pendidikan, serta peringkat 1001+ pada bidang ilmu sosial.</p>
<p>Tantangan Menuju PTN-BH yang Mandiri</p>
<p>Meski mencatat berbagai pencapaian membanggakan, Rektor UNNES menegaskan bahwa perguruan tinggi masih menghadapi sejumlah tantangan strategis.</p>
<p>Beberapa di antaranya adalah peningkatan reputasi internasional, percepatan hilirisasi riset dan inovasi, penguatan kualitas pendidikan, hingga kemandirian finansial sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).</p>
<p>Menurut Prof. Martono, keberhasilan sebuah universitas saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi akademik, melainkan juga dari kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat.</p>
<p>Karena itu, UNNES telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan kerja sama internasional, percepatan pemanfaatan hasil riset, implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang berkelanjutan, hingga peningkatan kontribusi terhadap target pembangunan berkelanjutan.</p>
<p>Luncurkan Dashboard SDGs</p>
<p>Sebagai bagian dari komitmen terhadap agenda keberlanjutan, UNNES juga meluncurkan Aplikasi Dashboard SDGs Universitas Negeri Semarang.</p>
<p>Platform ini diharapkan menjadi instrumen untuk memantau dan memperkuat implementasi target-target pembangunan berkelanjutan di lingkungan kampus.</p>
<p>Kehadiran dashboard tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan UNNES dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta tata kelola institusi yang berkelanjutan.</p>
<p>Menutup rangkaian Dies Natalis ke-61, Rektor UNNES mengajak seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis untuk terus memperkuat kolaborasi.</p>
<p>Dengan semangat “UNNES Bergerak Berdampak”, universitas ini optimistis mampu memperluas kontribusinya bagi masyarakat, memperkuat daya saing global, dan mewujudkan cita-cita menjadi universitas bereputasi dunia yang tetap berpijak pada nilai-nilai konservasi.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Ketua PGRI Jateng Muhdi: Kekurangan Guru Harus Diselesaikan dengan Pemetaan dan Distribusi yang Tepat]]></title>

<link>https://wawasan.news/ketua-pgri-jateng-muhdi-kekurangan-guru-harus-diselesaikan-dengan-pemetaan-dan-distribusi-yang-tepat</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/ketua-pgri-jateng-muhdi-kekurangan-guru-harus-diselesaikan-dengan-pemetaan-dan-distribusi-yang-tepat</guid>

<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 11:07:37 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Muhdi menilai kepala daerah memiliki kewenangan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam pemerataan guru. Karena itu, ia berharap proses penataan tidak terhambat oleh persoalan administratif yang berkepanjangan.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dca475ddeb.jpg" length="76585" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dca475ddeb.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Ketua PGRI Jateng Muhdi: Kekurangan Guru Harus Diselesaikan dengan Pemetaan dan Distribusi yang Tepat]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dca475ddeb.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, </strong>Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD RI, Dr Muhdi SH MHum, menegaskan persoalan kekurangan guru di SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah, tidak bisa hanya dilihat dari angka kebutuhan formasi semata. </span></p>
<p><span>Menurutnya, pemerintah daerah harus memastikan terlebih dahulu bahwa data kebutuhan guru telah dipetakan secara akurat.</span><br><br><span>"Kami terus mengingatkan kepada Dinas Pendidikan maupun BKD agar kebutuhan guru benar-benar dipetakan dengan baik. Jangan sampai ada sekolah yang masih kelebihan guru, sementara sekolah lain justru kekurangan. Persoalan distribusi guru ini yang sampai sekarang belum sepenuhnya selesai," ujarnya.</span><br><br><span>Muhdi menjelaskan, berdasarkan informasi yang berkembang, terdapat kebutuhan sekitar 1.800 guru di lingkungan SMA dan SMK Jawa Tengah. </span></p>
<p><span>Sementara itu, terdapat kemungkinan pembukaan formasi sekitar 700 guru melalui jalur CPNS maupun PPPK pada 2026.</span><br><br><span>Menurutnya, sebelum menentukan jumlah formasi yang akan dibuka, pemerintah harus memastikan data kebutuhan riil di lapangan.</span><br><br><span>"Saya selalu mendorong agar mutasi dan redistribusi guru dilakukan. Kalau ada sekolah yang kelebihan guru dan ada yang kekurangan, maka harus segera ditata. Jangan sampai angka kebutuhan terus muncul besar karena distribusinya tidak pernah dibenahi," katanya.</span><br><br><span>Muhdi menilai kepala daerah memiliki kewenangan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam pemerataan guru. Karena itu, ia berharap proses penataan tidak terhambat oleh persoalan administratif yang berkepanjangan.</span><br><br><span>"Kalau memang ada persoalan administrasi, prosesnya bisa berjalan sambil dilakukan penataan. Yang penting kebutuhan guru di sekolah bisa segera diketahui secara pasti dan ditangani dengan cepat," ujarnya.</span><br><br><span>Ia menegaskan bahwa sekolah tidak mungkin membiarkan peserta didik belajar tanpa guru. Karena itu, ketika kebutuhan guru tidak terpenuhi, berbagai solusi alternatif sering muncul di lapangan.</span><br><br><span>"Kalau sekolah kekurangan guru, kepala sekolah pasti akan mencari jalan keluar. Tidak mungkin membiarkan anak-anak tanpa pembelajaran. Karena itu muncul berbagai bentuk guru pengganti, guru honorer, bahkan ada yang menggunakan skema tertentu agar proses belajar mengajar tetap berjalan," katanya.</span><br><br><span>Muhdi mencontohkan adanya praktik pemanfaatan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang direkrut melalui mekanisme kerja sama tertentu untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.</span><br><br><span>"Pada prinsipnya, ketika kebutuhan guru tidak terpenuhi, pasti akan muncul kreativitas di lapangan untuk mencari solusi. Karena kebutuhan pendidikan tidak bisa menunggu," ujarnya.</span><br><br><span>Ia menegaskan apabila hasil pemetaan menunjukkan kebutuhan guru mencapai 1.800 orang, maka pemerintah harus berani memenuhi kebutuhan tersebut melalui rekrutmen yang memadai.</span><br><br><span>"Kalau memang kebutuhan riilnya 1.800 guru, ya harus dipenuhi. Apalagi setiap tahun ada guru yang memasuki masa pensiun. Jangan hanya melihat kebutuhan saat ini, tetapi juga memperhitungkan kekurangan yang akan muncul akibat pensiun pada tahun-tahun berikutnya," jelasnya.</span><br><br><span>Muhdi mencontohkan kondisi di sejumlah daerah yang saat ini masih mengalami kekurangan guru dan akan semakin bertambah karena tingginya angka pensiun dalam beberapa tahun mendatang.</span><br><br><span>"Contohnya di Banyumas, hari ini mungkin kekurangannya 1.200 guru, tetapi tahun ini ada 500 guru yang pensiun. Artinya kebutuhan tahun depan bisa menjadi 1.700 guru. Karena itu, proses pemenuhan kebutuhan harus direncanakan dari sekarang," katanya.</span><br><br><span>Ia juga mengingatkan agar kebijakan penghentian rekrutmen guru honorer harus dibarengi dengan solusi yang jelas dari pemerintah.</span><br><br><span>"Kalau pemerintah melarang sekolah merekrut guru honorer, maka harus diikuti dengan kepastian pengangkatan guru yang dibutuhkan. Jangan sampai pintu rekrutmen honorer ditutup, tetapi kebutuhan guru di sekolah tidak segera dipenuhi. Itu yang justru menimbulkan persoalan baru," tegasnya.</span><br><br><span>Menurut Muhdi, yang paling penting adalah memastikan seluruh peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan yang optimal melalui ketersediaan guru yang cukup dan terdistribusi secara merata.</span><br><br><span>"Jangan sampai persoalan administrasi mengorbankan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang jelas dan terukur agar kebutuhan guru di sekolah dapat terpenuhi secara berkelanjutan," pungkasnya.</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Muhdi: Rektor Baru Harus Mampu Kembangkan Potensi Besar UPGRIS, Ciptakan Terobosan Baru dan Kelola SDM Unggul]]></title>

<link>https://wawasan.news/muhdi-rektor-baru-harus-mampu-kembangkan-potensi-besar-upgris-ciptakan-terobosan-baru-dan-kelola-sdm-unggul</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/muhdi-rektor-baru-harus-mampu-kembangkan-potensi-besar-upgris-ciptakan-terobosan-baru-dan-kelola-sdm-unggul</guid>

<pubDate>Sat, 30 May 2026 13:52:14 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc59793636.jpg" length="105841" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc59793636.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Muhdi: Rektor Baru Harus Mampu Kembangkan Potensi Besar UPGRIS, Ciptakan Terobosan Baru dan Kelola SDM Unggul]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc59793636.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS SEMARANG</strong> - Pembina YPLP PT PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum, menilai Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam kurun sekitar 25 tahun terakhir.</span><br><br><span>Menurutnya, kemajuan tersebut terlihat dari berbagai aspek, mulai dari jumlah mahasiswa, kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga capaian Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).</span><br><br><span>"Kampus ini sudah memiliki perjalanan yang panjang. Alhamdulillah, sekitar 25 tahun terakhir progresnya sangat bagus dari semua aspek. Kita bersyukur karena tidak hanya jumlah mahasiswa yang terus meningkat, tetapi juga prestasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, termasuk PPG yang menunjukkan capaian membanggakan. Reputasi UPGRIS juga semakin baik dan penghargaan terus berdatangan," ujarnya.</span><br><br><span>Hal tersebut disampaikannya usai pelantikan Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) Periode 2026-2030 di kampus tersebut, Sabtu (30/5/2026).</span><br><br><span>Meski demikian, Muhdi mengingatkan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini semakin berat.</span><br><br><span>Perguruan tinggi negeri kini semakin agresif membuka program studi baru dan melakukan promosi layaknya perguruan tinggi swasta.</span><br><br><span>"Dulu perguruan tinggi negeri tidak perlu promosi, mahasiswa datang sendiri. Sekarang kondisinya berbeda. Mereka membuka ruang pendaftaran yang sangat luas dan aktif melakukan promosi. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh rektor baru," katanya.</span><br><br><span>Menurut Muhdi, Dr Sapto Budoyo sebagai Rektor UPGRIS periode 2026-2030 mewarisi potensi besar yang harus dikelola dengan baik.</span><br><br><span>Potensi tersebut antara lain banyaknya dosen bergelar doktor dan profesor yang dimiliki kampus.</span><br><br><span>"Potensi besar itu harus dikelola secara tepat. Kalau tidak, justru bisa menjadi bumerang. Orang-orang pintar harus dimanajemen dengan baik agar menjadi kekuatan. Saya yakin Pak Sapto mampu memobilisasi seluruh potensi yang ada sesuai dengan passion masing-masing dosen," ungkapnya.</span><br><br><span>Ia menjelaskan bahwa setiap dosen memiliki kecenderungan yang berbeda.</span><br><br><span>Ada yang lebih menyukai penelitian, ada yang fokus pada pengabdian masyarakat, dan ada yang lebih menekuni bidang pengajaran.</span><br><br><span>Tugas pimpinan kampus adalah mengkolaborasikan seluruh kekuatan tersebut.</span><br><br><span>"Memang idealnya dosen menjalankan tiga tugas utama perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Namun setiap orang punya kecenderungan berbeda. Ini harus dikolaborasikan agar visi UPGRIS sebagai The Meaning University benar-benar terwujud," jelasnya.</span><br><br><span>Muhdi menegaskan bahwa penelitian tidak boleh berhenti hanya pada publikasi ilmiah atau jurnal bereputasi internasional. Hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</span><br><br><span>"Kami tidak ingin penelitian hanya berhenti di Scopus atau tersimpan di rak. Penelitian harus dilanjutkan dengan diseminasi, pendampingan, dan implementasi sehingga menghasilkan dampak yang luas bagi masyarakat. Yang paling penting adalah manfaatnya," tegasnya.</span><br><br><span>Ia bahkan menilai bahwa tidak semua penelitian harus berteknologi tinggi. Yang lebih penting adalah sejauh mana penelitian tersebut mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.</span><br><br><span>"Riset tidak harus selalu rumit atau berteknologi tinggi. Yang terpenting adalah berdampak. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat, kemudian menciptakan solusi yang tepat. Itulah tantangan perguruan tinggi saat ini," katanya.</span><br><br><span>Muhdi juga menekankan pentingnya semangat menciptakan kebaruan atau inovasi dalam menghadapi perubahan zaman.</span><br><br><span>Menurutnya, orientasi penelitian harus bergeser dari sekadar mengejar pengakuan akademik menuju penciptaan manfaat nyata.</span><br><br><span>"Dulu kita berlomba mengejar publikasi internasional bereputasi. Itu tetap penting, tetapi sekarang orientasinya harus lebih luas. Penelitian yang mungkin hanya terbit di jurnal nasional tetapi mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat bisa jadi jauh lebih bernilai," ujarnya.</span><br><br><span>Sebagai contoh, ia menyebut pengembangan Edupark yang sedang dibangun UPGRIS. Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat edukasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.</span><br><br><span>"Di Edupark nanti orang bisa belajar bertani modern di lahan terbatas dengan dukungan teknologi digital. Bisa belajar budidaya melon, pengelolaan pertanian modern, hingga pemasaran hasil produksi. Ini bentuk kebaruan yang menurut saya sangat penting," katanya.</span><br><br><span>Ia juga mencontohkan pentingnya inovasi dalam sektor pertanian dan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan varietas unggul atau peningkatan nilai jual komoditas lokal melalui riset dan teknologi.</span><br><br><span>"Indonesia memiliki banyak potensi. Tantangannya adalah bagaimana perguruan tinggi hadir memberikan solusi melalui teknologi, inovasi, dan pendampingan sehingga masyarakat mendapatkan nilai tambah yang lebih besar," ujarnya.</span><br><br><span>Menurut Muhdi, kebaruan juga bisa lahir dari kolaborasi lintas disiplin ilmu.</span><br><br><span>Dosen tidak boleh bekerja secara parsial, melainkan harus mampu menggabungkan berbagai bidang keilmuan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.</span><br><br><span>"Seperti yang dilakukan almarhum Didi Kempot yang mampu mengemas musik daerah menjadi dikenal luas bahkan mendunia. Inovasi sering kali lahir dari kemampuan menggabungkan berbagai unsur yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dosen juga harus memiliki semangat seperti itu," katanya.</span><br><br><span>Karena itu, Muhdi berharap kepemimpinan Dr Sapto Budoyo mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat posisi UPGRIS sebagai perguruan tinggi yang bertumbuh dengan memberikan manfaat nyata.</span><br><br><span>"UPGRIS tidak boleh hanya tumbuh. Kita harus tumbuh dengan memberikan manfaat yang besar. Kata kuncinya adalah dampak. Saya berharap setiap rektor baru memiliki cara-cara baru untuk mencapai tujuan tersebut," pungkasnya.</span><br><br><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Resmi Pimpin UPGRIS Periode 2026-2030, Dr Sapto Budoyo Siap Lanjutkan Estafet Kejayaan Kampus]]></title>

<link>https://wawasan.news/resmi-pimpin-upgris-periode-2026-2030-dr-sapto-budoyo-siap-lanjutkan-estafet-kejayaan-kampus</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/resmi-pimpin-upgris-periode-2026-2030-dr-sapto-budoyo-siap-lanjutkan-estafet-kejayaan-kampus</guid>

<pubDate>Sat, 30 May 2026 12:26:39 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Fokus utama yang akan diperkuat adalah menjaga prestasi kampus, meningkatkan kualitas layanan mahasiswa, serta memperluas promosi agar jumlah mahasiswa baru terus bertambah. Dalam bidang akademik, Sapto menempatkan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor dan guru besar sebagai salah satu agenda prioritas.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc5965fd0e.jpg" length="90686" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc5965fd0e.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Resmi Pimpin UPGRIS Periode 2026-2030, Dr Sapto Budoyo Siap Lanjutkan Estafet Kejayaan Kampus]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202606/image_870x580_6a1dc5965fd0e.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Dr Sapto Budoyo SH MH resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) untuk masa jabatan 2026-2030.</span><br><br><span>Pelantikan tersebut digelar di gedung pusat lantai 7, Sabtu (30/5/2026), yang turut dihadiri oleh Pembina YPLP PT PGRI Semarang Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., Ketua YPLPPT PGRI H. Sakbani, S.Pd., M.H., serta ketua Umum PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., dan segenap tamu undangan yang telah hadir. </span><br><br><span>Usai pelantikan, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus menyadari besarnya amanah yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jawa Tengah tersebut.</span><br><br><span>Menurut Sapto, jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan komitmen untuk meneruskan estafet kejayaan UPGRIS yang telah dibangun oleh para pendahulu.</span><br><br><span>"Pelantikan ini tentu menjadi amanah yang sangat besar bagi saya. Kami mengucapkan syukur, tetapi di balik rasa syukur itu ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Menjadi rektor bukan soal jabatan, melainkan komitmen untuk meneruskan estafet kejayaan UPGRIS yang telah dibangun oleh para pimpinan sebelumnya," ujarnya.</span><br><br><span>Ia menegaskan, kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan pencapaian institusi, tetapi juga memastikan UPGRIS mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.</span><br><br><span>"Prioritas saya bukan hanya menjadikan UPGRIS semakin besar dan semakin jaya, tetapi bagaimana UPGRIS mampu memberikan manfaat, dampak, dan makna bagi masyarakat luas," katanya.</span><br><br><strong>Melanjutkan Program dan Meningkatkan Daya Saing</strong><br><span></span></p>
<p><span>Sapto menjelaskan, sejumlah program yang telah dirintis oleh rektor sebelumnya akan tetap dilanjutkan.</span><br><br><span>Fokus utama yang akan diperkuat adalah menjaga prestasi kampus, meningkatkan kualitas layanan mahasiswa, serta memperluas promosi agar jumlah mahasiswa baru terus bertambah.</span><br><br><span>Sebagai perguruan tinggi swasta, menurutnya peningkatan jumlah mahasiswa menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab tanpa mengabaikan kualitas layanan akademik.</span><br><br><span>"Kami akan melanjutkan berbagai capaian yang telah diraih. Di sisi lain, kami juga berupaya memperkenalkan UPGRIS lebih luas agar jumlah mahasiswa terus meningkat. Namun yang tidak kalah penting, pelayanan kepada mahasiswa harus tetap menjadi prioritas. Mahasiswa yang kuliah di UPGRIS harus mendapatkan layanan terbaik," tegasnya.</span><br><br><strong>Perbanyak Doktor dan Guru Besar</strong><br><span></span></p>
<p><span>Dalam bidang akademik, Sapto menempatkan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor dan guru besar sebagai salah satu agenda prioritas.</span><br><br><span>Menurutnya, kebutuhan tersebut merupakan tuntutan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan reputasi institusi.</span><br><br><span>Ia mengapresiasi langkah pimpinan sebelumnya yang telah memberikan kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.</span><br><br><span>"Para pemimpin terdahulu sudah membuka jalan dengan memberikan kesempatan dosen untuk studi lanjut. Sekarang tinggal kami melanjutkan dan memanen hasilnya. Saat ini juga ada pengajuan guru besar yang sedang berproses, dan kami berharap segera mendapatkan hasil yang baik," ungkapnya.</span><br><br><strong>Adaptif terhadap Perubahan Zaman</strong><br><span></span></p>
<p><span>Menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi yang terus berubah, Sapto menekankan pentingnya kemampuan kampus membaca kebutuhan masa depan.</span><br><br><span>Ia menilai perguruan tinggi tidak boleh berjalan di tempat karena kebutuhan masyarakat dan dunia kerja terus berkembang.</span><br><br><span>"Kita harus mengikuti perubahan. Apa yang dibutuhkan hari ini belum tentu menjadi kebutuhan di masa depan. Karena itu perguruan tinggi harus mampu membaca arah perkembangan zaman dan menyiapkan lulusannya sesuai kebutuhan masyarakat," jelasnya.</span><br><br><strong>Kaji Pembukaan Program Studi Baru</strong><br><span></span></p>
<p><span>Terkait pengembangan akademik, UPGRIS juga akan terus melakukan evaluasi dan kajian terhadap kebutuhan program studi baru.</span><br><br><span>Sapto menyebut setiap rencana pembukaan program studi akan didasarkan pada naskah akademik dan analisis kebutuhan masyarakat.</span><br><br><span>Selain itu, sejumlah program baru, termasuk jenjang doktoral yang telah mendapatkan izin, akan dioptimalkan untuk mendukung pengembangan kampus.</span><br><br><span>"Kami akan melakukan kajian secara komprehensif, menyusun naskah akademik, dan melihat kebutuhan masyarakat. Dari situ akan ditentukan program studi mana yang perlu dikembangkan agar benar-benar relevan dengan kebutuhan masa depan," katanya.</span><br><br><span>Dengan semangat melanjutkan capaian yang telah dirintis sebelumnya, Dr Sapto Budoyo berharap UPGRIS tidak hanya tumbuh sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam prestasi, tetapi juga menjadi institusi pendidikan yang memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.</span><br><br><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Penghapusan Guru Honorer 2027 Dinilai Belum Siap, Senator Muhdi: Jangan Sampai Kelas Kosong Tidak Ada Guru]]></title>

<link>https://wawasan.news/penghapusan-guru-honorer-2027-dinilai-belum-siap-senator-muhdi-jangan-sampai-kelas-kosong-tidak-ada-guru</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/penghapusan-guru-honorer-2027-dinilai-belum-siap-senator-muhdi-jangan-sampai-kelas-kosong-tidak-ada-guru</guid>

<pubDate>Fri, 29 May 2026 11:33:28 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus anggota Komite I DPD RI, Dr Muhdi, menilai masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, terutama terkait nasib ribuan guru honorer di daerah.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a19170b7fe70.jpg" length="96739" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a19170b7fe70.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Penghapusan Guru Honorer 2027 Dinilai Belum Siap, Senator Muhdi: Jangan Sampai Kelas Kosong Tidak Ada Guru]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a19170b7fe70.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="111" data-end="418"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Kebijakan penghapusan tenaga honorer pada 2027 kembali memunculkan kegelisahan di dunia pendidikan.</p>
<p data-start="111" data-end="418">Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus anggota Komite I DPD RI, <span class="whitespace-normal">Dr Muhdi SH MHum</span>, menilai masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, terutama terkait nasib ribuan guru honorer di daerah.</p>
<p data-start="420" data-end="754">Menurut Muhdi, saat berkeliling ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, dirinya masih menemukan banyak sekolah yang bergantung pada tenaga guru honorer.</p>
<p data-start="420" data-end="754">Padahal pemerintah pusat sebelumnya menyatakan persoalan tersebut akan dituntaskan melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu.</p>
<p data-start="756" data-end="974">“Faktanya di lapangan tidak sesederhana itu. Pusat menganggap PPPK ini sudah tahap terakhir, tetapi daerah tidak semuanya mampu memenuhi kebutuhan karena harus menanggung beban pembiayaan PPPK paruh waktu,” ujar Muhdi.</p>
<p data-start="976" data-end="1253">Ia mencontohkan sejumlah daerah masih memiliki jumlah guru honorer yang sangat besar.</p>
<p data-start="976" data-end="1253">Di Kabupaten Banyumas misalnya, jumlahnya disebut mencapai lebih dari seribu orang, sementara di Batang mencapai lebih dari 800 guru. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Soloraya.</p>
<p data-start="1255" data-end="1482">Muhdi menilai daerah dengan kemampuan fiskal rendah cenderung mengambil langkah aman ketika menghadapi tekanan anggaran atau penurunan transfer ke daerah (TKD).</p>
<p data-start="1255" data-end="1482">Akibatnya, pengajuan formasi PPPK tidak dilakukan secara maksimal.</p>
<p data-start="1484" data-end="1661">“Ketika daerah mendapat tekanan fiskal, mereka memilih jalan aman, tidak semua diajukan. Padahal kami sudah mengingatkan bahwa PPPK ini disebut sebagai tahap terakhir,” katanya.</p>
<p data-start="1663" data-end="1908">Ia juga mengkritik surat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinilai kurang memperhatikan kondisi riil di daerah.</p>
<p data-start="1663" data-end="1908">Menurutnya, kebijakan penghentian honorer seharusnya dibarengi solusi yang jelas terkait pengisian kekosongan guru.</p>
<p data-start="1910" data-end="2040">“Kalau honorer dihentikan dalam beberapa bulan ke depan, lalu siapa yang mengisi kelas-kelas kosong? Ini problem besar,” tegasnya.</p>
<p data-start="2042" data-end="2286">Muhdi mengingatkan bahwa kelas tanpa guru merupakan situasi yang berbahaya bagi keberlangsungan pendidikan.</p>
<p data-start="2042" data-end="2286">Ia menyebut pemerintah hingga kini baru berbicara soal pemetaan kebutuhan guru, namun belum menunjukkan langkah konkret penyelesaiannya.</p>
<p data-start="2288" data-end="2439">“Kalau sekarang hanya pemetaan lalu guru honorer diputus, berarti ada kelas-kelas yang kosong. Dan saya ingatkan, kelas kosong itu berbahaya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2441" data-end="2746">Selain itu, Muhdi juga menyoroti lemahnya koordinasi antarlembaga terkait kebijakan pendidikan dan kepegawaian.</p>
<p data-start="2441" data-end="2746">Menurutnya, kebijakan mutasi guru sebenarnya telah diperbolehkan oleh kementerian maupun Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun implementasi di daerah masih tersendat karena perbedaan pemahaman.</p>
<p data-start="2748" data-end="2960">“Ada miskomunikasi dan mismanagement. Menteri bilang boleh, BKN bilang boleh, provinsi dan kabupaten juga sebenarnya bisa melakukan mutasi, tetapi di lapangan masih saling menunggu dan saling menyandra,” katanya.</p>
<p data-start="2962" data-end="3169">Muhdi menegaskan, pemetaan kebutuhan guru seharusnya bukan hal sulit apabila dilakukan secara serius. Sebab jumlah siswa, rombongan belajar, hingga kebutuhan mata pelajaran sudah dapat dihitung dengan jelas.</p>
<p data-start="3171" data-end="3293">Ia juga mengingatkan bahwa kondisi geografis Indonesia tidak bisa disamakan begitu saja dengan pendekatan rasio sederhana.</p>
<p data-start="3295" data-end="3514">“Indonesia ini ada daerah pegunungan, ada pulau-pulau kecil. Tidak semua sekolah bisa memenuhi rasio ideal siswa dan guru. Tapi kalau sekolah negeri tetap dibuka, pemerintah wajib memenuhi kebutuhan gurunya,” tandasnya.</p>
<p data-start="3516" data-end="3746" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Karena itu, Muhdi berharap pemerintah pusat dan daerah segera menyusun langkah konkret sebelum kebijakan penghapusan honorer benar-benar diberlakukan pada 2027, agar tidak menimbulkan kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah.</p>
<p data-start="3516" data-end="3746" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Pemilihan Rektor UPGRIS Berjalan Sejuk, Ketua PGRI Jateng: Bukti Matangnya Regenerasi Kepemimpinan Kampus]]></title>

<link>https://wawasan.news/pemilihan-rektor-upgris-berjalan-sejuk-ketua-pgri-jateng-bukti-matangnya-regenerasi-kepemimpinan-kampus</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/pemilihan-rektor-upgris-berjalan-sejuk-ketua-pgri-jateng-bukti-matangnya-regenerasi-kepemimpinan-kampus</guid>

<pubDate>Wed, 20 May 2026 12:32:37 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Muhdi menilai kultur organisasi di UPGRIS kini semakin matang sehingga regenerasi kepemimpinan berjalan secara alamiah. Sosok yang dinilai layak memimpin biasanya sudah terlihat sejak awal melalui proses kaderisasi dan pengalaman organisasi yang panjang.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e7d7eb1bdc.jpg" length="101963" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e7d7eb1bdc.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Pemilihan Rektor UPGRIS Berjalan Sejuk, Ketua PGRI Jateng: Bukti Matangnya Regenerasi Kepemimpinan Kampus]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0e7d7eb1bdc.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="" data-turn-id-container="8a6f6afa-557c-43b1-95fc-f7590f7cf063" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)" dir="auto" data-turn-id="8a6f6afa-557c-43b1-95fc-f7590f7cf063" data-turn-id-container="8a6f6afa-557c-43b1-95fc-f7590f7cf063" data-testid="conversation-turn-1" data-scroll-anchor="false" data-turn="user"></section>
<strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Proses pemilihan rektor di <span class="whitespace-normal">Universitas PGRI Semarang</span> (UPGRIS) Masa Jabatan 2026-2030 berlangsung tenang, dengan hanya menghadirkan satu calon.</div>
<div class="" data-turn-id-container="8a6f6afa-557c-43b1-95fc-f7590f7cf063" data-is-intersecting="true"></div>
<div class="" data-turn-id-container="8a6f6afa-557c-43b1-95fc-f7590f7cf063" data-is-intersecting="true">Dinamika pemilihan ini dinilai sebagai gambaran kuatnya sistem regenerasi kepemimpinan, dan semakin matangnya ekosistem organisasi di lingkungan kampus.</div>
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:c93c987a-248d-4191-bab6-f6ee91eedfd1-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:c93c987a-248d-4191-bab6-f6ee91eedfd1-0" data-turn-id-container="request-WEB:c93c987a-248d-4191-bab6-f6ee91eedfd1-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="a88497a8-2c1e-49a2-8aed-cc94bb93eb61" data-turn-start-message="true" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<p data-start="457" data-end="774">Pandangan tersebut disampaikan Ketua <span class="whitespace-normal">PGRI Jawa Tengah</span>, Dr <span class="whitespace-normal">Muhdi SH MHum</span>, usai mengikuti paparan visi dan misi calon rektor UPGRIS, di kampus tersebut, Rabu (20/5/2026).</p>
<p data-start="457" data-end="774">Dalam kegiatan tersebut hadir pula Rektor UPGRIS Dr <span class="whitespace-normal">Sri Suciati MHum </span> serta calon rektor Dr <span class="whitespace-normal">Sapto Budoyo SH MH</span>.</p>
<p data-start="776" data-end="1051">Muhdi mengapresiasi jalannya proses pemilihan yang dinilainya berlangsung sehat, terbuka, dan sarat semangat keberlanjutan.</p>
<p data-start="776" data-end="1051">Menurutnya, visi yang dipaparkan calon rektor menunjukkan arah pengembangan kampus yang jelas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi masa kini.</p>
<p data-start="1053" data-end="1282">“Alhamdulillah hari ini kita mengikuti paparan visi calon rektor. Kami tentu berterima kasih karena calon rektor masih memberikan perhatian besar terhadap arah pengembangan UPGRIS melalui visi dan misi yang disampaikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="1284" data-end="1482">Ia menilai terdapat tiga agenda besar yang menjadi fokus pengembangan UPGRIS ke depan, yakni peningkatan akses pendidikan, peningkatan mutu, serta penguatan dampak nyata kampus bagi masyarakat luas.</p>
<p data-start="1484" data-end="1755">Menurut Muhdi, arah tersebut sangat penting bagi perguruan tinggi swasta yang dituntut untuk terus tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.</p>
<p data-start="1484" data-end="1755">Salah satu indikator kemajuan perguruan tinggi swasta, kata dia, adalah meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun.</p>
<p data-start="1757" data-end="1989">“Kampus swasta itu maju apabila jumlah mahasiswanya terus bertumbuh. Kebetulan program pemerintah sekarang juga sedang berupaya meningkatkan akses pendidikan tinggi. Maka saya kira UPGRIS harus ikut berpartisipasi di situ,” katanya.</p>
<p data-start="1991" data-end="2200">Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan kampus tetap dilakukan secara terukur, termasuk dalam pembukaan program studi baru agar tidak mengabaikan kekuatan program yang telah berjalan baik selama ini.</p>
<p data-start="2202" data-end="2470">Selain akses pendidikan, Muhdi juga menilai capaian mutu UPGRIS saat ini sudah berada pada level yang sangat baik.</p>
<p data-start="2202" data-end="2470">Status akreditasi unggul dan berbagai penghargaan dari pemerintah disebut menjadi bukti bahwa reputasi kampus semakin diperhitungkan di tingkat nasional.</p>
<p data-start="2472" data-end="2659">“UPGRIS sekarang sudah sampai pada level akreditasi unggul. Reputasinya juga luar biasa. Prestasinya sudah terlihat dan penghargaan dari Dikti terhadap UPGRIS juga sangat besar,” ujarnya.</p>
<p data-start="2661" data-end="2845">Ia bahkan mencontohkan keterlibatan UPGRIS dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap kualitas institusi tersebut.</p>
<p data-start="2847" data-end="2996">Menurut Muhdi, salah satu kekuatan utama UPGRIS terletak pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selama ini dinilai memiliki kualitas unggul.</p>
<p data-start="2998" data-end="3074">“Kenapa bisa begitu? Karena PPG kita memang termasuk yang terbaik,” katanya.</p>
<p data-start="3076" data-end="3397">Tak hanya soal mutu akademik, Muhdi juga menyoroti pentingnya konsep pendidikan berdampak yang kini menjadi arah kebijakan pemerintah.</p>
<p data-start="3076" data-end="3397">Ia menilai visi calon rektor sudah sejalan dengan kebutuhan tersebut, di mana lulusan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat harus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="3399" data-end="3559">Sebagai kampus yang berada di bawah naungan PGRI, ia berharap kepemimpinan baru nantinya mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun para pemimpin sebelumnya.</p>
<p data-start="3561" data-end="3726">“Jujur saja, kita sekarang tumbuh karena setiap rektor berikutnya selalu melanjutkan dan menyempurnakan capaian rektor sebelumnya. Jadi ada kesinambungan,” tuturnya.</p>
<p data-start="3728" data-end="3876">Muhdi juga berharap seluruh unsur pimpinan kampus nantinya mampu membangun budaya kerja yang semakin kolaboratif demi memperkuat kemajuan institusi.</p>
<p data-start="3878" data-end="4101">Salah satu hal yang cukup menjadi perhatian publik dalam pemilihan rektor kali ini adalah hadirnya calon tunggal. Namun menurut Muhdi, kondisi tersebut bukan disebabkan minimnya kader ataupun tertutupnya proses penjaringan.</p>
<p data-start="4103" data-end="4284">Ia menegaskan bahwa proses pencalonan tetap dibuka secara luas bagi siapa saja yang memenuhi syarat. Bahkan apabila jumlah calon terlalu sedikit, masa pendaftaran akan diperpanjang.</p>
<p data-start="4286" data-end="4418">“Bukan karena tidak dibuka. Tetap dibuka. Tapi semakin dewasa, proses seleksi biasanya sudah terjadi jauh-jauh sebelumnya,” katanya.</p>
<p data-start="4420" data-end="4675">Muhdi menilai kultur organisasi di UPGRIS kini semakin matang sehingga regenerasi kepemimpinan berjalan secara alamiah.</p>
<p data-start="4420" data-end="4675">Sosok yang dianggap layak memimpin biasanya sudah terlihat sejak awal melalui proses kaderisasi dan pengalaman organisasi yang panjang.</p>
<p data-start="4677" data-end="4784">Ia pun mengapresiasi kepemimpinan Rektor UPGRIS saat ini yang dinilai berhasil menyiapkan generasi penerus.</p>
<p data-start="4786" data-end="4924">“Sukses seorang pemimpin itu salah satunya mampu menyiapkan pemimpin berikutnya. Dan saya kira itu berhasil dilakukan Bu Rektor,” ujarnya.</p>
<p data-start="4926" data-end="5169">Muhdi mengaku bersyukur proses pemilihan berlangsung damai tanpa konflik berkepanjangan.</p>
<p data-start="4926" data-end="5169">Menurutnya, suasana yang kondusif akan membuat pemimpin terpilih nantinya bisa langsung bekerja dan fokus menjalankan program-program pengembangan kampus.</p>
<p data-start="5171" data-end="5408">Sementara itu, Rektor UPGRIS <span class="whitespace-normal">Sri Suciati</span> juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemilihan rektor yang berjalan baik dan menghasilkan sosok penerus dengan visi yang jelas terhadap masa depan kampus.</p>
<p data-start="5410" data-end="5599">“Saya bersyukur proses pemilihan calon rektor ini berjalan baik dan lancar. Dan saya juga bersyukur karena akhirnya kita memiliki penerus yang mempunyai visi ke depan sangat baik,” katanya.</p>
<p data-start="5601" data-end="5854">Sri Suciati menilai visi dan misi yang disampaikan calon rektor sangat relevan dengan tantangan pendidikan tinggi saat ini. Ia berharap kepemimpinan baru nantinya mampu membawa UPGRIS melangkah lebih jauh dan mencapai lompatan kemajuan yang lebih besar.</p>
<p data-start="5856" data-end="6023">“Kita tentu berharap kepemimpinan yang akan datang benar-benar bisa melangkah lebih jauh dan bahkan melompat lebih tinggi lagi untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.</p>
<p data-start="6025" data-end="6187">Terkait hadirnya calon tunggal, Sri Suciati justru melihat hal tersebut sebagai bentuk kepercayaan besar sivitas akademika terhadap sosok calon pemimpin yang ada.</p>
<p data-start="6189" data-end="6383">“Itu adalah refleksi dari bulatnya tekad kita untuk memperoleh calon pemimpin yang baik. Itu bentuk kepercayaan yang luar biasa dari sivitas akademika terhadap calon pemimpin yang ada,” katanya.</p>
<p data-start="6724" data-end="7003" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan proses pemilihan yang berlangsung kondusif dan visi keberlanjutan yang kuat, UPGRIS dinilai tengah menunjukkan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan akademik, tetapi juga matang dalam membangun budaya kepemimpinan dan regenerasi organisasi.</p>
<p data-start="6724" data-end="7003" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[UNNES Gelar Festival Dolanan Anak dan Folklore 2026, Permainan Tradisional Jadi Sarana Pendidikan Karakter]]></title>

<link>https://wawasan.news/unnes-gelar-festival-dolanan-anak-dan-folklore-2026-permainan-tradisional-jadi-sarana-pendidikan-karakter</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/unnes-gelar-festival-dolanan-anak-dan-folklore-2026-permainan-tradisional-jadi-sarana-pendidikan-karakter</guid>

<pubDate>Tue, 19 May 2026 14:29:51 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Selain menjadi ajang kreativitas anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter serta pelestarian budaya lokal di tengah derasnya perkembangan era digital.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c116272fd9.jpg" length="100973" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c116272fd9.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
UNNES Gelar Festival Dolanan Anak dan Folklore 2026, Permainan Tradisional Jadi Sarana Pendidikan Karakter]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a0c116272fd9.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS SEMARANG</strong> – Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya melalui penyelenggaraan Festival Dolanan Anak dan Folklore 2026 yang digelar di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES, Selasa (19/5/2026). </p>
<p>Kegiatan ini diikuti 16 sekolah dasar di Kota Semarang dan diharapkan menjadi agenda tahunan kampus konservasi tersebut.</p>
<p>Festival yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu menghadirkan berbagai permainan tradisional, pertunjukan folklore, lomba ketapel, tari tradisional, hingga nyanyian lagu daerah.</p>
<p>Selain menjadi ajang kreativitas anak-anak, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter serta pelestarian budaya lokal di tengah derasnya perkembangan era digital.</p>
<p>Kasubdit Konservasi UNNES sekaligus Ketua Panitia Festival Dolanan Anak 2026, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti mengatakan, festival ini merupakan bagian dari implementasi visi konservasi yang dimiliki UNNES.</p>
<p>“Insya Allah ini menjadi agenda tahunan Universitas Negeri Semarang. Karena UNNES punya visi selain internasional dan pendidikan bereputasi, juga konservasi. Salah satu dari tiga pilar konservasi itu adalah seni dan budaya. Maka melalui Festival Dolanan Anak dan Folklore ini kami ingin mengenalkan kembali budaya kepada generasi muda,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak sangat penting untuk membangun interaksi sosial dan karakter positif sejak dini.</p>
<p>“Harapannya selain pengenalan kembali budaya, juga ada penguatan nilai karakter, sportivitas, kreativitas, inovasi, dan gotong royong. Sekarang era digital luar biasa, kami ingin anak-anak tidak hidup sendiri dengan gadgetnya, tetapi bisa lebih banyak berinteraksi dengan teman dan lingkungannya,” jelas Prof Nana.</p>
<p>Ia menilai permainan tradisional mampu menjadi media efektif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai.</p>
<p>“Dengan kegiatan seperti ini mudah-mudahan anak-anak tidak hanya asyik dengan gadgetnya sendiri, tetapi lebih aktif bersosialisasi dan mengenal budaya daerah,” tambahnya.</p>
<p>Dalam festival tersebut, panitia juga memberikan penekanan pada penggunaan Bahasa Jawa sebagai bentuk pelestarian bahasa ibu, khususnya di wilayah Jawa Tengah.</p>
<p>“Di sini juga ada penekanan penggunaan Bahasa Jawa. Karena ini di Kota Semarang, bahasa ibu perlu dikenalkan kembali kepada anak-anak. Tidak masalah menggunakan Bahasa Jawa ngoko, yang penting mereka mengenal dan terbiasa menggunakan bahasa daerah,” katanya.</p>
<p>Festival tahun ini menghadirkan konsep berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya.</p>
<p>Jika tahun lalu lebih banyak berfokus pada olahraga tradisional, kali ini panitia memperluas tema ke aspek folklore dan seni budaya Nusantara.</p>
<p>“Kalau tahun kemarin lebih banyak olahraga tradisional dengan lima permainan, tahun ini kami mencoba variasi baru yang lebih menonjolkan budaya. Peserta bebas menampilkan dolanan anak, permainan tradisional, nembang, hingga berbagai bentuk budaya lainnya,” terang Prof Nana.</p>
<p>Dalam lomba folklore, setiap kelompok diberi durasi maksimal 15 menit untuk menampilkan kreativitas mereka di atas panggung Kampung Budaya FBS UNNES.</p>
<p>Penilaian dilakukan berdasarkan kekompakan, ekspresi dan penghayatan, kreativitas, serta originalitas penampilan.</p>
<p>“Penilaiannya meliputi kekompakan, ekspresi penghayatan, kreativitas, dan originalitas,” ujarnya.</p>
<p>Panitia juga melibatkan sejumlah akademisi dan praktisi seni budaya sebagai dewan juri.</p>
<p>Selain lomba folklore, festival juga menghadirkan lomba ketapel yang digelar di halaman depan Gedung Arsip UNNES.</p>
<p>Perlombaan tersebut dibagi dalam kategori putra, putri, dan ganda.</p>
<p>“Untuk apresiasi tentu ada hadiah uang pembinaan, sertifikat, dan piala bagi juara satu sampai tiga. Khusus lomba ketapel ada kategori putra, putri, dan ganda,” katanya.</p>
<p>Festival Dolanan Anak 2026 dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan registrasi peserta folklore dan lomba ketapel.</p>
<p>Sebanyak sembilan kelompok tampil dalam lomba folklore yang berlangsung di Panggung Kampung Budaya.</p>
<p>Setelah rekapitulasi nilai, acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan penutupan, di antaranya penampilan PAUD Sekar Nagari, Tari Ye Ye bertema dolanan tradisional lompat tali dari SD Labschool, serta penampilan lagu daerah “Cublak-Cublak Suweng” oleh Alesha Fitri Inara Sakhi.</p>
<p>Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[SPMB SMA/SMK Negeri Jateng 2026 Dibuka 3 Juni, Ini Jadwal Lengkap, Kuota, dan Jalur Pendaftarannya]]></title>

<link>https://wawasan.news/spmb-smasmk-negeri-jateng-2026-dibuka-3-juni-ini-jadwal-lengkap-kuota-dan-jalur-pendaftarannya</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/spmb-smasmk-negeri-jateng-2026-dibuka-3-juni-ini-jadwal-lengkap-kuota-dan-jalur-pendaftarannya</guid>

<pubDate>Wed, 13 May 2026 17:29:37 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Tahapan pelaksanaan SPMB dimulai dengan pembuatan akun pada 3 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan verifikasi berkas dan aktivasi akun mulai 4 sampai 13 Juni 2026.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a04527f91df2.jpg" length="54562" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a04527f91df2.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
SPMB SMA/SMK Negeri Jateng 2026 Dibuka 3 Juni, Ini Jadwal Lengkap, Kuota, dan Jalur Pendaftarannya]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a04527f91df2.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot">
<div class="" data-turn-id-container="request-6a043a74-f6dc-83ec-830f-5d89c31fad40-0" data-is-intersecting="true">
<div class="relative w-full overflow-visible">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-6a043a74-f6dc-83ec-830f-5d89c31fad40-0" data-turn-id-container="request-6a043a74-f6dc-83ec-830f-5d89c31fad40-0" data-testid="conversation-turn-16" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="a33b0846-2b0e-4329-93ca-a0c9fb171a6f" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-5" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full dark markdown-new-styling">
<h1 data-section-id="175pfyv" data-start="0" data-end="100"><span style="font-size: 14px;">WAWASAN.NEWS SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui </span><span class="whitespace-normal" style="font-size: 14px;">Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah</span><span style="font-size: 14px;"> bersiap melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.</span></h1>
<p data-start="300" data-end="555">Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, <span class="whitespace-normal">Sunarto</span> menyampaikan, pelaksanaan SPMB SMA Negeri dan SMK Negeri tahun ini akan dilaksanakan secara serentak dan sepenuhnya berbasis online untuk seluruh jalur seleksi.</p>
<p data-start="557" data-end="683">“Kegiatan ini tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto saat ditemui di kantornya di Semarang, Selasa (12/5/2026).</p>
<p data-start="685" data-end="870">Ia menjelaskan, tahapan pelaksanaan SPMB dimulai dengan pembuatan akun pada 3 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan verifikasi berkas dan aktivasi akun mulai 4 sampai 13 Juni 2026.</p>
<p data-start="872" data-end="1124">Sementara itu, proses pendaftaran, pemilihan sekolah, serta perubahan pilihan sekolah berlangsung pada 15 hingga 18 Juni 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 21 Juni 2026, sedangkan awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027 dimulai pada 13 Juli 2026.</p>
<h2 data-section-id="13p694k" data-start="1126" data-end="1172">Jalur Pendaftaran SMA Negeri dan SMK Negeri</h2>
<p data-start="1174" data-end="1263">Sunarto memaparkan, pelaksanaan SPMB SMA Negeri dilakukan melalui empat jalur penerimaan.</p>
<p data-start="1265" data-end="1300">Adapun pembagian kuotanya meliputi:</p>
<ul data-start="1301" data-end="1438">
<li data-section-id="f00i5g" data-start="1301" data-end="1335">Jalur domisili minimal 33 persen</li>
<li data-section-id="1lh54db" data-start="1336" data-end="1370">Jalur afirmasi minimal 32 persen</li>
<li data-section-id="wmatho" data-start="1371" data-end="1405">Jalur prestasi minimal 30 persen</li>
<li data-section-id="mmjaco" data-start="1406" data-end="1438">Jalur mutasi maksimal 5 persen</li>
</ul>
<p data-start="1440" data-end="1512">Sedangkan untuk SMK Negeri, seleksi dilakukan melalui tiga jalur, yaitu:</p>
<ul data-start="1513" data-end="1633">
<li data-section-id="1h9eytf" data-start="1513" data-end="1549">Seleksi prestasi minimal 75 persen</li>
<li data-section-id="fl615g" data-start="1550" data-end="1586">Seleksi afirmasi minimal 15 persen</li>
<li data-section-id="1wy7yrt" data-start="1587" data-end="1633">Seleksi domisili terdekat maksimal 10 persen</li>
</ul>
<p data-start="1635" data-end="1866">Menurut Sunarto, jalur domisili khusus diberlakukan bagi wilayah kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri dan/atau SMK Negeri, termasuk wilayah desa tempat berdirinya satuan pendidikan SMA Negeri yang berada di atas tanah kas desa.</p>
<h2 data-section-id="9ccy1p" data-start="1868" data-end="1905">Gunakan Sistem Online Terintegrasi</h2>
<p data-start="1907" data-end="2112">Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga bekerja sama dengan <span class="whitespace-normal">Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah</span> untuk menghadirkan sistem informasi SPMB yang lebih sederhana dan mudah diakses masyarakat.</p>
<p data-start="2114" data-end="2156">Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi:</p>
<p data-start="2158" data-end="2235"><a data-start="2158" data-end="2235" rel="noopener" target="_new" class="decorated-link" href="https://spmb.jatengprov.go.id?utm_source=chatgpt.com">spmb.jatengprov.go.id<span aria-hidden="true" class="ms-0.5 inline-block align-middle leading-none"><svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="20" height="20" aria-hidden="true" data-rtl-flip="" class="block h-[0.75em] w-[0.75em] stroke-current stroke-[0.75]"></svg></span></a></p>
<p data-start="2237" data-end="2458">“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas. Begitu juga di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelas Sunarto.</p>
<p data-start="2460" data-end="2591">Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran berlangsung.</p>
<h2 data-section-id="1cm63kv" data-start="2593" data-end="2645">Daya Tampung Baru 40,77 Persen dari Total Lulusan</h2>
<p data-start="2647" data-end="2750">Tahun ini, jumlah lulusan SMP dan sederajat di Jawa Tengah diperkirakan mencapai sekitar 567.500 murid.</p>
<p data-start="2752" data-end="2896">Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri di Jawa Tengah hanya mencapai 231.399 kursi atau sekitar 40,77 persen dari total lulusan.</p>
<p data-start="2898" data-end="3021">Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah negeri diperkirakan kembali berlangsung ketat pada tahun ajaran baru ini.</p>
<h2 data-section-id="zixrrj" data-start="3023" data-end="3073">SMANKO dan Program Boarding School Masih Dibuka</h2>
<p data-start="3075" data-end="3246">Dalam kesempatan tersebut, Sunarto juga menyinggung program SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) yang kembali membuka seleksi penerimaan peserta didik baru tahun ini.</p>
<p data-start="3248" data-end="3343">Pelaksanaan seleksi SMANKO dilakukan bekerja sama dengan <span class="whitespace-normal">Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah</span>.</p>
<p data-start="3345" data-end="3557">“Mereka mempunyai sistem SPMB yang terpisah, yang diatur oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami dari Dinas Pendidikan men-support dari sisi kurikulum, ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3559" data-end="3679">Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga masih membuka pendaftaran untuk program SMK boarding dan semi boarding.</p>
<p data-start="3681" data-end="3711">Program tersebut terdiri dari:</p>
<ul data-start="3712" data-end="3818">
<li data-section-id="1um1crk" data-start="3712" data-end="3763">3 SMK boarding di Semarang, Pati, dan Purbalingga</li>
<li data-section-id="z900cq" data-start="3764" data-end="3818">15 SMK semi boarding di berbagai wilayah Jawa Tengah</li>
</ul>
<p data-start="3820" data-end="3874">Total daya tampung yang disediakan mencapai 759 kursi.</p>
<p data-start="3876" data-end="3990">Program ini disiapkan untuk mencetak lulusan vokasi yang memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki dunia kerja.</p>
<h2 data-section-id="xttzt9" data-start="3992" data-end="4055">Program Sekolah Kemitraan Gratis untuk Keluarga Kurang Mampu</h2>
<p data-start="4057" data-end="4246">Sebagai bentuk perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melanjutkan Program Sekolah Kemitraan gratis bekerja sama dengan sekolah swasta.</p>
<p data-start="4248" data-end="4342">Menurut Sunarto, terdapat 139 sekolah SMA dan SMK swasta yang terlibat dalam program tersebut.</p>
<p data-start="4344" data-end="4512">Program afirmasi ini diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).</p>
<p data-start="4514" data-end="4608">“Kita ada 139 sekolah tingkat SMA dan SMK yang melaksanakan program tersebut,” terang Sunarto.</p>
<p data-start="4610" data-end="4761">Dalam program ini, seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pihak sekolah dilarang melakukan pungutan kepada siswa.</p>
<p data-start="4763" data-end="4917">Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa setiap tahun, dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.</p>
<p data-start="4919" data-end="5130" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui berbagai skema tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap semakin banyak siswa dapat memperoleh akses pendidikan menengah yang berkualitas, baik melalui sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra pemerintah.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
<div class="contents"></div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[BINUS @Semarang Hadirkan AI Experience Campus untuk Jawab Tantangan Masa Depan]]></title>

<link>https://wawasan.news/binus-semarang-hadirkan-ai-experience-campus-untuk-jawab-tantangan-masa-depan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/binus-semarang-hadirkan-ai-experience-campus-untuk-jawab-tantangan-masa-depan</guid>

<pubDate>Wed, 13 May 2026 17:22:40 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Di tengah derasnya transformasi digital, memilih jurusan kuliah kini tidak lagi sekadar menentukan bidang studi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan yang penuh perubahan]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a045092bcd54.jpg" length="88832" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a045092bcd54.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
BINUS @Semarang Hadirkan AI Experience Campus untuk Jawab Tantangan Masa Depan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a045092bcd54.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="121" data-end="521"><strong>WAWASAN.NEWS SEMARANG </strong>— Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja.</p>
<p data-start="121" data-end="521">Di tengah derasnya transformasi digital, memilih jurusan kuliah kini tidak lagi sekadar menentukan bidang studi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan yang penuh perubahan.</p>
<p data-start="523" data-end="736">Kondisi tersebut menjadi perhatian <span class="whitespace-normal">BINUS University @Semarang</span> dalam sebuah temu media bertajuk “Menentukan Arah Masa Depan Anak di Era AI: Di Tengah Banyak Pilihan dan Ketidakpastian”, Jumat (8/4/2026).</p>
<p data-start="738" data-end="972">Direktur Kampus BINUS University @Semarang, <span class="whitespace-normal">Fredy Purnomo</span> menegaskan bahwa pemilihan jurusan kuliah sebaiknya dilakukan dengan pendampingan orang tua agar calon mahasiswa tidak salah menentukan arah pendidikan.</p>
<p data-start="974" data-end="1097">“Pilihlah jurusan yang memang diminati, sesuai dengan kemampuan, serta bakat, dan jangan hanya ikut-ikutan saja,” jelasnya.</p>
<p data-start="1099" data-end="1364">Menurut Fredy, di era AI seperti sekarang, tantangan pendidikan semakin kompleks. Orang tua dan calon mahasiswa tidak hanya dihadapkan pada banyaknya pilihan kampus dan program studi, tetapi juga kekhawatiran apakah jurusan yang dipilih masih relevan di masa depan.</p>
<p data-start="1366" data-end="1534">Perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat membuat banyak keluarga mulai memikirkan secara serius hubungan antara pendidikan dan peluang karier jangka panjang.</p>
<p data-start="1536" data-end="1748">Fenomena tersebut terlihat dari masih tingginya angka career mismatch di Indonesia. Sekitar 35 hingga 36 persen lulusan diketahui bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh selama kuliah.</p>
<p data-start="1750" data-end="1925">Di sisi lain, laporan global juga menunjukkan sekitar 22 persen pekerjaan diperkirakan akan mengalami perubahan pada tahun 2030 akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi.</p>
<p data-start="1927" data-end="2069">Kondisi ini membuat generasi muda dituntut memiliki kemampuan yang lebih adaptif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.</p>
<p data-start="2071" data-end="2373">Riset yang dilakukan Populix bersama BINUS University juga menunjukkan bahwa kekhawatiran orang tua kini berkembang semakin luas.</p>
<p data-start="2071" data-end="2373">Tidak hanya soal memilih jurusan, tetapi juga mengenai sejauh mana pendidikan mampu memberikan arah yang jelas dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja di era digital.</p>
<p data-start="2375" data-end="2590">Menjawab tantangan tersebut, BINUS University @Semarang hadir sebagai Digital Transformation &amp; AI Experience Campus yang menawarkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan penguatan kompetensi digital.</p>
<p data-start="2592" data-end="2684">Menurut Fredy, perkembangan AI telah mengubah cara perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswa.</p>
<p data-start="2686" data-end="2950">“Perkembangan AI membuat dunia kerja berubah jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, pendidikan tidak bisa lagi hanya berfokus pada teori, tetapi harus mampu memberikan pengalaman nyata dan pemahaman bagaimana teknologi digunakan di dunia industri,” ujarnya.</p>
<p data-start="2952" data-end="3105">Ia menjelaskan, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus memahami cara memanfaatkan teknologi secara strategis.</p>
<p data-start="3107" data-end="3302">“Di BINUS @Semarang, kami membekali mahasiswa dengan AI experience agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya secara strategis,” lanjutnya.</p>
<p data-start="3304" data-end="3457">Fredy juga menekankan bahwa manfaat pendidikan seharusnya sudah mulai dirasakan sejak mahasiswa masih menjalani proses kuliah, bukan hanya setelah lulus.</p>
<p data-start="3459" data-end="3745">“Kami melihat bahwa pendidikan harus mulai memberikan dampak sejak mahasiswa masih kuliah. Melalui pendekatan digital transformation, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk pekerjaan yang ada hari ini, tetapi juga untuk menghadapi pekerjaan yang bahkan belum ada saat ini,” tambahnya.</p>
<p data-start="3747" data-end="3879">Selain persoalan akademik dan perkembangan teknologi, aspek psikologis juga menjadi perhatian dalam menentukan arah pendidikan anak.</p>
<p data-start="3881" data-end="4074"><span class="whitespace-normal">Gary Collins Brata Winardy</span> menjelaskan bahwa tekanan dalam memilih pendidikan saat ini semakin besar karena dipengaruhi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang sangat cepat.</p>
<p data-start="4076" data-end="4345">“Kekhawatiran akan masa depan adalah hal yang wajar. Orang tua dan anak mengalami kekhawatiran dan ketakutan salah memilih jurusan. Apalagi saat perkembangan teknologi membawa ketakutan bahwa jurusan yang saat ini dipilih tidak lagi relevan di kemudian hari,” jelasnya.</p>
<p data-start="4347" data-end="4624">Menurut Gary, kondisi tersebut membuat komunikasi antara orang tua dan anak menjadi sangat penting dalam proses menentukan pendidikan tinggi.</p>
<p data-start="4347" data-end="4624">Anak membutuhkan ruang untuk mengenali minat dan potensinya, sementara orang tua perlu hadir sebagai pendamping, bukan penentu sepihak.</p>
<p data-start="4626" data-end="4786">Ia menilai, pendekatan yang tepat dalam memilih jurusan adalah dengan memahami kombinasi antara minat, bakat, kemampuan, dan perkembangan kebutuhan dunia kerja.</p>
<p data-start="4788" data-end="4973">Di tengah era AI yang terus berkembang, pendidikan tinggi juga dituntut lebih adaptif agar mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menghadapi perubahan.</p>
<p data-start="4975" data-end="5225">Karena itu, perguruan tinggi kini mulai bergerak menuju sistem pembelajaran yang lebih dinamis, berbasis pengalaman industri, teknologi digital, hingga penguatan soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan problem solving.</p>
<p data-start="5227" data-end="5477">BINUS University @Semarang melihat bahwa masa depan pendidikan bukan lagi hanya soal memperoleh gelar akademik, melainkan bagaimana membentuk mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menciptakan peluang baru di tengah disrupsi teknologi.</p>
<p data-start="5479" data-end="5809" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan perkembangan AI yang semakin cepat, memilih jurusan kuliah kini menjadi keputusan strategis yang perlu dipersiapkan secara matang.</p>
<p data-start="5479" data-end="5809" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Pendampingan orang tua, pemahaman terhadap potensi diri, serta kesiapan menghadapi perubahan teknologi menjadi faktor penting agar generasi muda tetap relevan dan mampu bersaing di masa depan.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Siap Jadi Mahasiswa Berdampak, 1.267 Penerima KIP-K dan Afirmasi UNNES Didorong Berprestasi dan Lulus Tepat Waktu]]></title>

<link>https://wawasan.news/siap-jadi-mahasiswa-berdampak-1267-penerima-kip-k-dan-afirmasi-unnes-didorong-berprestasi-dan-lulus-tepat-waktu</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/siap-jadi-mahasiswa-berdampak-1267-penerima-kip-k-dan-afirmasi-unnes-didorong-berprestasi-dan-lulus-tepat-waktu</guid>

<pubDate>Wed, 13 May 2026 17:05:32 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Wakil Rektor I UNNES, Zaenuri menegaskan bahwa mahasiswa penerima KIP-K dan afirmasi harus mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik mungkin melalui prestasi akademik, keterlibatan organisasi, dan penyelesaian studi secara tepat waktu.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a044cd6032ac.jpg" length="126231" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a044cd6032ac.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Siap Jadi Mahasiswa Berdampak, 1.267 Penerima KIP-K dan Afirmasi UNNES Didorong Berprestasi dan Lulus Tepat Waktu]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_6a044cd6032ac.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG </strong>- <span class="whitespace-normal">Universitas Negeri Semarang</span> terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan mahasiswa penerima bantuan pendidikan agar tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berdampak bagi lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="378" data-end="760">Melalui Direktorat Akademik, Kemahasiswaan dan Konservasi, UNNES menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mahasiswa Peraih Beasiswa KIP-K dan Afirmasi Tahun 2026 pada Senin (11/5/2026).</p>
<p data-start="378" data-end="760">Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun motivasi, karakter, dan kesiapan akademik mahasiswa penerima beasiswa agar mampu meraih prestasi sekaligus menyelesaikan studi tepat waktu.</p>
<p data-start="762" data-end="1051">Sebanyak 1.267 mahasiswa penerima Beasiswa KIP-K dan afirmasi mengikuti kegiatan pembinaan tersebut. Para peserta mendapatkan berbagai materi penguatan terkait pengembangan diri, motivasi belajar, hingga pembentukan karakter mahasiswa yang unggul, aktif, dan berkontribusi bagi masyarakat.</p>
<p data-start="1053" data-end="1335">Wakil Rektor I UNNES, <span class="whitespace-normal">Zaenuri</span> menegaskan bahwa mahasiswa penerima KIP-K dan afirmasi harus mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sebaik mungkin melalui prestasi akademik, keterlibatan organisasi, dan penyelesaian studi secara tepat waktu.</p>
<p data-start="1337" data-end="1643">“Mahasiswa KIP-K harus memiliki langkah cerdas, yaitu berprestasi akademik, aktif berorganisasi, dan siap lulus tepat waktu. Beasiswa yang diterima bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan kesungguhan belajar, kedisiplinan, dan semangat untuk terus berkembang,” tegasnya.</p>
<p data-start="1645" data-end="1892">Menurut Zaenuri, mahasiswa penerima beasiswa tidak cukup hanya unggul di ruang kelas. Mereka juga didorong untuk aktif membangun kapasitas diri melalui organisasi, kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga berbagai aktivitas pengembangan diri lainnya.</p>
<p data-start="1894" data-end="2045">Ia menilai, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak positif baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.</p>
<p data-start="2047" data-end="2252">“Mahasiswa harus berani bertumbuh dan siap menghadapi tantangan. Jadilah pribadi yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga mampu memberi dampak dan manfaat bagi lingkungan sekitar,” imbuhnya.</p>
<p data-start="2254" data-end="2592">Program pembinaan ini juga menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi mahasiswa agar tetap menjaga semangat belajar di tengah berbagai tantangan selama menjalani pendidikan tinggi. UNNES berharap para penerima KIP-K dan afirmasi mampu menjadi generasi unggul yang memiliki daya saing, karakter kuat, dan kepedulian sosial yang tinggi.</p>
<p data-start="2594" data-end="2965">Selain mendapatkan pembinaan dari Wakil Rektor I, para mahasiswa juga mengikuti sesi sharing session bersama para Wakil Dekan I dari seluruh fakultas di lingkungan UNNES. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai masukan mengenai strategi belajar, pengembangan potensi diri, manajemen waktu, hingga cara menjaga konsistensi untuk menyelesaikan studi tepat waktu.</p>
<p data-start="2967" data-end="3130">Kegiatan tersebut juga menghadirkan sosok inspiratif, yakni <span class="whitespace-normal">Sepi</span>, mahasiswa sekaligus lulusan program internasional Prancis UNNES.</p>
<p data-start="3132" data-end="3332">Dalam sesi berbagi pengalaman, Sepi menceritakan perjalanan akademiknya hingga berhasil meraih beasiswa Pemerintah Prancis dan mengikuti program internasional di <span class="whitespace-normal">La Rochelle University</span>.</p>
<p data-start="3334" data-end="3524">Ia membagikan pengalaman tentang pentingnya menjaga semangat belajar, keberanian mencoba peluang internasional, serta konsistensi dalam mengembangkan kemampuan diri selama menjadi mahasiswa.</p>
<p data-start="3526" data-end="3763">Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi tersebut. Banyak mahasiswa yang tertarik membahas strategi meraih prestasi, peluang mengikuti program internasional, hingga cara membangun motivasi agar tetap fokus menyelesaikan studi.</p>
<p data-start="3765" data-end="4100">Melalui kegiatan pembinaan ini, UNNES berharap mahasiswa penerima KIP-K dan afirmasi dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global. Tidak hanya mampu mencetak prestasi akademik, mereka juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.</p>
<p data-start="4102" data-end="4355" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan dukungan pembinaan berkelanjutan, UNNES optimistis mahasiswa penerima beasiswa dapat memaksimalkan potensinya selama menempuh pendidikan, sekaligus menjadi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pengabdian di tengah masyarakat.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Status Guru Honorer Dapodik Dibatasi hingga 2026, Ketua PGRI Jateng: Negara Harus Lihat Kondisi Riil di Lapangan]]></title>

<link>https://wawasan.news/status-guru-honorer-dapodik-dibatasi-hingga-2026-ketua-pgri-jateng-negara-harus-lihat-kondisi-riil-di-lapangan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/status-guru-honorer-dapodik-dibatasi-hingga-2026-ketua-pgri-jateng-negara-harus-lihat-kondisi-riil-di-lapangan</guid>

<pubDate>Fri, 08 May 2026 14:53:22 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
PGRI Jateng menilai pemerintah harus terlebih dahulu melihat kondisi riil kebutuhan tenaga pendidik di lapangan, sebelum mengambil keputusan penghentian status guru honorer.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd97b1df9b8.jpg" length="63203" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd97b1df9b8.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Status Guru Honorer Dapodik Dibatasi hingga 2026, Ketua PGRI Jateng: Negara Harus Lihat Kondisi Riil di Lapangan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd97b1df9b8.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi SH MHum menyoroti rencana pembatasan guru honorer, yang masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan masih mengajar di sekolah negeri hanya sampai akhir tahun 2026.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh dilakukan tanpa disertai solusi nyata dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah-sekolah negeri.</p>
<p>Ia menegaskan, pemerintah harus terlebih dahulu melihat kondisi riil kebutuhan tenaga pendidik di lapangan sebelum mengambil keputusan penghentian guru honorer.</p>
<p>“Pertama, pemerintah harus melihat dengan baik kebutuhan guru. Kalau seseorang masuk Dapodik, berarti sekolah dan pemerintah merasa masih membutuhkan tenaga guru tersebut sehingga dimasukkan ke dalam sistem,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, jika nantinya para guru honorer tersebut diberhentikan, maka pemerintah wajib memastikan bahwa kebutuhan guru yang selama ini mereka isi juga segera dipenuhi melalui pengangkatan tenaga pendidik baru.</p>
<p>“Kalau nanti harus diberhentikan, pertanyaannya apakah pemerintah juga akan mengangkat sejumlah kebutuhan guru itu? Itu yang harus dijawab terlebih dahulu,” katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, kondisi kekurangan guru di Jawa Tengah saat ini cukup memprihatinkan.</p>
<p>Secara nasional, jumlah guru honorer yang terdampak diperkirakan hampir mencapai 300 ribu orang.</p>
<p>Sementara di Jawa Tengah sendiri, berdasarkan data yang dimiliki PGRI, jumlahnya sangat besar.</p>
<p>“Ada satu kabupaten yang kekurangan sampai 800 guru. Kalau dirata-rata di seluruh Jawa Tengah sekitar 500 orang per kabupaten/kota saja, totalnya bisa mencapai sekitar 17 ribu guru. Ini jumlah yang sangat besar,” ungkapnya.</p>
<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sekolah-sekolah negeri saat ini memang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar, dan terpaksa tetap menggunakan guru honorer untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan.</p>
<p>Ia bahkan mengungkapkan adanya laporan dari salah satu kepala dinas pendidikan di daerah yang menyatakan bahwa sekolah telah memaksimalkan seluruh guru yang ada, termasuk kepala sekolah, untuk ikut mengajar demi menutupi kekurangan tenaga pendidik.</p>
<p>“Kepala dinas menyampaikan bahwa dengan kekurangan sekitar 800 guru itu, sekolah sudah memaksimalkan tenaga yang ada. Bahkan kepala sekolah ikut mengajar, guru-guru mengajar sampai lebih dari 40 jam per minggu. Artinya, meskipun masih ada guru honorer, beban mengajar guru tetap sangat tinggi,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, ia menilai jika guru honorer diberhentikan tanpa ada pengganti yang jelas, maka akan terjadi kekosongan guru di sekolah negeri yang sangat membahayakan dunia pendidikan.</p>
<p>“Kalau 800 guru itu diberhentikan tanpa diisi penggantinya, maka akan terjadi kekosongan guru. Dan menurut saya negara tidak bertanggung jawab kalau sampai itu terjadi, apalagi ini sekolah negeri,” tegasnya.</p>
<p>Muhdi, yang juga anggota Komisi I DPD RI tersebut menambahkan, pendidikan tidak mungkin berjalan tanpa keberadaan guru di kelas.</p>
<p>“Tidak ada pendidikan tanpa guru. Tidak ada kelas tanpa guru. Maka negara tidak boleh membiarkan kekosongan tenaga pendidik terjadi,” katanya.</p>
<p>PGRI juga menyoroti skema PPPK paruh waktu yang saat ini bebannya banyak diberikan kepada pemerintah daerah.</p>
<p>Menurutnya, kebijakan tersebut tidak tepat apabila daerah tidak memiliki kemampuan anggaran yang memadai.</p>
<p>“Sekarang ada PPPK paruh waktu yang bebannya diberikan kepada daerah. Sementara banyak daerah kekurangan dana karena ada efisiensi dan pengurangan transfer ke daerah. Cara seperti itu menurut saya tidak benar,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kewajiban negara yang harus dipenuhi secara serius, termasuk dalam penyediaan tenaga guru.</p>
<p>“Pendidikan adalah kebutuhan wajib dan kewajiban negara. Maka ketika ada daerah yang tidak mampu memenuhi kebutuhan guru, negara harus hadir dan pemerintah pusat harus turun tangan membiayai ketersediaan guru itu,” katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, PGRI Jawa Tengah juga menyampaikan harapan agar pemerintah tidak sekadar membatasi masa kerja guru honorer yang masuk Dapodik hingga 2026, tetapi juga memberikan kepastian status dan masa depan mereka.</p>
<p>“Kalau pemerintah akan melaksanakan surat edaran bahwa guru honorer yang masuk Dapodik hanya sampai 2026, maka negara harus memastikan kebutuhan guru itu diisi. Dan kami berharap pengisiannya diambil dari mereka yang selama ini sudah mengabdi,” ujarnya.</p>
<p>Ia mendorong agar guru honorer tersebut diangkat menjadi ASN, baik melalui skema PPPK penuh waktu maupun pengangkatan ASN secara penuh.</p>
<p>“Sekarang tidak harus selalu PPPK. Bisa saja dengan pengangkatan ASN penuh atau PNS. Tetapi kalau ada pengangkatan PNS, saya mengingatkan agar tetap fair. Guru PPPK paruh waktu yang memenuhi syarat juga harus mendapat kesempatan diangkat,” katanya.</p>
<p>Selain itu, apabila pemerintah daerah tidak mampu membayar kebutuhan guru PPPK penuh waktu, maka pemerintah pusat harus mengambil tanggung jawab tersebut.</p>
<p>“Kalau daerah tidak mampu membiayai atau membayar kebutuhan guru itu, maka itu menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat,” tegasnya.</p>
<p>Terkait isu penghapusan jurusan pendidikan atau jurusan guru di perguruan tinggi, ia menilai informasi tersebut perlu diluruskan karena bukan penghapusan, melainkan moratorium pembukaan program studi baru.</p>
<p>“Itu sudah diklarifikasi. Bukan penghapusan jurusan guru, tetapi pembatasan izin untuk program studi baru. Jadi modelnya moratorium,” pungkasnya.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Politeknik Bumi Akpelni Bantu Nelayan KNPT Kendal Tingkatkan Keselamatan dan Kualitas Distribusi Hasil Laut]]></title>

<link>https://wawasan.news/politeknik-bumi-akpelni-bantu-nelayan-knpt-kendal-tingkatkan-keselamatan-dan-kualitas-distribusi-hasil-laut</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/politeknik-bumi-akpelni-bantu-nelayan-knpt-kendal-tingkatkan-keselamatan-dan-kualitas-distribusi-hasil-laut</guid>

<pubDate>Fri, 08 May 2026 09:48:40 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd4ef8e9790.jpg" length="129169" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd4ef8e9790.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Politeknik Bumi Akpelni Bantu Nelayan KNPT Kendal Tingkatkan Keselamatan dan Kualitas Distribusi Hasil Laut]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202605/image_870x580_69fd4ef8e9790.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, KENDAL</strong>, Politeknik Bumi Akpelni menggelar kegiatan penyuluhan keselamatan pelayaran dan penguatan efektivitas rantai logistik hasil laut bagi Komunitas Nelayan Porsein Tawang (KNPT) di Gempol Sewu, Kabupaten Kendal, Selasa (5/5/2026).</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Politeknik Bumi Akpelni juga menyerahkan bantuan alat komunikasi HT kepada komunitas nelayan sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan kerja di laut.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan 35 dosen, 15 taruna, dan 50 anggota komunitas nelayan KNPT.</p>
<p>Materi penyuluhan difokuskan pada pentingnya komunikasi saat melaut, penanganan hasil tangkapan, hingga strategi distribusi hasil laut agar memiliki kualitas dan nilai ekonomi yang lebih baik.</p>
<p>Wakil Direktur III Politeknik Bumi Akpelni, Agus Pamungkas menjelaskan bahwa pengelolaan hasil laut yang baik, termasuk proses packing dan penyiapan produk, menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing pemasaran serta mendukung peluang ekspor hasil perikanan.</p>
<p>Pembina KNPT, Heri Sanjaya menyampaikan bahwa bantuan alat komunikasi HT memberikan manfaat besar bagi para nelayan karena dapat mempermudah koordinasi dan komunikasi selama berada di laut.</p>
<p>Sementara itu, Ketua KNPT, Arifin mengapresiasi perhatian yang diberikan Politeknik Bumi Akpelni kepada komunitas nelayan.</p>
<p>Menurutnya, bantuan alat komunikasi menjadi salah satu dukungan penting dalam meningkatkan aspek keselamatan para nelayan saat bekerja di laut.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Politeknik Bumi Akpelni bersama KNPT berharap kerja sama dan pembinaan kepada masyarakat pesisir dapat terus berlanjut guna mendukung keselamatan pelayaran, peningkatan kesejahteraan nelayan, serta pengembangan sektor logistik dan perikanan maritim di Kabupaten Kendal.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Menuju Smart Water Utility, PDAM Tirta Moedal Semarang Timur Terapkan Machine Learning untuk Monitoring Pelanggan]]></title>

<link>https://wawasan.news/menuju-smart-water-utility-pdam-tirta-moedal-semarang-timur-terapkan-machine-learning-untuk-monitoring-pelanggan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/menuju-smart-water-utility-pdam-tirta-moedal-semarang-timur-terapkan-machine-learning-untuk-monitoring-pelanggan</guid>

<pubDate>Sat, 02 May 2026 14:52:32 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Melalui SIPADMA, proses monitoring pelanggan dilakukan secara otomatis menggunakan metode Anomaly Detection berbasis Machine Learning.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476778146c8.jpg" length="122060" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476778146c8.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Menuju Smart Water Utility, PDAM Tirta Moedal Semarang Timur Terapkan Machine Learning untuk Monitoring Pelanggan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476778146c8.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam pengelolaan layanan air bersih.</p>
<p>Sebagai upaya meningkatkan efektivitas monitoring pelanggan dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur mulai menerapkan teknologi Machine Learning melalui pengembangan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air). </p>
<p>Sistem ini dikembangkan bekerja sama dengan Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa. </p>
<p>Inovasi tersebut menjadi salah satu langkah menuju konsep Smart Water Utility, yaitu pengelolaan layanan air minum yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta kecepatan dalam merespons berbagai permasalahan di lapangan.</p>
<p>Selama ini, proses identifikasi ketidakwajaran penggunaan air pelanggan masih dilakukan melalui pemeriksaan data secara manual.</p>
<p>Dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat, proses tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang sehingga berpotensi memperlambat penanganan apabila terjadi kebocoran pipa, kesalahan pembacaan meter, maupun penyimpangan pola konsumsi air. </p>
<p>Melalui SIPADMA, proses monitoring pelanggan dilakukan secara otomatis menggunakan metode Anomaly Detection berbasis Machine Learning.</p>
<p>Sistem memanfaatkan pendekatan Z-Score yang dipadukan dengan rule-based scoring untuk menganalisis pola konsumsi air setiap pelanggan berdasarkan data historis.</p>
<p>Ketika sistem menemukan pola penggunaan yang menyimpang dari kondisi normal, petugas akan memperoleh informasi sebagai dasar untuk melakukan verifikasi dan tindak lanjut di lapangan. </p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a476934107cb.jpg" alt=""></p>
<p>Sistem dikembangkan oleh Laras Wulansari, mahasiswa Program Studi Informatika UPGRIS, dengan bimbingan dosen dan pembimbing lapangan dari PDAM Tirta Moedal.</p>
<p>Pengembangan dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python dan framework Flask, serta dilengkapi berbagai fitur yang mendukung aktivitas operasional, seperti dashboard interaktif, visualisasi grafik, filter tingkat risiko, pencarian data pelanggan, detail riwayat pemakaian, hingga pembuatan laporan otomatis dalam format Excel. </p>
<p>Pada tahap implementasi, SIPADMA menganalisis 3.996 data rekening yang berasal dari 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.</p>
<p>Dari hasil analisis tersebut, sistem berhasil mengidentifikasi 163 rekening pelanggan atau sekitar 4,1 persen yang memiliki pola penggunaan tidak wajar. Sebanyak 147 rekening di antaranya dikategorikan memiliki tingkat risiko dan direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan lapangan sebagai langkah verifikasi lebih lanjut. </p>
<p>Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan di sektor utilitas merupakan salah satu bentuk nyata implementasi keilmuan yang berdampak langsung bagi masyarakat</p>
<p>"Digitalisasi tidak hanya mengubah cara organisasi bekerja, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui penerapan Machine Learning, proses monitoring dapat dilakukan lebih cepat, objektif, dan berbasis data sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih tepat sasaran. Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan PDAM ini dapat menjadi contoh penerapan teknologi untuk mendukung transformasi pelayanan publik."</p>
<p>Bagi PDAM Tirta Moedal, sistem ini memberikan pendekatan baru dalam proses monitoring pelanggan. Analisis yang sebelumnya membutuhkan pemeriksaan manual kini dapat dilakukan secara lebih cepat dengan dukungan teknologi, sehingga petugas dapat memusatkan perhatian pada pelanggan yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.</p>
<p>Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung upaya pengurangan non-revenue water (NRW) atau kehilangan air yang tidak menghasilkan pendapatan. </p>
<p>Selain memberikan manfaat bagi perusahaan, pengembangan SIPADMA juga menjadi bukti bahwa kegiatan magang mahasiswa dapat menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi mitra industri.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan Artificial Intelligence untuk menyelesaikan permasalahan operasional, sementara PDAM memperoleh solusi digital yang dapat mendukung modernisasi layanan.</p>
<p>Ke depan, SIPADMA memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi dengan Internet of Things (IoT), pemanfaatan data sensor secara real-time, serta penerapan algoritma Machine Learning yang lebih adaptif.</p>
<p>Pengembangan tersebut diharapkan semakin memperkuat langkah PDAM Tirta Moedal menuju Smart Water Utility, yaitu sistem pengelolaan air bersih yang cerdas, efisien, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan hadirnya inovasi ini, kolaborasi antara PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dan Program Studi Informatika UPGRIS menunjukkan bahwa sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi mampu melahirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya menjawab tantangan operasional saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi transformasi digital layanan air bersih di masa depan.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Inovasi Mahasiswa UPGRIS Dukung Layanan Air Bersih yang Lebih Cepat, Tepat, dan Andal]]></title>

<link>https://wawasan.news/inovasi-mahasiswa-upgris-dukung-layanan-air-bersih-yang-lebih-cepat-tepat-dan-andal</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/inovasi-mahasiswa-upgris-dukung-layanan-air-bersih-yang-lebih-cepat-tepat-dan-andal</guid>

<pubDate>Fri, 01 May 2026 14:48:23 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan layanan air bersih yang semakin andal serta mendukung pembangunan smart city di Kota Semarang.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476774f36b3.jpg" length="47089" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476774f36b3.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Inovasi Mahasiswa UPGRIS Dukung Layanan Air Bersih yang Lebih Cepat, Tepat, dan Andal]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a476774f36b3.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, </strong>Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia secara berkelanjutan.</p>
<p>Untuk mewujudkan pelayanan yang lebih cepat dan andal, mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Laras Wulansari, mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air).</p>
<p>SIPADMA merupakan sebuah sistem berbasis Machine Learning yang mampu mendeteksi potensi kebocoran dan ketidakwajaran penggunaan air pelanggan secara dini.</p>
<p>Inovasi ini dikembangkan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. </p>
<p>Dalam pengelolaan distribusi air bersih, salah satu tantangan terbesar adalah mendeteksi kebocoran pipa dan ketidakwajaran penggunaan air secara cepat.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a476934107cb.jpg" alt=""></p>
<p>Selama ini, proses identifikasi masih mengandalkan pemeriksaan manual terhadap data pelanggan sehingga memerlukan waktu yang cukup lama.</p>
<p>Akibatnya, potensi kehilangan air maupun gangguan pelayanan baru diketahui setelah permasalahan berkembang menjadi lebih besar. </p>
<p>Melalui SIPADMA, proses tersebut kini dapat dilakukan secara otomatis. Sistem memanfaatkan teknologi Machine Learning dengan metode Anomaly Detection, menggunakan pendekatan Z-Score dan rule-based scoring untuk mengenali pola konsumsi air pelanggan.</p>
<p>Ketika ditemukan perubahan penggunaan yang tidak wajar, sistem akan memberikan peringatan sehingga petugas dapat segera melakukan pemeriksaan di lapangan sebelum permasalahan berdampak lebih luas kepada pelanggan. </p>
<p>Selain mendeteksi potensi kebocoran, SIPADMA juga membantu petugas menentukan prioritas penanganan. Sistem menyediakan dashboard interaktif, visualisasi data, filter berdasarkan tingkat risiko, riwayat penggunaan pelanggan, hingga laporan otomatis dalam format Excel.</p>
<p>Dengan informasi tersebut, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, objektif, dan berbasis data. </p>
<p>Pengujian sistem dilakukan menggunakan 3.996 data rekening pelanggan yang mencakup 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.</p>
<p>Dari hasil analisis, sistem berhasil mengidentifikasi 163 rekening yang memiliki pola penggunaan tidak wajar, dengan 147 rekening dikategorikan sebagai pelanggan berisiko yang perlu segera dilakukan verifikasi lapangan.</p>
<p>Kemampuan ini membantu petugas memfokuskan sumber daya pada lokasi yang benar-benar membutuhkan penanganan sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif. </p>
<p>Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa inovasi teknologi seharusnya mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>"Tujuan utama pengembangan teknologi bukan sekadar menghasilkan aplikasi, tetapi menghadirkan solusi yang berdampak nyata. Ketika kebocoran dapat dideteksi lebih cepat, distribusi air menjadi lebih terjaga, kehilangan air dapat ditekan, dan masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik. Inilah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi melalui inovasi mahasiswa."</p>
<p>Bagi PDAM Tirta Moedal, penerapan SIPADMA menjadi langkah menuju pengelolaan layanan air bersih yang lebih modern dan berbasis data.</p>
<p>Sementara bagi masyarakat, sistem ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan distribusi air, mempercepat penanganan gangguan, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih responsif.</p>
<p>Lebih dari sekadar proyek akademik, SIPADMA menunjukkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat melahirkan inovasi yang memberikan manfaat luas.</p>
<p>Pengembangan sistem ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan Artificial Intelligence dan Machine Learning tidak hanya relevan bagi sektor teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan publik.</p>
<p>Ke depan, sistem ini direncanakan untuk terus dikembangkan dengan integrasi Internet of Things (IoT) dan analisis data real-time, sehingga proses pemantauan jaringan distribusi air dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan proaktif.</p>
<p>Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan layanan air bersih yang semakin andal serta mendukung pembangunan smart city di Kota Semarang.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Mahasiswa Informatika UPGRIS Kembangkan Inovasi Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Kebocoran Air]]></title>

<link>https://wawasan.news/mahasiswa-informatika-upgris-kembangkan-inovasi-artificial-intelligence-untuk-deteksi-dini-kebocoran-air</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/mahasiswa-informatika-upgris-kembangkan-inovasi-artificial-intelligence-untuk-deteksi-dini-kebocoran-air</guid>

<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 14:43:12 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a47677662d96.jpg" length="50178" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a47677662d96.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Mahasiswa Informatika UPGRIS Kembangkan Inovasi Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Kebocoran Air]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x580_6a47677662d96.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin meluas di berbagai sektor, termasuk layanan utilitas publik.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Laras Wulansari, berhasil mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air).</p>
<p>SIPADMA merupakan sebuah sistem berbasis Machine Learning yang mampu mendeteksi potensi kebocoran air dan ketidakwajaran penggunaan pelanggan secara otomatis.</p>
<p>Pengembangan sistem ini dilakukan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Timur. </p>
<p>Inovasi tersebut lahir dari kebutuhan akan sistem yang mampu menganalisis ribuan data pelanggan secara cepat dan akurat.</p>
<p>Selama ini, proses identifikasi anomali penggunaan air masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam penanganan berbagai permasalahan, seperti kebocoran jaringan distribusi, pencurian air, maupun kesalahan pencatatan meter pelanggan. </p>
<p>Melalui penerapan Machine Learning, SIPADMA mampu mengenali pola konsumsi air pelanggan dan mengidentifikasi perubahan yang tidak sesuai dengan pola penggunaan normal.</p>
<p>Sistem memanfaatkan metode Anomaly Detection menggunakan pendekatan Z-Score yang dipadukan dengan rule-based scoring sehingga hasil analisis tidak hanya didasarkan pada perhitungan statistik, tetapi juga mempertimbangkan aturan operasional yang digunakan oleh PDAM Tirta Moedal. </p>
<p>Tidak hanya mengembangkan algoritma, Laras juga membangun aplikasi berbasis web menggunakan Python dan Flask agar sistem dapat digunakan secara mudah oleh petugas.</p>
<p>SIPADMA dilengkapi berbagai fitur seperti dashboard analitik, visualisasi grafik interaktif, filter berdasarkan tingkat risiko, riwayat pemakaian pelanggan, pencarian data pelanggan, serta ekspor laporan dalam format Excel.</p>
<p>Seluruh fitur tersebut dirancang untuk mendukung proses analisis berbasis data dan mempercepat pengambilan keputusan di lapangan. </p>
<p>Keandalan sistem diuji menggunakan 3.996 data rekening pelanggan yang mencakup 666 pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026.</p>
<p>Dari hasil pengujian, SIPADMA berhasil mendeteksi 163 rekening yang memiliki pola penggunaan tidak wajar atau sekitar 4,1% dari keseluruhan data.</p>
<p>Sebanyak 147 rekening di antaranya dikategorikan memiliki tingkat risiko sehingga menjadi prioritas untuk dilakukan verifikasi lapangan.</p>
<p>Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mampu membantu proses identifikasi secara lebih cepat dan sistematis dibandingkan pendekatan manual. </p>
<p>Ketua Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa penguasaan teknologi Artificial Intelligence menjadi salah satu kompetensi yang terus dikembangkan di lingkungan Program Studi Informatika.</p>
<p><img src="https://wawasan.news/uploads/images/202607/image_870x_6a47677538e2d.jpg" alt=""></p>
<p>"Artificial Intelligence tidak hanya berkembang di sektor industri digital, tetapi juga mulai menjadi solusi di berbagai layanan publik. Kami mendorong mahasiswa untuk mampu mengembangkan teknologi yang tidak hanya inovatif secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mitra industri."</p>
<p>Menurutnya, SIPADMA merupakan contoh implementasi AI yang aplikatif karena mampu mengolah data operasional menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan.</p>
<p>Pendekatan ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat transformasi digital pada sektor utilitas publik.</p>
<p>Bagi Laras Wulansari, proyek ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan teori yang dipelajari selama perkuliahan ke dalam kebutuhan nyata di dunia industri.</p>
<p>Mulai dari proses pengumpulan data, analisis kebutuhan pengguna, perancangan algoritma, hingga pembangunan aplikasi dilakukan secara langsung bersama pihak PDAM Tirta Moedal.</p>
<p>Ke depan, SIPADMA masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui integrasi dengan Internet of Things (IoT), analisis data secara real-time, serta penerapan algoritma Machine Learning yang lebih adaptif.</p>
<p>Pengembangan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem deteksi dini yang semakin akurat, cepat, dan mendukung terwujudnya pengelolaan layanan air bersih yang lebih cerdas.</p>
<p>Melalui inovasi ini, Program Studi Informatika UPGRIS kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan riset terapan di bidang Artificial Intelligence, sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu menjadi inovator teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat di era transformasi digital.</p>
<p>***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, Dorong Kemampuan Computational Thinking Siswa]]></title>

<link>https://wawasan.news/inovasi-pembelajaran-berbasis-kearifan-lokal-dorong-kemampuan-computational-thinking-siswa</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/inovasi-pembelajaran-berbasis-kearifan-lokal-dorong-kemampuan-computational-thinking-siswa</guid>

<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 11:07:55 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Budaya Semarangan seperti Warak Ngendok dapat diintegrasikan dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69f364d84580c.jpg" length="126805" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69f364d84580c.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Inovasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal, Dorong Kemampuan Computational Thinking Siswa]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69f364d84580c.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:d93760c4-f617-465a-8cc5-33437f47aca9-31" data-testid="conversation-turn-8" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="64a6f0f3-ba7a-45f8-bb64-5945e8efad5c" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="105"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut lebih dari sekadar penguasaan materi.</p>
<p data-start="0" data-end="105">Peserta didik kini dituntut memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi, salah satunya <em data-start="278" data-end="302">computational thinking</em> (CT) yang mencakup <em data-start="322" data-end="337">decomposition</em>, <em data-start="339" data-end="360">pattern recognition</em>, <em data-start="362" data-end="375">abstraction</em>, dan <em data-start="381" data-end="403">algorithmic thinking</em>.</p>
<p data-start="0" data-end="105">Kemampuan ini tidak hanya relevan dalam dunia teknologi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.</p>
<p data-start="0" data-end="105">Karena itu, integrasi CT dalam pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran biologi, menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p data-start="672" data-end="1115">Di tengah tuntutan tersebut, pemerintah melalui kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025 memperkenalkan pendekatan <em data-start="838" data-end="853">Deep Learning</em> yang berfokus pada ketercapaian delapan Dimensi Profil Lulusan sebagai standar kompetensi.</p>
<p data-start="672" data-end="1115">Dimensi tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.</p>
<p data-start="1117" data-end="1512">Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan tantangan besar. Hasil asesmen internasional seperti <em data-start="1216" data-end="1264">Programme for International Student Assessment</em> (PISA) menempatkan kemampuan literasi membaca, literasi sains, dan numerasi siswa Indonesia di bawah rata-rata global.</p>
<p data-start="1117" data-end="1512">Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan dalam efektivitas pembelajaran yang selama ini masih didominasi metode konvensional.</p>
<p data-start="1514" data-end="1926">Minimnya ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas serta keterampilan berpikir tingkat tinggi, ditambah kurangnya keterkaitan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata, menjadi faktor utama rendahnya capaian tersebut.</p>
<p data-start="1514" data-end="1926">Dalam pembelajaran biologi, khususnya materi keanekaragaman hayati, siswa kerap hanya bergantung pada buku teks dan gambar tanpa mengalami pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.</p>
<p data-start="1928" data-end="2293">Menanggapi kondisi ini, dosen Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang, <span class="whitespace-normal">Eko Retno Mulyaningrum MPd</span>, menegaskan pentingnya inovasi dalam pembelajaran. </p>
<p data-start="1928" data-end="2293">“Penting adanya inovasi dalam pembelajaran serta kajian mendalam untuk menganalisis hubungan antara kemampuan computational thinking murid dengan ketercapaian Dimensi Profil Lulusan," paparnya.</p>
<p data-start="2295" data-end="2615">Menurut <span class="whitespace-normal">Eko Retno Mulyaningrum</span>, pengembangan CT tidak bisa dipisahkan dari pencapaian dimensi profil lulusan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari keimanan hingga kemampuan komunikasi.</p>
<p data-start="2295" data-end="2615">Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran harus dirancang secara lebih kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa.</p>
<p data-start="2617" data-end="2978">Salah satu strategi yang dinilai efektif adalah implementasi <em data-start="2678" data-end="2693">Deep Learning</em> berbasis kearifan lokal.</p>
<p data-start="2617" data-end="2978">Budaya Semarangan seperti <span class="whitespace-normal">Warak Ngendok</span> dapat diintegrasikan dalam pembelajaran biologi, khususnya pada materi keanekaragaman hayati.</p>
<p data-start="2617" data-end="2978">Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.</p>
<p data-start="2980" data-end="3171">“Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik pembelajaran mendalam yang kontekstual, bermakna, dan berbasis budaya lokal,” tambahnya.</p>
<p data-start="3173" data-end="3488">Senada dengan hal tersebut, <span class="whitespace-normal">Rivanna Citraning Rakhmawati MPd</span> mengungkapkan bahwa kemampuan <em data-start="3269" data-end="3293">computational thinking</em> memiliki korelasi positif dengan ketercapaian Dimensi Profil Lulusan.</p>
<p data-start="3173" data-end="3488">Ia menekankan bahwa pendekatan <em data-start="3395" data-end="3410">Deep Learning</em> memiliki ciri khas pada relevansi dengan konteks sosial-budaya peserta didik.</p>
<p data-start="3490" data-end="3713">“Pengembangan kemampuan computational thinking murid dapat berkorelasi positif terhadap ketercapaian Dimensi Profil Lulusan, karena pendekatan Deep Learning menekankan relevansi dengan konteks sosial-budaya murid,” ujarnya.</p>
<p data-start="3715" data-end="4007">Lebih lanjut, <span class="whitespace-normal">Rivanna Citraning Rakhmawati</span> menjelaskan bahwa integrasi kearifan lokal tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa.</p>
<p data-start="3715" data-end="4007">Hal ini menjadi penting dalam membangun rasa bangga terhadap budaya daerah di tengah arus globalisasi.</p>
<p data-start="4009" data-end="4291">Materi keanekaragaman hayati sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan kemampuan CT sekaligus mendukung ketercapaian profil lulusan.</p>
<p data-start="4009" data-end="4291">Proses klasifikasi, identifikasi pola, hingga generalisasi dalam materi ini sangat relevan dengan komponen <em data-start="4266" data-end="4290">computational thinking</em>.</p>
<p data-start="4293" data-end="4597">Selain itu, pembelajaran kontekstual pada materi ini juga dapat menumbuhkan sikap peduli lingkungan, meningkatkan kemampuan kolaborasi, serta mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan sumber daya lokal.</p>
<p data-start="4293" data-end="4597">Salah satu implementasi konkret adalah melalui proyek pembuatan miniatur ikon budaya Semarangan.</p>
<p data-start="4599" data-end="4901">Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang bermakna, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal.</p>
<p data-start="4599" data-end="4901">Nilai-nilai toleransi dan keberagaman yang terkandung dalam kearifan lokal Semarangan dapat menjadi media efektif untuk mengaitkan konsep biologi dengan pengalaman nyata siswa.</p>
<p data-start="4903" data-end="5302" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan demikian, inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal bukan sekadar alternatif, melainkan menjadi kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.</p>
<p data-start="4903" data-end="5302" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Integrasi antara <em data-start="5093" data-end="5117">computational thinking</em>, <em data-start="5119" data-end="5134">Deep Learning</em>, dan budaya lokal diyakini mampu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.</p>
<p data-start="4903" data-end="5302" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[PGRI Jateng Pastikan Program 2026 Berjalan Baik, Fokus Benahi Kompetensi, Pemerataan hingga Kesejahteraan Guru]]></title>

<link>https://wawasan.news/pgri-jateng-pastikan-program-2026-berjalan-baik-fokus-benahi-kompetensi-pemerataan-hingga-kesejahteraan-guru</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/pgri-jateng-pastikan-program-2026-berjalan-baik-fokus-benahi-kompetensi-pemerataan-hingga-kesejahteraan-guru</guid>

<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 09:37:47 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr Muhdi SH MHum, menegaskan bahwa kekuatan PGRI Jawa Tengah terletak pada kecepatan dan kerapian dalam menindaklanjuti hasil keputusan nasional.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72ba2ad30.jpg" length="90971" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72ba2ad30.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
PGRI Jateng Pastikan Program 2026 Berjalan Baik, Fokus Benahi Kompetensi, Pemerataan hingga Kesejahteraan Guru]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72ba2ad30.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="e21c0232-a9c3-48d8-ba35-e2590df0735e" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="103" data-end="442"><span class="whitespace-normal"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> - Konferensi Kerja II PGRI Jawa Tengah Masa Bakti XIII Tahun 2026</span> yang digelar di <span class="whitespace-normal">Universitas PGRI Semarang</span> pada Sabtu–Minggu (25–26 April 2026) menjadi momentum penting bagi penguatan program kerja organisasi guru di Jawa Tengah.</p>
<p data-start="103" data-end="442">Forum ini menegaskan komitmen PGRI untuk langsung mengeksekusi hasil kebijakan nasional hingga ke tingkat daerah.</p>
<p data-start="444" data-end="634">Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr <span class="whitespace-normal">Muhdi SH MHum</span>, menegaskan bahwa kekuatan PGRI Jawa Tengah terletak pada kecepatan dan kerapian dalam menindaklanjuti hasil keputusan nasional.</p>
<p data-start="636" data-end="827">“Seperti yang kita lakukan setiap tahun, setelah Konferensi Kerja Nasional, maka PGRI provinsi segera bergerak. Inilah yang menjadi kekuatan Jawa Tengah—gerak cepat dan terstruktur,” ujarnya.</p>
<p data-start="829" data-end="952">Muhdi, yang juga anggota Komisi 1 DPD RI  ini menambahkan, mulai pekan berikutnya seluruh PGRI kabupaten/kota akan langsung menindaklanjuti hasil konferensi tersebut.</p>
<p data-start="954" data-end="1231">“Keputusan-keputusan yang telah disepakati di tingkat nasional akan langsung diturunkan dan di-breakdown ke tingkat daerah. Ini penting agar pada tahun 2026 kita tidak lagi berdebat soal konsep, tetapi langsung menjalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegasnya.</p>
<h3 data-section-id="jwmyqn" data-start="1233" data-end="1286">Dorong Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Masif</h3>
<p data-start="1288" data-end="1431">Dalam forum tersebut, Muhdi juga menegaskan bahwa PGRI tetap konsisten sebagai organisasi profesi yang berfokus pada peningkatan kualitas guru.</p>
<p data-start="1433" data-end="1576">Sepanjang tahun 2025, PGRI Jawa Tengah disebut langsung merespons kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dengan berbagai program pelatihan.</p>
<p data-start="1578" data-end="1865">“Fokus utama kami tetap pada pengembangan profesionalisme guru. Kami langsung membuat berbagai pelatihan mulai dari pengelolaan e-kinerja, tujuh kebiasaan Indonesia Hebat, pendekatan deep learning, strategi pembelajaran inovatif, hingga pengembangan keprofesian berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p data-start="1867" data-end="2100">Selain itu, pelatihan juga mencakup optimalisasi Rumah Pendidikan dan strategi peningkatan kualitas pembelajaran. Program-program tersebut dilaksanakan secara luring dan daring, bahkan pelatihan daring berlangsung hingga tiga minggu.</p>
<p data-start="2102" data-end="2227">“Setiap peserta mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk pengembangan karier, termasuk kenaikan pangkat,” tambahnya.</p>
<p data-start="2229" data-end="2332">Muhdi menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak lepas dari sinergi dengan pemerintah daerah.</p>
<p data-start="2334" data-end="2443">“Program ini tidak mungkin berjalan sendiri tanpa dukungan Dinas Pendidikan. Sinergi menjadi kunci,” katanya.</p>
<h3 data-section-id="1s2k0zy" data-start="2445" data-end="2484">Tahun Berat bagi Kesejahteraan Guru</h3>
<p data-start="2486" data-end="2652">Muhdi juga mengakui bahwa tahun 2025 menjadi periode yang sangat berat bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penataan status guru akibat kebijakan Undang-Undang ASN.</p>
<p data-start="2654" data-end="2901">“Tidak semua bisa langsung diangkat penuh waktu, sehingga diambil jalan tengah melalui skema paruh waktu. Namun ini bukan tanpa perjuangan. Kami terus mendorong hingga akhirnya SK dapat terbit, dan alhamdulillah tahun ini sudah keluar,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2903" data-end="3100">Meski demikian, persoalan kesejahteraan belum sepenuhnya selesai. Ia menyoroti perbedaan kemampuan fiskal antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang berdampak pada standar penghasilan guru.</p>
<p data-start="3102" data-end="3295">“Saya mengingatkan pemerintah agar tidak hanya menuntut sektor swasta membayar upah minimum dan THR, tetapi tenaga di sektor pemerintah juga harus mendapatkan perlakuan yang sama,” tegas Muhdi.</p>
<p data-start="3297" data-end="3400">Ia memastikan PGRI akan terus mengawal agar guru paruh waktu secara bertahap dapat menjadi penuh waktu.</p>
<h3 data-section-id="11sb2ie" data-start="3402" data-end="3448">Mutasi Guru dan Kekurangan Tenaga Pengajar</h3>
<p data-start="3450" data-end="3624">Selain kesejahteraan, persoalan mutasi guru juga menjadi perhatian serius. Saat ini, mutasi untuk angkatan 2023–2024 mulai berjalan dengan sekitar 600 guru telah menerima SK.</p>
<p data-start="3626" data-end="3683">Namun, untuk angkatan sebelumnya masih terkendala sistem.</p>
<p data-start="3685" data-end="3858">“Kami terus berkoordinasi dan sudah mengirim surat ke BKN agar proses ini dipercepat. Jangan sampai ada guru yang terus berpisah dengan keluarga karena penempatan,” katanya.</p>
<p data-start="3860" data-end="4040">Di sisi lain, kebutuhan guru di Jawa Tengah masih belum terpenuhi secara merata. Beberapa mata pelajaran seperti fisika, bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa masih mengalami kekurangan.</p>
<p data-start="4042" data-end="4156">“Kami mendorong agar rekrutmen guru tetap dibuka setiap tahun, karena kebutuhan itu nyata dan terus ada,” ujarnya.</p>
<h3 data-section-id="ylvyky" data-start="4158" data-end="4211">Dorong Kemandirian Organisasi dan Layanan Anggota</h3>
<p data-start="4213" data-end="4412">Tidak hanya fokus pada pendidikan, PGRI juga terus berinovasi sebagai organisasi kemasyarakatan. Muhdi menyebut bahwa ketergantungan pada iuran anggota saja tidak cukup untuk menggerakkan organisasi.</p>
<p data-start="4414" data-end="4546">“Kami mulai mengembangkan berbagai unit usaha sebagai sumber pendapatan tambahan. Ini bagian dari kemandirian organisasi,” jelasnya.</p>
<p data-start="4548" data-end="4693">Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan umrah bagi anggota, sebagai bentuk perlindungan dari maraknya kasus penipuan biro perjalanan.</p>
<p data-start="4695" data-end="4841">“Kami ingin memastikan anggota aman dan nyaman. Bahkan bagi yang belum mampu, kami siapkan skema pembiayaan agar tetap bisa berangkat,” ungkapnya.</p>
<h3 data-section-id="6hsjks" data-start="4843" data-end="4874">Komitmen Perkuat Peran PGRI</h3>
<p data-start="4876" data-end="4999">Menutup pernyataannya, Muhdi menegaskan bahwa seluruh program akan terus dievaluasi dan diperkuat melalui forum organisasi.</p>
<p data-start="5001" data-end="5202">“Kami sedang merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Tugas kami adalah menjalankan keputusan organisasi dan memastikan seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota,” pungkasnya.</p>
<p data-start="5204" data-end="5410" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Konferensi Kerja II ini menjadi penegasan bahwa PGRI Jawa Tengah tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi bergerak cepat dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru secara nyata.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
</div>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[PGRI Perkuat Soliditas dan Profesionalisme, Jawa Tengah Jadi Role Model Nasional]]></title>

<link>https://wawasan.news/pgri-perkuat-soliditas-dan-profesionalisme-jawa-tengah-jadi-role-model-nasional</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/pgri-perkuat-soliditas-dan-profesionalisme-jawa-tengah-jadi-role-model-nasional</guid>

<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 09:23:42 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Ketua PB PGRI mengapresiasi kepemimpinan PGRI Jawa Tengah yang dinilai mampu menggabungkan kemajuan organisasi dengan nilai-nilai kebersamaan.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f2a13a1.jpg" length="98438" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f2a13a1.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
PGRI Perkuat Soliditas dan Profesionalisme, Jawa Tengah Jadi Role Model Nasional]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f2a13a1.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="" data-turn-id-container="request-69ed6e15-71c0-8324-b40b-258807528eec-3" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-69ed6e15-71c0-8324-b40b-258807528eec-3" data-testid="conversation-turn-12" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="7fea45f6-7d31-47fe-8aab-64d4d6f49ae3" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="84"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG - </strong>Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kemajuan pendidikan nasional melalui penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme guru, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah.</p>
<p data-start="0" data-end="84">PGRI Jawa Tengah bahkan dinilai menjadi salah satu contoh terbaik dalam transformasi organisasi yang modern namun tetap berakar pada nilai kebersamaan.</p>
<p data-start="481" data-end="734">Ketua Umum PB PGRI, <span class="whitespace-normal">Prof. Unifah</span>, menegaskan bahwa kehadirannya di Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Ia melihat provinsi ini sebagai representasi keberhasilan PGRI dalam mengelola organisasi yang adaptif di tengah perubahan zaman.</p>
<p data-start="736" data-end="1098">“Kehadiran saya di Jawa Tengah tentu bukan tanpa alasan. Saya melihat bahwa PGRI Jawa Tengah merupakan salah satu organisasi yang mampu kita bawa hingga ke tingkat dunia. Organisasi ini modern, namun tetap memiliki kekuatan utama pada soliditas dan solidaritas anggotanya. Hal ini menjadi sesuatu yang unik dan tidak saya temukan di banyak tempat lain,” ujarnya.</p>
<p data-start="1100" data-end="1236">Ia juga mengapresiasi kepemimpinan PGRI Jawa Tengah yang dinilai mampu menggabungkan kemajuan organisasi dengan nilai-nilai kebersamaan.</p>
<p data-start="1238" data-end="1473">“Saya juga mengapresiasi kepemimpinan di Jawa Tengah yang mampu mewakili perpaduan antara kemodernan dan nilai-nilai kebersamaan tersebut. Ini menjadi contoh penting bagi daerah lain dalam melakukan transformasi organisasi,” lanjutnya.</p>
<p data-start="1475" data-end="1717">Di tingkat nasional, Prof. Unifah mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah. Perbedaan kualitas antar wilayah dinilai masih cukup besar dan membutuhkan perhatian serius.</p>
<p data-start="1719" data-end="1990">“Jika kita berbicara secara nasional, memang ada banyak tantangan yang dihadapi, terutama terkait kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah. Perbedaan dari satu wilayah ke wilayah lain masih cukup besar, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus,” jelasnya.</p>
<p data-start="1992" data-end="2183">Dalam konteks perjuangan organisasi, ia menegaskan bahwa PGRI tidak hanya berfokus pada kesejahteraan guru, tetapi juga pada dua aspek penting lainnya, yakni perlindungan dan profesionalisme.</p>
<p data-start="2185" data-end="2463">“Perlu saya tegaskan bahwa PGRI selama ini tidak hanya berjuang pada aspek kesejahteraan guru saja. Ada tiga pilar utama yang terus kami dorong secara bersamaan, yaitu peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan profesionalisme guru. Ketiganya tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2465" data-end="2651">Menurutnya, berbagai pelatihan yang selama ini dilakukan PGRI merupakan bentuk nyata kontribusi dalam meningkatkan kompetensi guru, meskipun sering kali kurang mendapat perhatian publik.</p>
<p data-start="2653" data-end="3001">“Selama ini, PGRI telah melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme guru, meskipun sering kali hal tersebut kurang mendapat perhatian. Program seperti PSLCC merupakan bagian dari transformasi struktural dan kultural yang kami lakukan agar peningkatan kompetensi guru menjadi bagian penting dari perjuangan organisasi,” paparnya.</p>
<p data-start="3003" data-end="3192">Lebih lanjut, Prof. Unifah juga menekankan pentingnya memperkuat representasi PGRI di tingkat nasional dengan mendorong keterlibatan generasi muda dan perempuan sebagai pemimpin masa depan.</p>
<p data-start="3194" data-end="3406">“Saya juga menekankan pentingnya representasi di tingkat nasional. Kita perlu mendorong lebih banyak kader, termasuk generasi muda dan perempuan, untuk tampil sebagai pemimpin dan katalisator perubahan,” katanya.</p>
<p data-start="3408" data-end="3544">Ia menilai, kesenjangan kualitas pendidikan justru menjadi alasan bagi PGRI untuk terus memperkuat soliditas dan solidaritas organisasi.</p>
<p data-start="3546" data-end="3766">“Kesenjangan kualitas antar daerah menjadi alasan mengapa PGRI tidak boleh mundur dalam menjaga soliditas dan solidaritas. Justru dengan kekuatan tersebut, kita dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak,” ujarnya.</p>
<p data-start="3768" data-end="3908">Di sektor pendidikan tinggi, PGRI juga mendorong adanya kesetaraan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam mendidik generasi bangsa.</p>
<p data-start="3910" data-end="4063">“Saya berharap adanya kesempatan yang setara antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Keduanya harus didukung agar bisa berkembang bersama,” tambahnya.</p>
<p data-start="4065" data-end="4206">Sementara itu, khusus di Jawa Tengah, ia melihat adanya kemajuan signifikan, terutama dalam hal komunikasi antara PGRI dan pemerintah daerah.</p>
<p data-start="4208" data-end="4516">“Terkait kondisi di Jawa Tengah, saya melihat adanya kemajuan yang signifikan, terutama dalam hal komunikasi yang baik antara PGRI dan pemerintah daerah. Pengakuan terhadap guru PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu, tidak lepas dari sinergi yang kuat antara organisasi dan pemangku kebijakan,” jelasnya.</p>
<p data-start="4518" data-end="4664">Ia menegaskan bahwa hubungan antara PGRI dan pemerintah harus terus dijaga karena keduanya merupakan mitra strategis dalam pembangunan pendidikan.</p>
<p data-start="4666" data-end="4815">“Hubungan ini harus terus dijaga. Jika tidak dikawal secara bersama, maka berbagai kebijakan yang berpihak pada guru bisa saja terabaikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="4817" data-end="4949">Ke depan, Prof. Unifah berharap PGRI terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat solidaritas demi kemajuan pendidikan nasional.</p>
<p data-start="4951" data-end="5178" data-is-last-node="" data-is-only-node="">“Ke depan, kita harus terus memperkuat kolaborasi, menjaga solidaritas, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia,” pungkasnya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start">***</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[PGRI Jateng Jadi Mitra Strategis, Sinergi dan Pemerataan Guru Jadi Fokus Utama Pendidikan Jawa Tengah]]></title>

<link>https://wawasan.news/pgri-jateng-jadi-mitra-strategis-sinergi-dan-pemerataan-guru-jadi-fokus-utama-pendidikan-jawa-tengah</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/pgri-jateng-jadi-mitra-strategis-sinergi-dan-pemerataan-guru-jadi-fokus-utama-pendidikan-jawa-tengah</guid>

<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 09:15:42 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Dr. Sadimin menilai peran PGRI sangat strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru.

Berbagai pelatihan dan workshop yang diselenggarakan dinilai mampu mendorong peningkatan kompetensi sekaligus perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f172977.jpg" length="89729" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f172977.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
PGRI Jateng Jadi Mitra Strategis, Sinergi dan Pemerataan Guru Jadi Fokus Utama Pendidikan Jawa Tengah]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed74f172977.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><span><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG </strong>- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, menyampaikan pesan sekaligus harapan kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah agar terus memperkuat sinergi dalam memajukan dunia pendidikan di daerah.</span><br><br><span>Menurutnya, hubungan antara Dinas Pendidikan dan PGRI selama ini telah berjalan sangat baik dan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.</span></p>
<p>Hal tersebut disampaikannya disela Konferensi Kerja II Masa Bakti XIII Tahun 2026 di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu (25/4/2026)<br><br><span>“Terkait fokus perhatian dan harapan kepada rekan-rekan di PGRI, kami dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah tentu merasa sangat bangga dan senang. Selama ini, komunikasi dan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan PGRI Provinsi Jawa Tengah terjalin dengan sangat baik,” ujar Dr. Sadimin.</span><br><span></span></p>
<p><span>Ia menegaskan, kedekatan tersebut bukan hanya secara kelembagaan, tetapi juga emosional. Banyak pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan yang memiliki latar belakang sebagai pengurus PGRI di berbagai tingkatan.</span><br><br><span>“Kami juga memiliki kedekatan emosional, karena banyak dari kami yang berasal dari PGRI, mulai dari tingkat ranting hingga pengurus provinsi. Hal ini menjadi kekuatan untuk terus saling mendukung dalam memajukan pendidikan di Jawa Tengah,” lanjutnya.</span><br><span></span></p>
<p><strong>Dorong Penguatan Kompetensi Guru</strong><br><span></span></p>
<p><span>Dr. Sadimin menilai peran PGRI sangat strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. </span></p>
<p><span>Berbagai pelatihan dan workshop yang diselenggarakan dinilai mampu mendorong peningkatan kompetensi sekaligus perubahan pola pikir dalam dunia pendidikan.</span><br><br><span>“Harapan kami, sinergi ini terus terjaga dan semakin diperkuat. Berbagai kegiatan seperti pelatihan dan workshop yang diselenggarakan PGRI terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru. Dampaknya tentu pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, sekaligus mendorong perubahan mindset pendidikan agar semakin maju,” jelasnya.</span><br><span></span></p>
<p><strong>Penataan Guru PPPK Jadi PR Utama</strong><br><span></span></p>
<p><span>Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi pekerjaan rumah, salah satunya terkait penataan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).</span><br><br><span>“Saat ini, salah satu pekerjaan rumah yang masih menjadi fokus adalah penataan guru PPPK. Masih ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, terutama terkait regulasi,” ungkapnya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PGRI Jawa Tengah dan pemangku kebijakan di tingkat pusat, guna mencari solusi terbaik.</span><br><br><span>“Kami berharap para guru dapat direlokasi lebih dekat dengan domisili mereka, sehingga kesejahteraan meningkat dan kinerja menjadi lebih optimal,” tambahnya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Saat ini, jumlah guru PPPK di Jawa Tengah mencapai sekitar 2.900 orang. Jika digabung dengan tenaga tata usaha, totalnya mencapai sekitar 10.630 orang. Mereka disebut telah menerima gaji sesuai UMK di masing-masing daerah.</span><br><br><strong>Kekurangan dan Ketimpangan Guru</strong><br><span></span></p>
<p><span>Persoalan lain yang disoroti adalah masih adanya kekurangan guru di sejumlah bidang, serta ketimpangan distribusi tenaga pendidik antarwilayah.</span><br><br><span>“Di lapangan, terdapat ketimpangan distribusi guru. Di beberapa daerah terjadi kekurangan, seperti guru BK, fisika, dan bahasa Inggris, sementara di daerah lain justru berlebih,” jelas Dr. Sadimin.</span><br><span></span></p>
<p><span>Ia menekankan pentingnya kebijakan relokasi agar distribusi guru lebih merata dan tidak mengganggu proses pembelajaran.</span><br><br><span>Secara khusus, kekurangan paling menonjol terjadi pada guru Bahasa Jawa, serta guru kejuruan di SMK, terutama bidang teknik.</span><br><br><span>“Secara umum, kekurangan paling menonjol adalah guru Bahasa Jawa. Selain itu, di SMK juga masih banyak kekurangan guru pada jurusan-jurusan teknik,” tegasnya.</span><br><span></span></p>
<p><strong>Dorong Rekrutmen Guru Berkelanjutan</strong><br><span></span></p>
<p><span>Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dr. Sadimin berharap pemerintah pusat dapat membuka formasi CPNS guru secara rutin setiap tahun.</span><br><br><span>“Kami berharap pemerintah setiap tahun membuka lowongan CPNS guru, karena selalu ada guru yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.</span><br><span></span></p>
<p><span>Ia juga menegaskan bahwa peran guru tidak bisa digantikan oleh teknologi, terutama dalam pembentukan karakter siswa.</span><br><br><span>“Guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau teknologi apa pun. Guru harus hadir di kelas, karena pendidikan karakter membutuhkan sosok teladan,” tandasnya.</span><br><br><span>Di akhir pernyataannya, Dr. Sadimin optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan PGRI, serta dukungan kebijakan yang tepat, kualitas pendidikan di Jawa Tengah akan terus meningkat.</span><br><br><span>“Ke depan, kami berharap kebutuhan guru dapat terus dipenuhi secara bertahap melalui rekrutmen yang berkelanjutan, sehingga kualitas pendidikan di Jawa Tengah semakin meningkat,” pungkasnya.</span></p>
<p><span>***</span></p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Konferensi Kerja II PGRI Jateng 2026: Perkuat Profesionalisme, Perjuangkan Kesejahteraan, dan Teguhkan Solidaritas Guru]]></title>

<link>https://wawasan.news/konferensi-kerja-ii-pgri-jateng-2026-perkuat-profesionalisme-perjuangkan-kesejahteraan-dan-teguhkan-solidaritas-guru</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/konferensi-kerja-ii-pgri-jateng-2026-perkuat-profesionalisme-perjuangkan-kesejahteraan-dan-teguhkan-solidaritas-guru</guid>

<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 12:58:25 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah-langkah ke depan dalam meningkatkan kualitas profesi guru, kesejahteraan, serta perlindungan tenaga pendidik di Jawa Tengah]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72b8b5e1e.jpg" length="115574" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72b8b5e1e.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Konferensi Kerja II PGRI Jateng 2026: Perkuat Profesionalisme, Perjuangkan Kesejahteraan, dan Teguhkan Solidaritas Guru]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed72b8b5e1e.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="" data-turn-id-container="request-WEB:1b177c1e-3c91-4ce1-a72a-68f18d4dc0da-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:1b177c1e-3c91-4ce1-a72a-68f18d4dc0da-0" data-testid="conversation-turn-2" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="83f91cdd-0cdf-45d1-94b9-60bbbbd88fa9" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="123"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG </strong>- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Konferensi Kerja II Masa Bakti XIII Tahun 2026 di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu-Minggu (25–26 April 2026).</p>
<p data-start="0" data-end="123">Forum strategis ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah-langkah ke depan dalam meningkatkan kualitas profesi guru, kesejahteraan, serta perlindungan tenaga pendidik di Jawa Tengah.</p>
<p data-start="570" data-end="938">Ketua PGRI Jawa Tengah, dr. Muhdi, S.H., M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru terus menjadi prioritas utama organisasi.</p>
<p data-start="570" data-end="938">Ia menyebut, melalui Biro Pengembangan Profesi, PGRI Jateng aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, guna menghadirkan beragam program pelatihan yang relevan dengan perkembangan zaman.</p>
<p data-start="940" data-end="1255">“Dalam upaya meningkatkan kualitas profesi guru, PGRI Jawa Tengah melalui Biro Pengembangan Profesi terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan-perusahaan baru. Beragam kegiatan pengembangan profesi telah dilaksanakan oleh APKS dan SLCC, yang intensitas kegiatannya sangat tinggi,” ujarnya.</p>
<p data-start="1257" data-end="1762">Ia menambahkan, pelatihan bagi guru dilakukan secara masif dan berkelanjutan, baik secara luring maupun daring. “Kegiatan yang dilakukan sangat banyak. Secara rinci akan kami laporkan dalam forum resmi, namun pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa teman-teman dari APKS dan SLCC di bawah Biro Pengembangan Profesi telah menjalankan program pengembangan sesuai tuntutan zaman. Guru dituntut beradaptasi dengan cepat, dan pelatihan terus dilakukan tanpa henti, baik secara luring maupun daring,” jelasnya.</p>
<p data-start="1764" data-end="1981">Menurutnya, komitmen pengurus dalam menghadirkan program pengembangan profesi patut diapresiasi. “Hampir tidak ada hari tanpa pelatihan. Ini yang membuat kami bersyukur memiliki tim yang luar biasa,” tambah dr. Muhdi.</p>
<p data-start="1983" data-end="2389">Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti dinamika ketenagakerjaan guru yang pada tahun 2025 menghadapi tantangan besar, terutama terkait penghapusan status honorer.</p>
<p data-start="1983" data-end="2389">“Perjalanannya sangat berat. Bahkan hingga akhir tahun, setelah proses seleksi dan penerbitan SK, sempat ada kekhawatiran tidak semua akan diangkat pada 2026. Namun alhamdulillah, pada 8 Desember seluruhnya sudah menerima SK,” ungkapnya.</p>
<p data-start="2391" data-end="2774">Ia mengapresiasi peran Dinas Pendidikan dalam menyukseskan proses tersebut, meskipun masih terdapat persoalan yang perlu diselesaikan, khususnya terkait tenaga paruh waktu.</p>
<p data-start="2391" data-end="2774">“Untuk SMA dan SMK sudah ada standar, tetapi di kabupaten/kota masih banyak yang belum. Bahkan ada yang belum menerima gaji saat Lebaran dan tidak mendapatkan THR. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.</p>
<p data-start="2776" data-end="2954">PGRI Jawa Tengah, lanjutnya, menargetkan agar tenaga paruh waktu dapat beralih menjadi tenaga penuh waktu pada tahun ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan guru.</p>
<p data-start="2956" data-end="3332">Selain itu, dr. Muhdi juga menyinggung persoalan penggunaan gelar akademik bagi guru yang menempuh pendidikan mandiri tanpa izin belajar.</p>
<p data-start="2956" data-end="3332">Ia menyampaikan bahwa berkat perjuangan bersama, telah terbit surat edaran dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang memungkinkan penggunaan gelar tersebut.</p>
<p data-start="2956" data-end="3332">“Jika masih ada daerah yang belum menerapkan, harus segera diselesaikan,” katanya.</p>
<p data-start="3334" data-end="3620">Terkait guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia mengungkapkan bahwa kebijakan mutasi kini semakin fleksibel. “Alhamdulillah sekarang sudah dimungkinkan. Sekitar 600 guru SMA sudah mulai menerima SK mutasi. Harapannya mereka bisa lebih dekat dengan keluarga,” ujarnya.</p>
<p data-start="3622" data-end="3848">Tidak hanya fokus pada isu profesional dan kesejahteraan, PGRI Jawa Tengah juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.</p>
<p data-start="3622" data-end="3848">Dalam periode 2025–2026, organisasi ini aktif menyalurkan bantuan ke berbagai daerah terdampak bencana.</p>
<p data-start="3850" data-end="4130">“Tahun 2025-2026 banyak terjadi bencana. Namun solidaritas anggota PGRI sangat luar biasa. Kami telah menyalurkan bantuan ke berbagai daerah seperti Pemalang, Cilacap, Banjarnegara, Pekalongan, Demak, Pati, Kudus, bahkan hingga Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” jelasnya.</p>
<p data-start="4132" data-end="4545">Ia mencontohkan bantuan banjir di Pemalang sebesar Rp70 juta serta pembangunan rumah korban kebakaran dengan total bantuan sekitar Rp60 juta.</p>
<p data-start="4132" data-end="4545">Seluruh bantuan tersebut, menurutnya, disalurkan secara transparan.</p>
<p data-start="4132" data-end="4545">“Kami pastikan tidak ada satu rupiah pun yang berkurang. Semua disalurkan kepada yang berhak. Bahkan saat kami turun langsung ke lokasi, kami tidak menggunakan dana tersebut untuk operasional,” tegasnya.</p>
<p data-start="4547" data-end="4797">Di akhir sambutannya, dr. Muhdi berharap agar ke depan jumlah bencana dapat berkurang, namun semangat solidaritas tetap terjaga.</p>
<p data-start="4547" data-end="4797">“Kita berdoa semoga tahun ini tidak banyak bencana lagi, namun jika terjadi, kita siap untuk terus membantu,” pungkasnya.</p>
<p data-start="4799" data-end="4989">Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Unifah Rosyidi, dalam arahannya menekankan pentingnya representasi dan soliditas organisasi dalam memperjuangkan kepentingan guru di berbagai sektor.</p>
<p data-start="4991" data-end="5279">“Saya selalu menyampaikan bahwa representasi itu sangat penting, baik di bidang politik, pembangunan, maupun sektor lainnya. Bahkan secara pribadi, saya tidak pernah membatasi diri—siapa pun saya ajak berdialog, dari berbagai latar belakang, karena itulah kekuatan kita bersama,” ujarnya.</p>
<p data-start="5281" data-end="5751">Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada PGRI Jawa Tengah yang dinilai sebagai salah satu provinsi dengan kinerja terbaik, bahkan hingga tingkat internasional.</p>
<p data-start="5281" data-end="5751"> “Pada kesempatan ini, saya juga menyampaikan bahwa PGRI Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu yang sangat kita banggakan, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga tingkat internasional. Banyak program yang dijalankan menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.</p>
<p data-start="5753" data-end="6227">Prof. Unifah mengingatkan bahwa tema besar “Guru Bermutu, Indonesia Maju” harus diwujudkan secara konkret melalui tiga pilar utama perjuangan PGRI.</p>
<p data-start="5753" data-end="6227">“Tema besar kita, ‘Guru Bermutu, Indonesia Maju,’ sering kali dilupakan dalam implementasi. Padahal, ada tiga hal utama yang tidak bisa dipisahkan dalam perjuangan PGRI, yaitu peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, dan perlindungan guru. Ketiganya harus berjalan beriringan dan menjadi satu kesatuan yang utuh,” tegasnya.</p>
<p data-start="6229" data-end="6503">Ia juga menyoroti kontribusi PGRI dalam meningkatkan profesionalisme guru melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh APKS, SLCC, dan unit lainnya. Menurutnya, meskipun kontribusi tersebut sering kurang mendapat perhatian, PGRI tetap konsisten menjalankan perannya.</p>
<p data-start="6505" data-end="7055">Lebih lanjut, Prof. Unifah mengapresiasi transformasi organisasi yang dilakukan PGRI Jawa Tengah, termasuk dalam hal kemandirian kelembagaan.</p>
<p data-start="6505" data-end="7055">“Salah satu program nasional adalah mendorong setiap kabupaten/kota memiliki kantor sebagai simbol organisasi modern. Jawa Tengah bahkan telah melangkah lebih jauh dengan mengembangkan kemandirian, termasuk memanfaatkan kantor organisasi untuk kegiatan produktif seperti penyewaan untuk acara pernikahan dan lainnya. Ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi mampu beradaptasi secara kreatif,” ungkapnya.</p>
<p data-start="7057" data-end="7434">Ia menegaskan bahwa di tengah era perubahan yang cepat, PGRI harus terus bertransformasi agar tetap relevan.</p>
<p data-start="7057" data-end="7434">“Kita saat ini hidup di era perubahan yang sangat cepat. Saya sering menyampaikan bahwa kita harus berani melakukan transformasi agar PGRI tetap eksis di tengah tantangan zaman. Perubahan itu adalah keniscayaan, dan kita harus mampu meresponsnya dengan baik,” ujarnya.</p>
<p data-start="7436" data-end="7775">Menurutnya, kekuatan utama PGRI terletak pada soliditas dan solidaritas anggotanya.</p>
<p data-start="7436" data-end="7775">“Namun, yang membedakan PGRI dengan organisasi lain adalah kekuatan soliditas dan solidaritasnya. Banyak organisasi yang tidak mampu bertahan, tetapi PGRI tetap kokoh karena terus memperjuangkan aspirasi anggotanya dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.</p>
<p data-start="7777" data-end="8082">Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah di semua tingkatan.</p>
<p data-start="7777" data-end="8082">“Sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota juga menjadi hal yang sangat penting. Kita harus terus menyuarakan aspirasi guru dan memastikan kebijakan yang diambil berpihak kepada mereka,” katanya.</p>
<p data-start="8084" data-end="8392">Prof. Unifah turut mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sekitar 80 ribu guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 melalui skema Recognition of Prior Learning (RPL).</p>
<p data-start="8084" data-end="8392"> “Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan,” ujarnya.</p>
<p data-start="8394" data-end="8631">Menutup arahannya, ia menegaskan pentingnya fokus dalam perjuangan organisasi.</p>
<p data-start="8394" data-end="8631">“Dalam perjuangan organisasi, fokus menjadi kunci utama. Dengan fokus yang kuat, kita dapat terus memperjuangkan kepentingan guru secara optimal,” pungkasnya.</p>
<p data-start="8633" data-end="8890" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Konferensi Kerja II PGRI Jawa Tengah ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas, kesejahteraan, dan perlindungan guru di masa mendatang.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start">***</div>
<div class="mt-3 w-full empty:hidden">
<div class="text-center"></div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Dosen FPMIPATI UPGRIS Edukasi Siswa MA Darul Ulum Sayung melalui Pelatihan Kewirausahaan Microgreen Berbasis Potensi Lokal]]></title>

<link>https://wawasan.news/dosen-fpmipati-upgris-edukasi-siswa-ma-darul-ulum-sayung-melalui-pelatihan-kewirausahaan-microgreen-berbasis-potensi-lokal</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/dosen-fpmipati-upgris-edukasi-siswa-ma-darul-ulum-sayung-melalui-pelatihan-kewirausahaan-microgreen-berbasis-potensi-lokal</guid>

<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:01:41 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Program pelatihan microgreen ini juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan sekolah berbasis ethnopreneurship, yakni pendekatan kewirausahaan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan utama]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed800603c87.jpg" length="112145" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed800603c87.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Dosen FPMIPATI UPGRIS Edukasi Siswa MA Darul Ulum Sayung melalui Pelatihan Kewirausahaan Microgreen Berbasis Potensi Lokal]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69ed800603c87.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="0" data-end="137"><strong><span data-start="139" data-end="148">WAWASAN.NEWS, </span>DEMAK</strong> – Upaya membangun generasi muda yang mandiri dan berdaya saing terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah.</p>
<p data-start="0" data-end="137">Kali ini, tim dosen dari Fakultas Pendidikan Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi Informasi (FPMIPATI) <span class="whitespace-normal">Universitas PGRI Semarang</span> menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan kewirausahaan microgreen bagi siswa <span class="whitespace-normal">MA Darul Ulum Bulusari Sayung</span>, Kabupaten <span class="whitespace-normal">Demak</span>.</p>
<p data-start="629" data-end="1001">Program ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya lokal di wilayah Sayung yang cukup besar untuk pengembangan pertanian skala kecil berbasis lingkungan.</p>
<p data-start="629" data-end="1001">Namun demikian, belum optimalnya program praktik budidaya yang aplikatif dan terintegrasi dengan pembelajaran berbasis sains serta peluang usaha menyebabkan keterampilan kewirausahaan siswa masih perlu ditingkatkan.</p>
<p data-start="1003" data-end="1409">Ketua tim pengabdian, <span>Rivanna Citraning Rakhmawati, M.Pd</span>, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai solusi konkret untuk menjawab tantangan tersebut.</p>
<p data-start="1003" data-end="1409">“Melalui program ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif. Siswa diajak memahami proses budidaya microgreen sekaligus mengembangkan pola pikir kewirausahaan berbasis potensi lokal,” ungkapnya.</p>
<p data-start="1411" data-end="1693">Microgreen dipilih sebagai komoditas utama dalam pelatihan karena dinilai memiliki berbagai keunggulan.</p>
<p data-start="1411" data-end="1693">Dosen Pendidikan Biologi UPGRIS, <span>Eko Retno Mulyaningrum, M.Pd</span>, menjelaskan bahwa tanaman muda ini memiliki siklus panen yang singkat dan nilai ekonomi yang menjanjikan.</p>
<p data-start="1695" data-end="1928">“Microgreen dipilih karena memiliki siklus panen singkat, sekitar 7 hingga 14 hari, teknik budidayanya sederhana, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan life skill siswa,” jelasnya.</p>
<p data-start="1930" data-end="2228">Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini terintegrasi dengan pembelajaran di kelas.</p>
<p data-start="1930" data-end="2228">“Selain itu, kegiatan ini relevan dengan materi Biologi tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, sehingga dapat menjadi media pembelajaran kontekstual berbasis proyek atau <em data-start="2191" data-end="2215">Project Based Learning</em>,” tambahnya.</p>
<p data-start="2230" data-end="2490">Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian ini disusun secara sistematis melalui beberapa tahapan.</p>
<p data-start="2230" data-end="2490">Dosen Pendidikan Matematika UPGRIS, <span>Dr. Intan Indiati, M.Pd</span>, menguraikan bahwa program dimulai dari tahap sosialisasi hingga evaluasi keberlanjutan.</p>
<p data-start="2492" data-end="2848">“Kegiatan ini meliputi sosialisasi program dan koordinasi dengan pihak sekolah, penyuluhan tentang konsep microgreen, ketahanan pangan, dan peluang usaha berbasis <em data-start="2655" data-end="2670">green economy</em>. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan praktik budidaya menggunakan benih yang sesuai dengan kearifan lokal, pendampingan perawatan, panen, hingga pengemasan produk,” terangnya.</p>
<p data-start="2850" data-end="3229">Tidak hanya itu, siswa juga dibekali dengan pengetahuan dasar kewirausahaan.</p>
<p data-start="2850" data-end="3229">“Kami juga memberikan pelatihan mengenai perhitungan biaya produksi, strategi pemasaran sederhana, branding produk, hingga analisis keuntungan. Tahap akhir dilakukan evaluasi dan monitoring melalui pembentukan kelompok usaha siswa atau <em data-start="3163" data-end="3179">studentpreneur</em> agar program ini dapat berkelanjutan,” lanjutnya.</p>
<p data-start="3231" data-end="3560">Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan ini terlihat sejak awal hingga akhir pelatihan.</p>
<p data-start="3231" data-end="3560">Mereka tidak hanya belajar menanam, tetapi juga memahami bagaimana mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai jual. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas serta keberanian siswa untuk memulai usaha sejak dini.</p>
<p data-start="3562" data-end="3778">Kepala MA Darul Ulum Bulusari Sayung Demak, <span class="whitespace-normal">Muhammad Agus Muhibbin</span>, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan siswa di era saat ini.</p>
<p data-start="3780" data-end="4014">“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh tim dosen FPMIPATI UPGRIS ini karena mampu menstimulus jiwa kewirausahaan serta kemandirian siswa dalam mengembangkan usaha sederhana berbasis sains dan potensi lokal,” ujarnya.</p>
<p data-start="4016" data-end="4258">Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang jangka panjang bagi siswa untuk mengembangkan usaha berbasis lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p data-start="4260" data-end="4622">Lebih jauh, program pelatihan microgreen ini juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan sekolah berbasis <em data-start="4371" data-end="4389">ethnopreneurship</em>, yakni pendekatan kewirausahaan yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan utama.</p>
<p data-start="4260" data-end="4622">Model ini dinilai sangat cocok diterapkan di wilayah pesisir seperti Sayung yang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi yang khas.</p>
<p data-start="4624" data-end="5013" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan adanya sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat melalui program pengabdian ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan yang kuat.</p>
<p data-start="4624" data-end="5013" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Program ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi pendidikan berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.</p>
<p data-start="4624" data-end="5013" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[UNNES Siapkan 11.970 Kursi Mahasiswa Baru, UTBK Digelar Ketat dengan Sistem Pengamanan Berlapis]]></title>

<link>https://wawasan.news/unnes-siapkan-11970-kursi-mahasiswa-baru-utbk-digelar-ketat-dengan-sistem-pengamanan-berlapis</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/unnes-siapkan-11970-kursi-mahasiswa-baru-utbk-digelar-ketat-dengan-sistem-pengamanan-berlapis</guid>

<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 11:10:06 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Proses seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta seleksi Mandiri.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84a120a093.jpg" length="146023" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84a120a093.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
UNNES Siapkan 11.970 Kursi Mahasiswa Baru, UTBK Digelar Ketat dengan Sistem Pengamanan Berlapis]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84a120a093.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<div class="flex h-svh w-screen flex-col">
<div class="relative z-0 flex min-h-0 w-full flex-1">
<div class="relative flex min-h-0 w-full flex-1">
<div class="@container/main relative flex min-w-0 flex-1 flex-col -translate-y-[calc(env(safe-area-inset-bottom,0px)/2)] pt-[calc(env(safe-area-inset-bottom,0px)/2)]">
<div data-scroll-root="" class="@w-sm/main:[scrollbar-gutter:var(--stage-scroll-gutter)] touch:[scrollbar-width:none] group/scroll-root relative flex min-h-0 min-w-0 flex-1 flex-col [scrollbar-gutter:stable] not-print:overflow-x-clip not-print:overflow-y-auto group-data-stream-active/scroll-root:[overflow-anchor:none] scroll-pt-(--header-height) [--sticky-padding-top:var(--header-height)] [--sticky-padding-bottom:0px] [--scroll-root-safe-area-inset-top:calc(var(--sticky-padding-top)+env(safe-area-inset-top,0px))] [--scroll-root-safe-area-inset-bottom:calc(var(--sticky-padding-bottom)+var(--screen-keyboard-height,0px)+env(safe-area-inset-bottom,0px))] [--scroll-root-safe-area-height:calc(100lvh-var(--scroll-root-safe-area-inset-top)-var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom))] has-data-[fixed-header=less-than-xl]:@w-xl/main:scroll-pt-0 has-data-[fixed-header=less-than-xl]:@w-xl/main:[--sticky-padding-top:0px] has-data-[fixed-header=less-than-xxl]:@w-2xl/main:scroll-pt-0 has-data-[fixed-header=less-than-xxl]:@w-2xl/main:[--sticky-padding-top:0px]" data-scroll-from-top=""><main class="min-h-0 flex-1" id="main" z-index="-1">
<div id="thread" class="group/thread flex flex-col min-h-full">
<div role="presentation" class="composer-parent flex flex-1 flex-col focus-visible:outline-0">
<div class="relative basis-auto flex-col -mb-(--composer-overlap-px) pb-(--composer-overlap-px) [--composer-overlap-px:28px] grow flex">
<div class="flex flex-col text-sm keyboard-open:pb-[calc(var(--composer-height,100px)+var(--screen-keyboard-height,0))]">
<div class="" data-turn-id-container="request-69e8474f-da64-8320-8110-af346d527a83-0" data-is-intersecting="true">
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-69e8474f-da64-8320-8110-af346d527a83-0" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="a19b2793-e9db-48e1-b0f8-5e5fe2cdb0ee" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" data-turn-start-message="true" tabindex="0">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="0" data-end="99"><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong> — <span class="whitespace-normal">Universitas Negeri Semarang</span> (UNNES) kembali membuka penerimaan mahasiswa baru tahun ini dengan total daya tampung mencapai 11.970 orang.</p>
<p data-start="0" data-end="99">Proses seleksi dilakukan melalui tiga jalur utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta seleksi Mandiri.</p>
<p data-start="427" data-end="647">Kepala Humas UNNES, <span class="whitespace-normal">Rahmat Petuguran</span>, menjelaskan bahwa tahapan penerimaan mahasiswa baru telah berjalan sesuai jadwal nasional. Ia menyebutkan bahwa jalur SNBP telah selesai dilaksanakan lebih awal.</p>
<p data-start="649" data-end="928">“Tahun ini Universitas Negeri Semarang akan menerima mahasiswa baru sebanyak 11.970 orang yang diseleksi melalui tiga jalur, yaitu SNBP, SNBT, dan seleksi mandiri. Untuk SNBP sendiri sudah selesai dilaksanakan dengan kuota sekitar 21 persen dari total daya tampung,” ujar Rahmat.</p>
<p data-start="930" data-end="1182">Memasuki tahap berikutnya, UNNES kini tengah melaksanakan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).</p>
<p data-start="930" data-end="1182">Pelaksanaan UTBK di UNNES berlangsung selama satu pekan, mulai 21 hingga 27, dengan dua sesi setiap harinya.</p>
<p data-start="1184" data-end="1347">“Pelaksanaan UTBK di UNNES dilakukan selama satu minggu penuh, dari tanggal 21 sampai 27, dengan dua sesi setiap hari, sehingga total ada 14 sesi ujian,” jelasnya.</p>
<p data-start="1349" data-end="1526">Rahmat mengungkapkan, jumlah peserta UTBK yang mengikuti tes di UNNES mencapai sekitar 11.000 orang. Sementara itu, minat calon mahasiswa terhadap UNNES terbilang sangat tinggi.</p>
<p data-start="1528" data-end="1722">“Jumlah peminat yang memilih UNNES mencapai sekitar 42.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 36.000 telah melakukan pendaftaran dan pembayaran, sehingga resmi menjadi peserta UTBK,” katanya.</p>
<p data-start="1724" data-end="1823">Dari total daya tampung, kuota jalur SNBT mencapai sekitar 30 persen atau kurang lebih 3.900 kursi.</p>
<p data-start="1825" data-end="2074">Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, UNNES telah menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk laboratorium komputer di dua lokasi utama, yakni Gedung Digital Center dan Gedung Kearsipan yang berada tidak jauh dari kawasan rektorat.</p>
<p data-start="2076" data-end="2292">“Kami menyiapkan fasilitas laboratorium komputer di dua lokasi utama dengan total kapasitas sekitar 1.014 unit komputer, termasuk perangkat cadangan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar,” terang Rahmat.</p>
<p data-start="2294" data-end="2529">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK di UNNES berada di bawah supervisi Panitia SNBT Nasional.</p>
<p data-start="2294" data-end="2529">Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam menjaga integritas ujian.</p>
<p data-start="2531" data-end="2674">“Kami berkomitmen menjaga integritas pelaksanaan tes dan mengantisipasi segala bentuk kecurangan dengan berbagai langkah pengamanan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2676" data-end="2907">Beberapa langkah pengamanan yang diterapkan antara lain penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition), pemeriksaan dengan alat pendeteksi logam, serta pengecekan manual oleh pengawas sebelum peserta memasuki ruang ujian.</p>
<p data-start="2909" data-end="3142">“Kami menerapkan face recognition untuk memastikan identitas peserta, menggunakan metal detector untuk mendeteksi barang mencurigakan, serta melakukan pemeriksaan manual oleh pengawas sebelum peserta masuk ke ruangan,” ungkap Rahmat.</p>
<p data-start="3144" data-end="3273">Tak hanya itu, UNNES juga bekerja sama dengan penyedia layanan jaringan untuk membatasi akses komunikasi di sekitar lokasi ujian.</p>
<p data-start="3275" data-end="3511">“Selama pelaksanaan tes, kami melakukan pembatasan jaringan di sekitar lokasi ujian. Hal ini untuk meminimalkan kemungkinan peserta berkomunikasi dengan pihak luar, sehingga potensi kecurangan bisa ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.</p>
<p data-start="3513" data-end="3699">Rahmat mengakui bahwa perkembangan teknologi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga integritas seleksi. Namun demikian, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai inovasi pengamanan.</p>
<p data-start="3701" data-end="3941">“Kami menyadari bahwa perkembangan teknologi membawa tantangan, sehingga kami terus berupaya mengimbangi dengan sistem yang semakin ketat. Meskipun tidak bisa menjamin 100 persen, kami berkomitmen meminimalisir potensi kecurangan,” ujarnya.</p>
<p data-start="3943" data-end="4090">Selain aspek teknis, UNNES juga memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan peserta, terutama terkait waktu kehadiran saat ujian berlangsung.</p>
<p data-start="4092" data-end="4242">“Kami sudah mengimbau peserta untuk memastikan lokasi ujian sebelum hari pelaksanaan, memahami rute perjalanan, serta datang lebih awal,” kata Rahmat.</p>
<p data-start="4244" data-end="4399">Ia menambahkan, pelaksanaan ujian dimulai pukul 06.15 WIB, sementara gerbang sudah dibuka sejak pukul 05.30 WIB untuk memberi waktu persiapan bagi peserta.</p>
<p data-start="4401" data-end="4624">“Kami membuka gerbang sejak pukul 05.30 agar peserta memiliki waktu cukup untuk bersiap. Tidak ada toleransi bagi peserta yang terlambat. Jika datang setelah ujian dimulai, maka tidak diperkenankan mengikuti tes,” tegasnya.</p>
<p data-start="4626" data-end="4801">Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan masih adanya peserta yang gagal mengikuti ujian akibat keterlambatan. Hal tersebut menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan tahun ini.</p>
<p data-start="4803" data-end="4967">“Tahun lalu memang ada beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti ujian karena terlambat. Ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” pungkas Rahmat.</p>
<p data-start="4969" data-end="5196" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan berbagai persiapan matang dan sistem pengamanan berlapis, UNNES optimistis pelaksanaan UTBK tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi prinsip kejujuran serta integritas dalam proses seleksi nasional.</p>
<p data-start="4969" data-end="5196" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</main></div>
</div>
</div>
</div>
</div>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Empat Profesor Baru UNNES Resmi Dikukuhkan, Perkuat Inovasi dari Olahraga hingga Teknologi Berbasis Lingkungan]]></title>

<link>https://wawasan.news/empat-profesor-baru-unnes-resmi-dikukuhkan-perkuat-inovasi-dari-olahraga-hingga-teknologi-berbasis-lingkungan</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/empat-profesor-baru-unnes-resmi-dikukuhkan-perkuat-inovasi-dari-olahraga-hingga-teknologi-berbasis-lingkungan</guid>

<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:53:33 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Keempat profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang pedagogi olahraga, seni budaya karawitan, kimia terapan, serta keterampilan berbicara—empat bidang yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84631ee58b.jpg" length="103530" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84631ee58b.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Empat Profesor Baru UNNES Resmi Dikukuhkan, Perkuat Inovasi dari Olahraga hingga Teknologi Berbasis Lingkungan]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69e84631ee58b.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="0" data-end="114"><strong>WAWASAN.NEW, SEMARANG </strong>— <span class="whitespace-normal">Universitas Negeri Semarang</span> (UNNES) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus berdaya saing global melalui pengukuhan empat guru besar baru dari bidang-bidang strategis.</p>
<p data-start="0" data-end="114">Prosesi akademik yang berlangsung di <span class="whitespace-normal">Auditorium Prof. Wuryanto UNNES</span> pada Senin, 20 April 2026 tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat dan pembangunan bangsa.</p>
<p data-start="534" data-end="942">Pengukuhan ini tidak hanya menjadi simbol capaian akademik tertinggi bagi para dosen, tetapi juga mencerminkan arah baru perguruan tinggi yang menitikberatkan pada dampak nyata keilmuan.</p>
<p data-start="534" data-end="942">Keempat profesor yang dikukuhkan berasal dari bidang pedagogi olahraga, seni budaya karawitan, kimia terapan, serta keterampilan berbicara—empat bidang yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.</p>
<p data-start="944" data-end="1115">Rektor UNNES, <span class="whitespace-normal">Prof. Dr. S Martono, M.Si.</span>, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar harus dimaknai lebih luas sebagai tanggung jawab intelektual kepada masyarakat.</p>
<p data-start="1117" data-end="1311">“Dalam paradigma perguruan tinggi berdampak, peran profesor tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi dari kontribusinya terhadap masyarakat, bangsa, dan peradaban,” tegasnya.</p>
<p data-start="1313" data-end="1503">Lebih lanjut, ia menekankan bahwa profesor memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak inovasi ilmiah sekaligus penjaga marwah akademik di tengah dinamika global yang semakin kompleks.</p>
<p data-start="1505" data-end="1697">“Profesor diharapkan menjadi penggerak inovasi ilmiah, penjaga integritas akademik, sekaligus komunikator ilmu pengetahuan agar hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tambahnya.</p>
<p data-start="1699" data-end="1986">Salah satu sosok yang dikukuhkan adalah <span class="whitespace-normal">Prof. Dr. Taufiq Hidayah, M.Kes.</span> sebagai Profesor di bidang Pedagogi Olahraga. Ia memandang olahraga tidak sekadar aktivitas fisik, melainkan sebagai medium pembelajaran yang mampu membentuk karakter, motivasi, dan keterampilan peserta didik.</p>
<p data-start="1988" data-end="2346">Melalui pengembangan model pembelajaran yang mengintegrasikan Long-Term Athlete Development (LTAD) dan Game-Centered Approach (GCA), ia menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif.</p>
<p data-start="1988" data-end="2346">Model ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir taktis, pengambilan keputusan, serta keterlibatan aktif dalam proses belajar.</p>
<p data-start="2348" data-end="2654">Kontribusinya juga meluas ke ranah praktis melalui keterlibatannya sebagai anggota Dewan Pakar KONI Jawa Tengah.</p>
<p data-start="2348" data-end="2654">Peran ini menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang terintegrasi dari pendidikan hingga prestasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, aktif, dan berkarakter.</p>
<p data-start="2656" data-end="2894">Di bidang seni budaya, <span class="whitespace-normal">Prof. Dr. Widodo, M.Sn.</span> dikukuhkan sebagai Profesor Karawitan Jawa. Ia menempatkan karawitan sebagai warisan budaya yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan secara ilmiah dan sistematis.</p>
<p data-start="2896" data-end="3167">Melalui pendekatan yang memadukan aspek teknik, estetika, dan nilai filosofis, ia mengembangkan inovasi berupa rekonstruksi laras dan model garap gending. Hasilnya, puluhan karya seni tercipta, dengan 28 di antaranya telah tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).</p>
<p data-start="3169" data-end="3480">Kiprah internasionalnya juga menjadi bukti bahwa karawitan Jawa memiliki daya tarik global. Ia aktif memperkenalkan gamelan di berbagai institusi dunia seperti University of Michigan, University of California Los Angeles (UCLA), hingga Paris, sehingga memperkuat posisi budaya Indonesia dalam percaturan global.</p>
<p data-start="3482" data-end="3704">Sementara itu, <span class="whitespace-normal">Prof. Dr. Sigit Priatmoko, M.Si.</span> dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Kimia Terapan.</p>
<p data-start="3482" data-end="3704">Ia menyoroti pentingnya peran sains dalam menjawab tantangan global, khususnya terkait krisis energi dan lingkungan.</p>
<p data-start="3706" data-end="3962">Riset yang dikembangkannya berfokus pada tiga pilar utama, yakni energi, lingkungan, dan teknologi fungsional. Dalam bidang energi, ia mengembangkan teknologi produksi hidrogen melalui fotokatalis dan elektrokatalis sebagai solusi energi bersih masa depan.</p>
<p data-start="3964" data-end="4255">Pada aspek lingkungan, ia berkontribusi dalam pengolahan limbah, pemanfaatan biomassa lokal, serta teknologi pemulihan kualitas air.</p>
<p data-start="3964" data-end="4255">Sementara di bidang teknologi fungsional, ia mengembangkan sensor kimia, nanopartikel, dan material responsif yang memiliki potensi luas dalam dunia industri.</p>
<p data-start="4257" data-end="4409">Inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademik tinggi, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p data-start="4411" data-end="4635">Di bidang bahasa dan komunikasi, <span class="whitespace-normal">Prof. Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd.</span> dikukuhkan sebagai Profesor Keterampilan Berbicara. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi kompetensi penting di era globalisasi.</p>
<p data-start="4637" data-end="4864">Dalam kepakarannya di bidang pendidikan bahasa Jepang, ia mengembangkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada tata bahasa, tetapi juga pada pemahaman konteks sosial dan budaya, termasuk penggunaan keigo.</p>
<p data-start="4866" data-end="5141">Salah satu inovasi unggulannya adalah pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran.</p>
<p data-start="4866" data-end="5141">Teknologi ini memungkinkan mahasiswa berlatih komunikasi dalam situasi yang lebih realistis, sehingga meningkatkan kemampuan berbicara sekaligus memperkuat kompetensi global.</p>
<p data-start="5143" data-end="5342">Karya dan gagasannya telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional serta dituangkan dalam buku ajar, yang menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan bahasa berbasis teknologi.</p>
<p data-start="5344" data-end="5656">Pengukuhan keempat guru besar ini mencerminkan komitmen UNNES dalam membangun ekosistem akademik yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.</p>
<p data-start="5344" data-end="5656">Sinergi antara bidang olahraga, budaya, sains, dan bahasa menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan multidimensi di era modern.</p>
<p data-start="5658" data-end="5960">Dengan bertambahnya profesor di bidang strategis, UNNES semakin memperkuat perannya sebagai pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.</p>
<p data-start="5658" data-end="5960">Perguruan tinggi tidak lagi hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.</p>
<p data-start="5962" data-end="6315" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran akademisi tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi harus mampu menjangkau masyarakat luas melalui inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Melalui langkah ini, UNNES terus bergerak menuju visi sebagai kampus berdampak yang berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di kancah global.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS Sosialisasi “Generasi Muda Tangguh Bencana” melalui Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di SMP PGRI 1 Semarang]]></title>

<link>https://wawasan.news/mahasiswa-magang-kependidikan-upgris-sosialisasi-generasi-muda-tangguh-bencana-melalui-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-ecobrick-di-smp-pgri-1-semarang</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/mahasiswa-magang-kependidikan-upgris-sosialisasi-generasi-muda-tangguh-bencana-melalui-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-ecobrick-di-smp-pgri-1-semarang</guid>

<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 12:01:25 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendidikan Perubahan Iklim yang diinisiasi oleh tim mahasiswa sebagai bentuk pengabdian sekaligus edukasi kepada generasi muda.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69df1b7423d03.jpg" length="116926" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69df1b7423d03.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Mahasiswa Magang Kependidikan UPGRIS Sosialisasi “Generasi Muda Tangguh Bencana” melalui Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick di SMP PGRI 1 Semarang]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69df1b7423d03.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS, SEMARANG</strong>, Upaya meningkatkan kesadaran terhadap dampak perubahan iklim terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan.</p>
<p>SMP PGRI 1 Semarang menjadi salah satu sekolah yang aktif membekali siswanya dengan keterampilan mitigasi bencana melalui kegiatan bertajuk “Mengatasi Bencana Melalui Aksi Nyata” yang dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendidikan Perubahan Iklim yang diinisiasi oleh tim mahasiswa sebagai bentuk pengabdian sekaligus edukasi kepada generasi muda.</p>
<p>Mengangkat tema “Generasi Muda dalam Mitigasi Bencana Melalui Aksi Nyata Menjaga Lingkungan”, program ini berfokus pada peningkatan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman banjir dan rob yang kerap melanda wilayah Kota Semarang.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai penyebab dan dampak banjir yang disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi dan video simulasi.</p>
<p>Siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga visualisasi nyata tentang penanggulangan bencana.</p>
<p>Selanjutnya, siswa yang tergabung dalam kegiatan OSIS dan MPK mengikuti simulasi mitigasi melalui praktik pembuatan ecobrik dari botol bekas.</p>
<p>Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir.</p>
<p>Puncak kegiatan ditandai dengan aksi nyata berupa kerja bakti membersihkan saluran air dan lingkungan sekolah.</p>
<p>Dengan penuh semangat, para siswa bersama tim mahasiswa bergotong royong mengangkat sampah yang berpotensi menyumbat drainase.</p>
<p>Aksi ini menjadi bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus mencegah bencana.</p>
<p>Pihak sekolah pun menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.</p>
<p>Dengan adanya sinergi antara edukasi, praktik, dan aksi nyata, SMP PGRI 1 Semarang berkomitmen menjadi sekolah yang tangguh terhadap bencana sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan aman.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.</p>
<p>Melalui langkah sederhana namun berdampak nyata, siswa telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah.</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Mewujudkan Satuan Pendidikan Tangguh Kesiapsiagaan Bencana di SMA Negeri 1 Comal Bersama Magang Kependidikan UPGRIS]]></title>

<link>https://wawasan.news/mewujudkan-satuan-pendidikan-tangguh-kesiapsiagaan-bencana-di-sma-negeri-1-comal-bersama-magang-kependidikan-upgris</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/mewujudkan-satuan-pendidikan-tangguh-kesiapsiagaan-bencana-di-sma-negeri-1-comal-bersama-magang-kependidikan-upgris</guid>

<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 09:54:14 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Bersama tim Magang Kependidikan dari Universitas PGRI Semarang, sekolah mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan.]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69dc5b5948140.jpg" length="131567" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69dc5b5948140.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Mewujudkan Satuan Pendidikan Tangguh Kesiapsiagaan Bencana di SMA Negeri 1 Comal Bersama Magang Kependidikan UPGRIS]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69dc5b5948140.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="109" data-end="451"><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Komitmen membangun lingkungan pendidikan yang aman dan tangguh terus diperkuat oleh SMA Negeri 1 Comal melalui implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). </p>
<p data-start="109" data-end="451">Program ini menjadi langkah strategis dalam merespons berbagai potensi risiko bencana yang dapat mengganggu proses belajar mengajar sekaligus mengancam keselamatan warga sekolah.</p>
<p data-start="453" data-end="778">Bersama tim Magang Kependidikan dari Universitas PGRI Semarang, sekolah mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata di lapangan.</p>
<p data-start="453" data-end="778">Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap risiko.</p>
<p data-start="780" data-end="1151">Rangkaian kegiatan dimulai pada 23 Februari 2026 melalui sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana yang digelar di aula sekolah.</p>
<p data-start="780" data-end="1151">Kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana. Tidak sekadar penyampaian materi, forum ini berkembang menjadi ruang diskusi aktif yang melibatkan guru, siswa, serta tim magang.</p>
<p data-start="1153" data-end="1537">Dalam sosialisasi tersebut, dilakukan analisis risiko secara partisipatif untuk mengidentifikasi titik rawan di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="1153" data-end="1537">Infrastruktur, tata letak bangunan, serta kondisi geografis menjadi perhatian utama dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat. </p>
<p data-start="1153" data-end="1537">Pemetaan zona aman dan jalur evakuasi disusun secara detail agar mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh warga sekolah.</p>
<p data-start="1539" data-end="1990">Koordinator program SPAB, <span class="whitespace-normal">Zulfa Izzati Prisanto</span>, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam program ini.</p>
<p data-start="1539" data-end="1990">"Kami ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar benar dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus tahu apa yang harus dilakukan saat situasi darurat terjadi," paparnya.</p>
<p data-start="1992" data-end="2321">Selain pemetaan risiko, sosialisasi juga menekankan internalisasi prosedur keselamatan.</p>
<p data-start="1992" data-end="2321">Jalur evakuasi diperkenalkan secara rinci, termasuk titik kumpul yang telah ditetapkan sebagai pusat koordinasi saat bencana.</p>
<p data-start="1992" data-end="2321">Warga sekolah juga dilatih untuk membangun mental yang tenang dan tidak panik agar mampu bertindak cepat dan tepat.</p>
<p data-start="2323" data-end="2564">Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya draft prosedur tetap penanggulangan bencana yang aplikatif dan mudah dipahami.</p>
<p data-start="2323" data-end="2564">Dokumen tersebut menjadi pedoman penting dalam membangun sistem respons darurat yang terstruktur di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="2566" data-end="2820">Memasuki tahap berikutnya, pada 2 April 2026, SMA Negeri 1 Comal melaksanakan kegiatan pembuatan video mitigasi bencana banjir.</p>
<p data-start="2566" data-end="2820">Kegiatan ini dipilih sebagai inovasi edukasi berbasis visual yang dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada siswa.</p>
<p data-start="2822" data-end="3207">Ketua tim magang, <span class="whitespace-normal">Mochammad Hafiidz Misbahudin</span>, menjelaskan bahwa media video memiliki kekuatan dalam membangun pemahaman yang lebih mendalam.</p>
<p data-start="2822" data-end="3207">“Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya didengar, tetapi juga dilihat dan dipraktikkan secara langsung. Dengan video, siswa dapat memahami alur mitigasi bencana secara lebih konkret dan mudah diingat," urainya.</p>
<p data-start="3209" data-end="3454">Proses produksi video melibatkan siswa sebagai pemeran utama dalam simulasi penanganan bencana banjir.</p>
<p data-start="3209" data-end="3454">Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="3456" data-end="3863">Dalam video tersebut, ditampilkan berbagai tahapan penting yang harus dilakukan saat menghadapi ancaman banjir.</p>
<p data-start="3456" data-end="3863">Mulai dari deteksi dini terhadap peningkatan debit air hingga mekanisme penyebaran informasi darurat di lingkungan sekolah.</p>
<p data-start="3456" data-end="3863">Siswa juga diperagakan untuk melakukan langkah pengamanan terhadap aset penting seperti dokumen dan peralatan elektronik dengan memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi.</p>
<p data-start="3865" data-end="4147">Simulasi evakuasi menjadi bagian penting dalam video tersebut.</p>
<p data-start="3865" data-end="4147">Pergerakan siswa dilakukan secara tertib menuju zona aman dengan menghindari area berbahaya seperti instalasi listrik. Penekanan pada kedisiplinan dan koordinasi menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan bersama.</p>
<p data-start="4149" data-end="4400">Koordinator SPAB kembali menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi hal yang sangat penting.</p>
<p data-start="4149" data-end="4400">Menurutnya, edukasi tidak boleh berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi lingkungan.</p>
<p data-start="4402" data-end="4640">“Melalui kegiatan ini, kami berharap budaya sadar bencana dapat tertanam kuat di lingkungan sekolah. Ini bukan hanya tentang menghadapi bencana, tetapi juga tentang membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian,” ujar Zulfa.</p>
<p data-start="4642" data-end="5001">Sementara itu, Mochammad Hafiidz Misbahudin juga menambahkan bahwa pengalaman ini memberikan pembelajaran berharga bagi tim magang.</p>
<p data-start="4642" data-end="5001">“Kami tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga belajar bagaimana membangun sistem yang berdampak langsung bagi keselamatan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi kami sebagai calon pendidik,” ungkapnya.</p>
<p data-start="5003" data-end="5309">Rangkaian kegiatan yang berlangsung dari Februari hingga April 2026 ini menunjukkan keseriusan SMA Negeri 1 Comal dalam membangun satuan pendidikan yang tangguh terhadap bencana.</p>
<p data-start="5003" data-end="5309">Sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perlindungan jiwa dan keselamatan seluruh warganya.</p>
<p data-start="5311" data-end="5626" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan mengintegrasikan perencanaan strategis dan inovasi edukasi, SMA Negeri 1 Comal berhasil menghadirkan model pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.</p>
<p data-start="5311" data-end="5626" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Upaya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan program kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan dan berdampak luas.</p>
<p data-start="5311" data-end="5626" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Kepastian Status Guru Jadi Kunci, PGRI Dorong Kebijakan Berbasis Data]]></title>

<link>https://wawasan.news/kepastian-status-guru-jadi-kunci-pgri-dorong-kebijakan-berbasis-data</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/kepastian-status-guru-jadi-kunci-pgri-dorong-kebijakan-berbasis-data</guid>

<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 15:04:09 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a58cd0f4.jpg" length="114336" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a58cd0f4.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Kepastian Status Guru Jadi Kunci, PGRI Dorong Kebijakan Berbasis Data]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a58cd0f4.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>WAWASAN.NEWS,</strong> Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof Dr <span class="whitespace-normal">Unifah Rosyidi MPd</span>, menegaskan bahwa kepastian status dan kesejahteraan guru menjadi faktor krusial dalam menjaga kualitas pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Hal tersebut disampaikannya dengan menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan saat ini.</p>
<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div data-message-author-role="assistant" data-message-id="501c0309-4a6a-4f76-98df-d2f4dd3f7986" dir="auto" data-message-model-slug="gpt-5-3" class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word dark markdown-new-styling">
<p data-start="505" data-end="808">Menurut Prof. Unifah, persoalan status guru, baik yang bekerja penuh waktu maupun paruh waktu, tidak dapat dilepaskan dari sistem dan prosedur yang selama ini berjalan.</p>
<p data-start="505" data-end="808">Ia menilai, kondisi tersebut justru memperlihatkan adanya persoalan mendasar berupa ketidakpastian yang masih membayangi profesi guru.</p>
<p data-start="810" data-end="1107">Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk mendorong guru memiliki status yang jelas, terutama sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), masih menjadi hal penting.</p>
<p data-start="810" data-end="1107">Hal ini karena profesi guru merupakan teaching profession yang seharusnya memiliki jaminan kepastian, baik dalam hal karier maupun kesejahteraan.</p>
<p data-start="1109" data-end="1271">“Kepastian itu yang saat ini belum sepenuhnya dirasakan. Padahal, dengan adanya kepastian status, profesi guru akan memiliki daya tarik yang lebih kuat,” ujarnya, saat ditemui disela kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar PGRI Jateng di Semarang, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p data-start="1273" data-end="1601">Lebih lanjut, Prof. Unifah menekankan bahwa kepastian status tidak hanya penting bagi guru yang telah mengabdi, tetapi juga berpengaruh besar terhadap minat generasi muda untuk terjun ke dunia pendidikan.</p>
<p data-start="1273" data-end="1601">Tanpa adanya jaminan yang jelas, profesi guru dikhawatirkan akan semakin kurang diminati oleh kalangan muda yang potensial.</p>
<p data-start="1603" data-end="1762">“Kita harus memastikan anak-anak muda yang memiliki potensi tetap tertarik menjadi guru. Jika tidak ada kepastian, maka minat itu akan terus menurun,” katanya.</p>
<p data-start="1764" data-end="2021">Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa penurunan kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada guru semata.</p>
<p data-start="1764" data-end="2021">Menurutnya, kebijakan pemerintah memiliki peran yang sangat menentukan dalam membentuk ekosistem pendidikan yang berkualitas.</p>
<p data-start="2023" data-end="2157">“Kita tidak bisa menyalahkan guru saja. Negara harus hadir melalui kebijakan yang tepat dan berpihak pada dunia pendidikan,” tegasnya.</p>
<p data-start="2159" data-end="2440">Prof. Unifah menambahkan bahwa kebijakan pendidikan yang baik harus disusun secara matang, berbasis data, serta memiliki arah dan jangka waktu yang jelas.</p>
<p data-start="2159" data-end="2440">Selain itu, kebijakan juga perlu didukung oleh kajian yang komprehensif agar benar-benar mampu menjawab kebutuhan di lapangan.</p>
<p data-start="2442" data-end="2623">“Kebijakan tidak boleh dibuat tanpa dasar. Harus berbasis data, memiliki perencanaan waktu yang jelas, dan melalui kajian yang mendalam demi pendidikan yang lebih baik,” tandasnya.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p data-start="4102" data-end="4135"><strong>Mendorong Kebijakan yang Berpihak</strong></p>
<p data-start="4137" data-end="4378">Hal senada juga disampaikan Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum.</p>
<p data-start="4137" data-end="4378">Sebagai organisasi profesi, PGRI tidak tinggal diam. Muhdi menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi pendidikan, khususnya terkait kesejahteraan dan kepastian profesi guru.</p>
<p data-start="4380" data-end="4578">Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan anggaran pendidikan sebesar 20 persen.</p>
<p data-start="4380" data-end="4578">Muhdi, yang juga anggota DPD RI tersebut, berharap alokasi tersebut benar-benar digunakan untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi guru.</p>
<p data-start="4580" data-end="4867">Beberapa hal yang menjadi perhatian utama antara lain kepastian status bagi guru, terutama bagi mereka yang berstatus PPPK agar tidak lagi ada skema paruh waktu.</p>
<p data-start="4580" data-end="4867">Selain itu, pemberian penghasilan minimum yang layak, termasuk bagi guru swasta, juga menjadi tuntutan yang terus disuarakan.</p>
<p data-start="4869" data-end="5101">Tidak kalah penting, perbaikan infrastruktur pendidikan juga harus menjadi prioritas. Muhdi menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi sekolah dalam kondisi rusak, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada proses belajar mengajar.</p>
<p data-start="5103" data-end="5265">Ia kembali mengingatkan bahwa pendidikan adalah pilar utama bangsa. Oleh karena itu, sektor ini tidak boleh menjadi bagian yang dikorbankan dalam kondisi apa pun.</p>
<p data-start="5267" data-end="5413">“Kalau kita benar-benar menempatkan pendidikan sebagai prioritas, maka kebijakan yang diambil juga harus mencerminkan keberpihakan itu,” tegasnya.</p>
<p data-start="5267" data-end="5413">Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial.</p>
<p data-start="5267" data-end="5413">Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan profesi guru mendapatkan tempat yang layak sekaligus menjadi pilihan utama bagi generasi masa depan.</p>
<p data-start="5267" data-end="5413">***</p>]]></content:encoded>


</item>


<item>

<title><![CDATA[Solidaritas dan Masa Depan Guru: Suara Tegas Ketua PGRI Jateng untuk Pendidikan Indonesia]]></title>

<link>https://wawasan.news/solidaritas-dan-masa-depan-guru-suara-tegas-ketua-pgri-jateng-untuk-pendidikan-indonesia</link>

<guid isPermaLink="true">https://wawasan.news/solidaritas-dan-masa-depan-guru-suara-tegas-ketua-pgri-jateng-untuk-pendidikan-indonesia</guid>

<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 14:38:35 +0700</pubDate>

<dc:creator><![CDATA[redaksi]]></dc:creator>

<category><![CDATA[Edukasi]]></category>

<source url="https://wawasan.news">
Wawasan News &#45; : Edukasi</source>

<description><![CDATA[
Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi pada nilai solidaritas yang terus dirawat melalui kegiatan silaturahmi dan aksi nyata]]></description>

<enclosure url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a5d198ad.jpg" length="119884" type="image/jpeg"/>

<media:content url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a5d198ad.jpg" medium="image" type="image/jpeg">
<media:title type="html"><![CDATA[
Solidaritas dan Masa Depan Guru: Suara Tegas Ketua PGRI Jateng untuk Pendidikan Indonesia]]></media:title>
</media:content>

<media:thumbnail url="https://wawasan.news/uploads/images/202604/image_870x580_69d32a5d198ad.jpg" />



<content:encoded><![CDATA[
<p data-start="0" data-end="90"><strong>WAWASAN.NEWS, </strong>Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kembali menegaskan perannya, sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah profesi guru.</p>
<p data-start="0" data-end="90">Ketua PGRI Jawa Tengah, <span class="whitespace-normal">Dr. Muhdi, S.H., M.Hum.</span>, menyampaikan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terletak pada struktur, tetapi pada nilai solidaritas yang terus dirawat melalui kegiatan silaturahmi dan aksi nyata.</p>
<p data-start="512" data-end="774">Menurutnya, silaturahmi yang selama ini dijalankan PGRI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari upaya memperkuat jati diri organisasi.</p>
<p data-start="512" data-end="774">Ia menegaskan bahwa sejak awal berdiri, PGRI memiliki tiga tujuan utama yang menjadi fondasi perjuangan.</p>
<p data-start="512" data-end="774">Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar PGRI Jateng, yang digelar di Balairung Kampus I UPGRIS Semarang, Sabtu (4/4/2026).</p>
<p data-start="776" data-end="1048">"Tiga tujuan utama tersebut. Pertama, mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, memajukan pendidikan nasional. Dan ketiga, memperjuangkan kesejahteraan guru," terangnya.</p>
<p data-start="776" data-end="1048">Tiga pilar ini, kata Muhdi, tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga arah gerak seluruh program dan kegiatan PGRI.</p>
<p data-start="1050" data-end="1273">Ia menilai, kegiatan silaturahmi menjadi ruang penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan ketiga tujuan tersebut.</p>
<p data-start="1050" data-end="1273">Dalam setiap pertemuan, nilai solidaritas terus ditanamkan sebagai kekuatan utama organisasi.</p>
<p data-start="1275" data-end="1303"><strong>Lebih dari Sekadar Pertemuan</strong></p>
<p data-start="1305" data-end="1509">Muhdi menekankan bahwa silaturahmi tidak boleh berhenti pada simbol-simbol formal seperti jabat tangan atau ucapan. Lebih dari itu, silaturahmi harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata antaranggota.</p>
<p data-start="1511" data-end="1748">Ia menjelaskan bahwa PGRI secara konsisten menjalankan berbagai program sosial sebagai wujud solidaritas.</p>
<p data-start="1511" data-end="1748">Di antaranya adalah pemberian santunan kepada guru atau tenaga kependidikan yang memasuki masa pensiun maupun yang meninggal dunia.</p>
<p data-start="1750" data-end="1930">Selain itu, PGRI juga aktif hadir di tengah anggota yang tertimpa musibah. Baik kebakaran, banjir, maupun tanah longsor, organisasi ini berupaya memberikan bantuan secara langsung.</p>
<p data-start="1932" data-end="2090">“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anggota yang merasa sendiri ketika menghadapi kesulitan. Di situlah makna solidaritas PGRI benar-benar diuji,” ujarnya.</p>
<p data-start="2092" data-end="2140"><strong>Realitas Profesi Guru yang Masih Penuh Tantangan</strong></p>
<p data-start="2142" data-end="2449">Di balik semangat kebersamaan tersebut, Muhdi tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih membayangi profesi guru di Indonesia.</p>
<p data-start="2142" data-end="2449">Ia mengingatkan bahwa profesi guru pernah berada pada titik yang cukup menjanjikan, terutama sekitar tahun 2007 saat kebijakan tunjangan profesi mulai diperkenalkan.</p>
<p data-start="2451" data-end="2645">Namun, harapan itu belum sepenuhnya terwujud hingga kini.</p>
<p data-start="2451" data-end="2645">Ia menyoroti lambatnya realisasi tunjangan profesi yang dalam beberapa kasus bahkan belum terselesaikan dalam waktu yang sangat panjang.</p>
<p data-start="2647" data-end="2848">Tidak hanya itu, persoalan lain yang tak kalah penting adalah ketidakjelasan status kepegawaian guru.</p>
<p data-start="2647" data-end="2848">Munculnya skema paruh waktu dinilai justru menambah ketidakpastian, terutama dalam hal penghasilan.</p>
<p data-start="2850" data-end="3057">Dalam konteks ini, Muhdi menegaskan bahwa PGRI terus mengingatkan pemerintah agar bersikap adil.</p>
<p data-start="2850" data-end="3057">Ia menilai tidak seharusnya ada ketimpangan antara tuntutan kepada sektor lain dengan perlakuan terhadap guru.</p>
<p data-start="3059" data-end="3273">Ia mencontohkan bagaimana pemerintah mendorong perusahaan untuk memenuhi kewajiban seperti pembayaran THR dan upah minimum, namun di sisi lain masih ada guru yang belum mendapatkan kepastian penghasilan yang layak.</p>
<p data-start="3275" data-end="3316"><strong>Ancaman Serius bagi Masa Depan Pendidikan</strong></p>
<p data-start="3318" data-end="3510">Kondisi tersebut, menurut Muhdi, tidak bisa dianggap sepele. Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian dalam profesi guru berpotensi menurunkan minat generasi muda untuk menekuni bidang pendidikan.</p>
<p data-start="3512" data-end="3697">Jika hal ini terus dibiarkan, maka dampaknya akan sangat besar bagi masa depan pendidikan nasional. Kualitas pendidikan, kata dia, sangat bergantung pada kualitas dan ketersediaan guru.</p>
<p data-start="3699" data-end="3935">Ia mengenang masa ketika minat terhadap program studi pendidikan, khususnya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), pernah sangat tinggi. </p>
<p data-start="3699" data-end="3935">Bahkan, pada periode tertentu, peminatnya mampu melampaui fakultas kedokteran di sejumlah perguruan tinggi.</p>
<p data-start="3937" data-end="4100">Namun kini, kondisi tersebut berbalik. Profesi guru tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak anak muda, salah satunya karena ketidakpastian yang masih terjadi.</p>
<p data-start="4102" data-end="4135"><strong>Mendorong Kebijakan yang Berpihak</strong></p>
<p data-start="4137" data-end="4378">Sebagai organisasi profesi, PGRI tidak tinggal diam.</p>
<p data-start="4137" data-end="4378">Muhdi menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi pendidikan, khususnya terkait kesejahteraan dan kepastian profesi guru.</p>
<p data-start="4380" data-end="4578">Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Ia berharap alokasi tersebut benar-benar digunakan untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi guru.</p>
<p data-start="4580" data-end="4867">Beberapa hal yang menjadi perhatian utama antara lain kepastian status bagi guru, terutama bagi mereka yang berstatus PPPK agar tidak lagi ada skema paruh waktu.</p>
<p data-start="4580" data-end="4867">Selain itu, pemberian penghasilan minimum yang layak, termasuk bagi guru swasta, juga menjadi tuntutan yang terus disuarakan.</p>
<p data-start="4869" data-end="5101">Tidak kalah penting, perbaikan infrastruktur pendidikan juga harus menjadi prioritas.</p>
<p data-start="4869" data-end="5101">Muhdi menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi sekolah dalam kondisi rusak, karena hal tersebut akan berdampak langsung pada proses belajar mengajar.</p>
<p data-start="5103" data-end="5265">Ia kembali mengingatkan bahwa pendidikan adalah pilar utama bangsa. Oleh karena itu, sektor ini tidak boleh menjadi bagian yang dikorbankan dalam kondisi apa pun.</p>
<p data-start="5267" data-end="5413">“Kalau kita benar-benar menempatkan pendidikan sebagai prioritas, maka kebijakan yang diambil juga harus mencerminkan keberpihakan itu,” tegasnya.</p>
<p data-start="5415" data-end="5453"><strong>Menjaga Harapan, Menguatkan Perjuangan</strong></p>
<p data-start="5455" data-end="5678">Di akhir pernyataannya, Muhdi, yang juga anggota Komisi I DPD RI dapil Jateng ini, menegaskan bahwa PGRI akan terus hadir sebagai suara bagi para guru. </p>
<p data-start="5455" data-end="5678">Ia memastikan bahwa organisasi akan tetap konsisten memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kepastian bagi profesi guru.</p>
<p data-start="5680" data-end="5920">Baginya, menjaga solidaritas internal sekaligus memperjuangkan kebijakan eksternal adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p data-start="5680" data-end="5920">Keduanya menjadi kunci untuk memastikan bahwa profesi guru tetap bermartabat dan diminati oleh generasi mendatang.</p>
<p data-start="5922" data-end="6149" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, PGRI berharap masa depan pendidikan Indonesia dapat berdiri di atas fondasi yang kokoh, ditopang oleh guru-guru yang sejahtera, profesional, dan dihargai sebagaimana mestinya.</p>
<p data-start="5922" data-end="6149" data-is-last-node="" data-is-only-node="">***</p>]]></content:encoded>


</item>


</channel>
</rss>